Scaling Gigi
27 Maret 2024
Ingin Gigi Bebas Karang? Temukan Cara Tanpa Perlu Menghadapi Sensasi Tidak Nyaman
By fdc Dental Clinic
7.259
Ingin Gigi Bebas Karang? Temukan Cara Tanpa Perlu Menghadapi Sensasi Tidak Nyaman
Gigi yang sehat dan bersih bisa meningkatkan rasa percaya diri Anda, bukan? Namun, untuk mempertahankan kesehatan dan kebersihan gigi secara optimal, menggunakan sikat gigi saja tidaklah cukup. Terdapat beragam perawatan gigi yang direkomendasikan secara rutin oleh dokter gigi, dan salah satunya adalah prosedur scaling gigi.
Apa itu scaling gigi?
Prosedur scaling gigi melibatkan penggunaan perangkat yang disebut ultrasonic scaler untuk membersihkan karang gigi.
Karang gigi, atau tartar adalah penumpukan plak yang menempel dan mengeras pada permukaan gigi. Keberadaannya dapat membuat tampilan gigi terlihat tidak terawat karena plak yang mengeras cenderung memiliki warna yang kusam, mulai dari kuning kecokelatan hingga hitam.
Perangkat ultrasonic scaler menghasilkan getaran yang efektif dalam menghancurkan dan menghilangkan karang gigi dari sela-sela hingga ke bagian terdalam gigi. Selain itu, alat ini juga mampu membersihkan karang gigi di sepanjang garis gusi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi biasa.
Ketika proses scaling dilakukan, Anda mungkin akan merasakan pembengkakan, rasa sakit, atau bahkan perdarahan pada gusi. Hal ini disebabkan karena karang gigi terletak di bawah garis gusi, sehingga dokter gigi harus meraihnya di bawah gusi yang dapat menyebabkan perdarahan.
Setelah proses scaling, efek yang muncul termasuk penyesuaian gigi yang berkarang untuk kembali bersih, serta peningkatan dalam perlekatan gusi pada gigi karena karang gigi yang mengurangi perlekatan tersebut telah dihilangkan.
Kapan Anda perlu melakukan scaling gigi?
Membersihkan karang gigi tidaklah cukup hanya dengan melakukan sikat gigi secara rutin atau menggunakan benang gigi saja. Oleh karena itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi guna menjalani prosedur scaling. Proses scaling mampu menghilangkan karang gigi bahkan yang sangat keras sekalipun.
Disarankan untuk menjalani prosedur scaling setiap enam bulan sekali. Namun, dalam kasus yang lebih parah, seperti adanya gejala penyakit gusi, sebaiknya prosedur scaling dilakukan secepat mungkin, bahkan bisa dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Apa saja manfaat scaling gigi?
Setelah menjalani seluruh prosedur scaling gigi, Anda akan merasakan beberapa manfaat, termasuk:
- Mengurangi risiko terjadinya gigi berlubang dan kerusakan gigi lainnya.
- Mencegah terjadinya loss of attachment akibat penyakit periodontitis yang dapat menyebabkan gigi lepas.
- Menghilangkan noda gigi seperti bercak cokelat yang disebabkan oleh minuman seperti teh, kopi, atau kebiasaan merokok.
- Mengurangi risiko bau mulut yang tidak sedap.
- Menghemat biaya perawatan gigi di masa depan.
Persiapan sebelum scaling gigi
Sebelum melaksanakan prosedur ini, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap kondisi gigi dan mulut Anda. Dokter biasanya akan menanyakan tentang kesehatan gigi dan mulut Anda, serta kebiasaan perawatan gigi yang Anda lakukan.
Pastikan untuk memberitahukan dokter tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi, baik itu suplemen makanan, vitamin, obat resep, obat non-resep, maupun obat herbal. Sampaikan juga riwayat penyakit dan alergi yang mungkin Anda miliki, terutama riwayat penyakit yang berhubungan dengan gangguan darah.
Penting untuk menjelaskan kondisi kesehatan Anda secara jelas dan terperinci. Hal ini penting karena ada beberapa penyakit sistemik yang memerlukan penyesuaian sebelum menjalani prosedur scaling. Semua informasi ini akan membantu dokter untuk menetapkan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Setelah itu, dokter akan segera memeriksa lokasi karang gigi dengan menggunakan cermin kecil. Jika diperlukan, dokter mungkin akan melakukan rontgen gigi dengan sinar-X untuk melihat detail kondisi gigi Anda lebih lanjut.
Baca juga : 6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk Parah
Prosedur scaling gigi di dokter
Prosedur scaling gigi tidak memerlukan Anda untuk menginap di rumah sakit atau melakukan kunjungan berulang. Pembersihan karang gigi ini biasanya hanya memakan waktu sekitar 30 hingga 120 menit. Durasi scaling tergantung pada tingkat keparahan karang gigi. Jika plak dan karang gigi tidak terlalu banyak, proses scaling akan lebih cepat.
Beberapa langkah yang umum dilakukan selama prosedur scaling gigi meliputi:
- Dokter akan melakukan scaling untuk mengangkat kerak gigi yang terletak di antara gusi dan dasar mahkota gigi. Dokter akan menggunakan ultrasonic scaler dan scaler manual untuk membersihkan plak dan karang gigi yang sulit dijangkau.
- Dokter akan membersihkan area gigi dan gusi lainnya untuk menghilangkan bakteri yang tersisa. Anda juga akan diminta untuk berkumur beberapa kali.
- Biasanya, setelahnya dilakukan proses polishing gigi untuk menghilangkan noda yang dihasilkan oleh karang gigi.
Pemulihan setelah scaling gigi
Setelah penyelesaian prosedur scaling, Anda akan diizinkan pulang langsung. Kemungkinan terjadi efek samping seperti pembengkakan gusi dan rasa tidak nyaman yang akan mereda dalam beberapa waktu. Oleh karena itu, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk menahan diri dari makan dan minum setidaknya selama 30-60 menit setelah scaling.
Jika diperlukan, dokter dapat memberikan resep obat pereda nyeri untuk mengurangi ketidaknyamanan yang mungkin Anda rasakan. Antibiotik dan obat kumur juga bisa diresepkan untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Obat kumur memiliki beragam jenis, beberapa di antaranya dirancang khusus untuk meningkatkan kesehatan gusi.
Baca juga : 8 Menu Buka Puasa Sehat, Enak dan Aman Buat Kesehatan Gigi Kamu
Penting untuk mengonsumsi antibiotik sesuai dengan petunjuk dokter. Jangan mengubah dosis obat secara sembarangan, karena penggunaan antibiotik yang tidak sesuai aturan dapat memiliki efek samping yang berbahaya bagi kesehatan Anda.
Adakah risiko apabila Anda tidak scaling gigi?
Scaling bukan hanya membersihkan gigi dari karang, tetapi juga mencegah kemunculan penyakit. Berikut adalah beberapa risiko penyakit yang disebabkan oleh karang gigi.
1. Masalah gigi
Karang gigi dapat menjadi tempat tinggal bagi sejumlah besar bakteri yang dapat menimbulkan berbagai masalah gigi, terutama bau mulut (halitosis). Bau mulut sering disebabkan oleh bakteri di dalam mulut yang menghasilkan gas sulfur (belerang), sehingga saat Anda menghembuskan napas melalui mulut, bau yang tidak sedap dapat tercium.
Selain itu, asam yang diproduksi oleh bakteri tersebut juga dapat menyebabkan kerusakan gigi dan pembentukan lubang pada gigi. Karang gigi juga memiliki potensi untuk mengikis tulang penyangga gigi, menyebabkan gigi menjadi longgar bahkan tanggal.
2. Gingivitis
Jika karang gigi dibiarkan tanpa penanganan, dapat mengeras dan menyebabkan peradangan pada gusi (gingivitis). Hal ini menyebabkan gusi menjadi meradang, bengkak, dan rentan berdarah. Seiring berjalannya waktu, kerusakan gigi atau karies pun dapat muncul.
3. Periodontitis
Jika gingivitis tidak diatasi, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit gusi yang lebih serius, yaitu periodontitis. Penyakit ini mengakibatkan pembentukan kantong yang memperbesar jarak antara gusi dan gigi. Saat kantong tersebut terisi bakteri, sistem kekebalan tubuh melepaskan zat kimia untuk mengatasi infeksi tersebut.
Reaksi dari zat kimia dan bakteri tersebut dapat merusak tulang gigi, yang pada akhirnya mengakibatkan kerusakan pada tulang, gusi, dan jaringan penyangga gigi. Tanpa pengobatan yang tepat, periodontitis dapat menyebabkan gigi menjadi tanggal atau lepas.
4. Penyakit jantung
Dikutip Mayo Clinic, bakteri yang bertanggung jawab atas penyakit gusi (periodontitis) juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Bakteri yang terdapat dalam karang gigi mampu menginfeksi jaringan penyangga gigi dan dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah, yang kemudian dapat memengaruhi katup jantung.
Artikel Lain

Scaling Gigi
26 Februari 2024
Cegah Karang Gigi Menumpuk Dengan Perawatan Scaling Gigi
Cegah Karang Gigi Menumpuk Dengan Perawatan Scaling Gigi
DAFTAR ISI
- Apa itu Scaling Gigi?
- Tujuan Scaling
- Manfaat Scaling
- Kapan Harus Melakukan Scaling?
- Daftar Dokter Gigi di fdc Dental Clinic
- Prosedur Scaling
- Di Mana Melakukan Scaling Gigi?
- Berapa Biaya Scaling Gigi?
Apa itu Scaling Gigi?
Scaling gigi adalah prosedur untuk membersihkan karang gigi atau menghilangkan karang gigi (mineral yang mengeras) yang menempel di garis gusi.
Perawatan ini umum bisa kamu lakukan untuk melindungi enamel gigi di bawah gusi dan jaringan gusi dari penyakit periodontal dan penyakit lainnya seperti gigi berlubang, dll.
Selain itu, dengan gigi dan gusi yang sehat, kamu juga bisa terhindar dari masalah mulut lainnya dan kehilangan gigi.
Prosedur ini juga sering dilakukan bersamaan dengan stain cleaning atau juga perawatan fluoridasi.
Jika scaling menghilangkan karang dari permukaan gigi yang terlihat saat tersenyum, stain cleaning menghilangkan karang gigi dari akar gigi di bawah garis gusi yang sudah menghitam.
Tujuan Scaling
Prosedur scaling memiliki beberapa tujuan, yaitu:
- Untuk menghilangkan plak dan karang dari area yang tidak dapat sikat gigi jangkau.
- Menghindari atau mencegah penyakit gusi.
- Mencegah pembentukan poket (kantong terbentuk ketika penumpukan plak terus menerus menyebabkan gusi kehilangan kontak eratnya dengan gigi yang mendukung lebih banyak plak untuk disimpan). Semakin dalam kantong, semakin parah penyakit gusi berkembang.
- Membuat senyum jadi lebih percaya diri
- Mengurangi resiko bau mulut yang tidak sedap
Manfaat Scaling
Secara umum, manfaat scaling gigi adalah membuat gigi terasa bersih dan mencegah berbagai penyakit mulut dan gigi.
Manfaat akan paling terasa bagi orang yang mengalami penyakit periodontal kronis.
Bahkan perawatan kesehatan gigi ini merupakan pengobatan terstandar untuk kondisi ini.
Dengan mengurangi kantong yang terbentuk di antara gigi dan gusi, ini akan mengurangi risiko kehilangan gigi, tulang, dan jaringan yang terkait dengan penyakit periodontal kronis.
Melakukan perawatan gigi ini secara teratur juga penting untuk orang yang memiliki atau yang berisiko tinggi terhadap penyakit gusi dan masalah gigi lainnya.
Bila kamu memiliki kerusakan gigi yang signifikan, perokok atau mengidap diabetes, maka prosedur ini bisa meminimalisir risiko masalah mulut dan gigi.
Baca juga : Manfaat Melakukan Scaling Gigi Secara Rutin di Klinik Gigi
Perawatan gigi ini juga bisa mengurangi risiko perlunya perawatan lebih lanjut, yang mungkin termasuk perawatan yang lebih intensif, tidak nyaman dan mahal sebagai alternatif, seperti saluran akar, pencabutan gigi dan kebutuhan untuk menyesuaikan mahkota atau veneer.
Kapan Harus Melakukan Scaling?
Jika ditanya kapan harus melakukan scaling gigi, dokter gigi biasanya akan merekomendasikan scaling gigi dan stain cleaning jika kamu memiliki tanda-tanda penyakit periodontal kronis.
Tanda-tanda penyakit tersebut bisa meliputi gusi bengkak, berwarna merah, nyeri saat disentuh, dan mudah berdarah.
:format(webp)/article/oYFZ-YBKqTOzAQFrSxFuk/original/045486400_1568444089-Cara-Mengatasi-Gusi-Bengkak-by-sonriadentalclinic.co.uk.jpg)
Nah, prosedur ini dapat membantu menghentikan efek berbahaya dari kondisi ini dan menjaga kesehatan mulut.
Penyakit periodontal kronis terjadi ketika bakteri dalam plak menyebabkan gusi terlepas dari gigi. Hal ini menyebabkan kantong besar tumbuh di antara gigi dan gusi.
Akibatnya, akan ada lebih banyak bakteri dapat tumbuh di sana, yang tidak dapat dijangkau dengan menyikat gigi.
Jika tidak diobati, penyakit periodontal kronis dapat menyebabkan:
- Kehilangan tulang dan jaringan gigi.
- Kehilangan gigi.
- Gigi lepas.
- Gigi goyang.
Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko penyakit periodontal kronis adalah:
- Kebersihan gigi yang buruk.
- Merokok.
- Penuaan.
- Perubahan hormon.
- Gizi buruk atau malnutrisi.
- Riwayat keluarga.
- Kondisi medis lainnya.
Karang gigi yang tidak kamu bersihkan dapat menimbulkan berbagai masalah. Ada 4 Hal yang Terjadi Jika Karang Gigi Tidak Dibersihkan.
Seberapa sering scaling harus kamu lakukan tergantung pada kondisi kebersihan mulut masing-masing orang. Perawatan gigi ini sebaiknya kamu lakukan setiap enam bulan sekali, untuk menghilangkan bau mulut.
Namun, bagi orang yang memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk penumpukan plak atau sering mengalami pendarahan dari gusi, ia perlu melakukan scaling setiap dua hingga empat bulan.
Jadi, periksakan kondisi gigi dan konsultasikan hal ini pada dokter gigi.
Daftar Dokter Gigi di fdc Dental Clinic
Sebelum melakukan scaling gigi, kamu juga bisa melakukan reservasi & memilih dokter di aplikasi atau website fdc Dental Clinic. Ada 400+ dokter gigi yang siap membantu kamu mendapatkan solusi plak & karang gigi yang bisa kamu pilih di 40 cabang yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Karawang, Surabaya, Jogja, Sidoarjo, Malang, Semarang, & Bali.
Nah, untuk melihat daftar dokter gigi yang sudah berpengalaman, lengkap dengan review customers untuk melakukan perawatan scaling gigi kamu bisa langsung melakukan reservasi melalui aplikasi atau website fdc Dental Clinic.
Bagaimana Prosedur Scaling?
Berikut prosedur scaling mulai dari persiapan, selama perawatan, hingga setelahnya:
Persiapan
Sebelum prosedur, dokter gigi biasanya akan membuat mulut kamu mati rasa dengan anestesi lokal dan melihat kondisi gigi menggunakan intra oral camera.
Selama prosedur
Kemudian, dengan menggunakan alat getar bernama ultrasonic scaler, dokter gigi akan melakukan proses scaling gigi.
Berikut ini langkah dan tahapan dalam prosedur scaling:
- Ujung logam yang bergetar pada scaler akan membersihkan karang gigi dari gigi di atas garis gusi.
- Semprotan air pada alat tersebut akan membersihkan karang gigi dan membersihkan plak dari kantong gusi.
- Dokter akan menggunakan scaler dan pengikis gigi manual (kuret) untuk menghilangkan sisa kecil karang gigi.
Scaling gigi dan stain cleaning bisa menyebabkan ketidaknyamanan sementara setelah prosedur selesai.
Namun, risiko efek samping dari prosedur ini bisa dibilang sangat minimal.
Orang dengan kondisi jantung tertentu, seperti endokarditis, atau yang memiliki katup jantung sintetis mungkin perlu minum antibiotik sebelum menjalani prosedur perawatan gigi.
Obat ini bisa menurunkan risiko infeksi bakteri.
Tanyakan kepada dokter gigi dan ahli jantung jika perlu mengambil langkah pencegahan ini.
Setelah prosedur
Setelah melakukan scaling, gigi kamu mungkin akan terasa tidak nyaman dan sensitif selama beberapa hari.
Untuk mencegah infeksi dan meredakan rasa nyeri, dokter gigi bisa meresepkan obat-obatan.
Ahli kesehatan tersebut juga akan menjadwalkan kunjungan lagi untuk melihat pemulihan gusi dan mengukur kedalaman kantong kamu.
Perawatan gigi di rumah setelah scaling juga penting untuk membantu mencegah penyakit gusi menjadi lebih serius atau muncul kembali.
Perawatan tersebut termasuk menyikat gigi dua kali sehari dan flossing gigi secara teratur.
Kamu juga harus mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang, serta menemui dokter gigi untuk pembersihan secara berkala guna mencegah karang gigi kembali.
Di Mana Melakukan Scaling Gigi?
Scaling gigi dapat kamu lakukan di klinik gigi, puskesmas, rumah sakit, dan pusat layanan kesehatan lainnya yang memiliki jasa dokter gigi dan peralatan yang memadai.
Berapa Biaya Scaling Gigi?
Biaya scaling gigi biasanya relatif tergantung banyak atau sedikitnya plak dan karang gigi, semakin banyak biasanya akan semakin mahal, tetapi di fdc Dental Clinic semua harganya sama & sangat terjangkau yaitu Rp 99.000 untuk pengguna baru aplikasi.
Baca juga : Harga Scaling Gigi Terjangkau, Banyak Peminatnya!

Scaling Gigi
26 Maret 2024
6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk Parah
6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk Parah
Karang gigi adalah hasil dari proses mineralisasi pada plak. Walaupun keduanya berbeda, plak adalah lapisan lembut dan lengket yang terbentuk di permukaan gigi dan di sepanjang garis gusi.
Baca juga: Cegah Karang Gigi Menumpuk Dengan Perawatan Scaling Gigi
Seseorang seringkali bisa mencegah dan mengobati penumpukan plak gigi di rumah, tetapi tidak demikian dengan plak yang telah mengeras menjadi karang gigi.
Secara umum, cara terbaik untuk menghilangkan karang gigi atau kalkulus adalah dengan meminta bantuan dokter gigi.
Dokter gigi dapat membersihkan karang gigi melalui prosedur scaling, baik secara manual maupun dengan menggunakan alat ultrasonic scaler.
Menghilangkan karang gigi yang sudah mengeras secara mandiri terasa sulit.
Berbagai metode alami untuk menghilangkan karang gigi lebih baik digunakan untuk membersihkan plak dan mencegah pembentukan karang gigi.
Bahaya karang gigi jika dibiarkan menumpuk parah
Meskipun karang gigi tidak secara langsung mengancam, dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan di masa depan jika tidak diatasi.
Menurut berbagai sumber, berikut adalah beragam bahaya karang gigi jika dibiarkan menumpuk terus-menerus:
1. Menyebabkan radang gusi

Menyimpulkan dari Health Line, iritasi dan peradangan yang timbul akibat karang gigi dapat mengakibatkan penyakit gusi.
Baca juga: Manfaat Melakukan Scaling Gigi Secara Rutin di Klinik Gigi
Penyakit gusi stadium awal yang dapat disembuhkan dikenal sebagai radang gusi atau gingivitis.
Gejala radang gusi di antaranya yakni:
- Gusi berwarna merah tua
- Gusi bengkak
- Gusi berdarah saat Anda membersihkan gigi dengan benang atau sikat
- Timbul rasa nyeri
2. Penyakit periodontitis

Jika karang gigi dibiarkan terus menumpuk padahal radang gusi sudah terjadi, Anda pada gilirannya bisa mengalami penyakit periodontitis yang sulit disembuhkan.
Selain gusi bengkak, lunak, dan berdarah, berikut ini tanda-tanda penyakit periodontitis lainnya:
- Sakit saat menggunyah
- Gigi lepas
- Muncul kantong nanah di antara gusi dan gigi
Baca juga: Harga Scaling Gigi Terjangkau, Banyak Peminatnya!
3. Picu penyakit jantung dan paru-paru

Bukan tidak mungkin karang gigi yang dibiarkan terus menumpuk juga bisa memicu terjadinya penyakit jantung dan paru-paru.
Hal ini berkaitan dengan bakteri yang berkembang di karang gigi maupun gusi yang mengalami peradangan akibat karang gigi.
Bakteri penyebab periodontitis misalnya, dapat masuk ke aliran darah dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru.
4. Menyebabkan gigi berlubang dan kerusakan gigi

Melansir WebMD, karang gigi dapat mempersulit menyikat gigi maupun membersihkan gigi dengan benang gigi (floss) seperti seharusnya.
Kondisi ini pada gilirannya dapat menyebabkan gigi berlubang dan kerusakan gigi.
Karang gigi juga dapat memicu gigi goyah dan mudah lepas sendiri.
Pasalnya, jika dibiarkan terus menumpuk, karang gigi bisa membuat tulang penyangga gigi lama-lama terkikis dan menyebabkan gigi goyah.
5. Bau mulut

Karang gigi dapat memberi lebih banyak area di permukaan mulut untuk ditempel plak, yang pada gilirannya memberi bakteri tempat yang bagus untuk tumbuh.
Bakteri-bakteri yang ada di karang gigi ini bisa juga menghasilkan bau mulut tidak sedap.
6. Ganggu penampilan
Karena karang gigi memiliki pori-pori, seperti kemeja katun atau meja granit, maka akan dengan mudah menyerap noda.
Kopi, teh, dan asap rokok akan menjadi yang paling mencolok. Jika karang gigi ini muncul hingga gigi bagian depan, bukan tidak mungkin akan mengganggu penampilan.
Mengingat berbagai efek di atas, penting bukan untuk membersihkan karang gigi?
Karang gigi idealnya dibersihkan 6 bulan sekali sesuai dengan jadwal periksa gigi secara umum ke dokter gigi.
© 2026 FDC Dental Clinic
