Informasi
29 Oktober 2024
Waspadai Penyebab Gigi Renggang, dan Cek Cara Mengatasinya!
By drg. Ellora Gavrila
4.118
Gigi renggang atau disebut diastema dalam dunia kesehatan adalah kondisi gigi bercelah yang dapat mengganggu fungsi makan dan secara estetika. Kondisi ini bisa terjadi pada anak (semasa gigi susu) maupun pada orang dewasa. Penyebab paling umum adalah genetic (keturunan).
Ada dua jenis diastema, yaitu single (hanya satu celah) dan multiple diastema (lebih dari satu). Jika posisi celah ada di bagian depan atas, maka disebut central diastema.
Penyebab Gigi Renggang
Ada berbagai penyebab mengapa gigi bisa bercelah. Beberapa di antaranya adalah:
- Faktor Genetik
Secara alami, struktur gigi orang tua biasanya diturunkan kepada anak, sehingga anak yang orang tuanya memiliki gigi bercelah akan beresiko untuk memiliki kondisi yang sama.
- Kebiasaan Buruk
Jika orang tua tidak memiliki gigi yang renggang namun sang anak memilikinya, maka bisa disebabkan oleh kebiasaan seperti penggunaan dot atau mengisap jari semasa balita.
Pada orang dewasa atau remaja, gigi yang renggang juga bisa terjadi karena kebiasaan tidur dengan mulut terbuka atau bernapas lewat mulut.
- Kehilangan Gigi
Gigi yang hilang akibat kecelakaan misal, akan menyisakan ruang kosong pada gusi. Ruang yang tidak terisi ini akan membuat perubahan pada posisi gigi di sebelahnya. Misalnya gigi menjadi miring atau bercelah.
- Penyakit Gusi
Penyakit gusi seperti peradangan atau pembengkakan bisa menyebabkan kerusakan pada gigi seperti abses, karang gigi, atau gigi berlubang. Gusi sendiri memiliki peran vital dalam menyokong gigi, sehingga gusi yang tidak sehat bisa membuat struktur gigi berubah.
Dampak Gigi Renggang
- Estetika
Dampak paling nyata dari gigi yang renggang adalah mempengaruhi penampilan terutama saat tersenyum. Bagi sebagian besar orang, kondisi ini berdampak pada menurunnya rasa percaya diri, dan bisa menjurus pada kualitas diri.
- Fungsi Mengunyah
Selain secara estetika, gigi renggang juga bisa menurunkan fungsi dari gigi itu sendiri, yakni dalam hal mengunyah makanan. Kesehatan gigi secara keseluruhan juga menjadi tidak maksimal sebab gigi bercelah akan mempengaruhi posisi gigi di sebelahnya.
- Masalah Kesehatan Gigi Lainnya
Celah pada gigi akan menjadi tempat sempurna untuk sisa-sisa makanan bersemayam, sehingga dapat menimbulkan plak dan bakteri jika tidak dibersihkan dengan baik. Hal ini meningkatkan resiko karies, pembentukan karang gigi, dan juga penyakit gusi.
Cara Mengatasi Gigi Renggang
Tergantung pada penyebabnya, gigi yang renggang dapat diatasi dengan sejumlah cara berikut:
- Penggunaan Behel (Braces)
Kawat gigi atau behel menjadi salah satu metode tradisional yang populer dalam mengatasi gigi bercelah. Biasanya, solusi ini diterapkan apabila penyebab gigi renggang adalah ketidaksesuaian antara ukuran rahang dan gigi, atau disebabkan oleh genetik.
Penggunaan retainer pasca memakai kawat gigi sangat disarankan pada sebagian kasus agar posisi gigi tidak kembali ke awal. Pada masa ini, pengecekan berkala per 3 bulan oleh dokter ahli di FDC Dental Clinic sangat dibutuhkan. Tujuannya adalah memantau posisi gigi agar tetap pada tempatnya.
- Behel Transparan (Clear Aligners)
Clear aligners adalah alternatif modern dari behel tradisional yang dianggap lebih nyaman dan estetik dalam merapikan gigi, termasuk mengatasi gigi bercelah. Clear aligners akan dicetak sesuai dengan struktur gigi masing-masing, sehingga dijamin pas dan nyaman saat digunakan.
Sesuai namanya, alat ini transparan sehingga hampir tidak terlihat, dan bisa dilepas pasang sesuai kondisi, seperti saat gosok gigi.
- Veneer Gigi
Selain bisa memutihkan, veneer juga termasuk cara mengatasi celah di antara gigi. Hasilnya termasuk lebih instan dibanding dua metode sebelumnya, namun hanya berlaku untuk celah yang kecil.
Celah akan diisi oleh bahan khusus yang dibuat dari resin komposit atau porselen yang sangat tipis, dan warnanya bisa disesuaikan dengan gigi asli sehingga terlihat natural.
- Bonding Gigi
Bonding gigi dapat memperbaiki gigi yang patah, terkelupas, atau pun bercelah. Tidak seperti kawat gigi dan aligner yang membutuhkan proses pencetakan, bonding gigi bisa langsung dipasang dalam 1x kunjungan sehingga hasilnya lebih instan.
Bonding gigi dibuat dengan meletakkan cairan di antara celah gigi, yang kemudian dibentuk sedemikian rupa untuk mengisi celah tersebut. Selanjutnya cairan akan dipadatkan dengan laser atau sinar ultraviolet. Serupa dengan veneer gigi, bonding juga dapat disesuaikan dengan warna gigi asli agar terlihat alami.
- Operasi Gusi
Jika gigi bercelah cukup banyak dan pada kasus yang lebih rumit, maka tindakan operasi akan dibutuhkan. Operasi ini bertujuan untuk memperbaiki masalah pada gusi yang menjadi penyokong dari tempat tumbuhnya gigi, sehingga nantinya posisi gigi akan lebih rapi.
Pencegahan Gigi Renggang
Berdasarkan sejumlah faktor penyebab di atas, inilah beberapa pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari kondisi gigi bercelah:
- Menghindari Kebiasaan Buruk
Hindari dan hentikan kebiasaan buruk yang bisa memicu gigi renggang, seperti bernapas lewat mulut, menghisap jari, atau memakaikan dot atau empeng dalam kurung waktu yang lama. Kebiasaan menghisap bibir juga bisa menjadi pemicu gigi bercelah.
- Menjaga Kesehatan Gusi
Gigi dan gusi yang sehat tidak didapat begitu saja, melainkan harus dijaga dan dirawat. Inilah sejumlah tips perawatan gusi agar terhindari dari diastema:
- Gosok gigi pagi dan malam setiap hari.
- Bersihkan sela-sela gigi dengan benang khusus gigi.
- Gunakan mouthwash (obat kumur) sebagai penyegar nafas sekaligus membantu melawan bakteri di dalam mulut.
- Hindari makanan bertekstur keras atau yang mengandung zat-zat perusak gigi, seperti camilan manis, terlalu asin, dan es batu.
- Rutin check up ke dokter gigi untuk mengetahui kebersihan rongga mulut.
- Perawatan Gigi Sejak Dini
Jangan sampai terlambat, lakukan berbagai perawatan yang dibutuhkan untuk gigi dan gusi sejak dini agar nantinya menghasilkan kondisi yang sehat dan terhindar dari gigi bercelah.
Kesimpulan
Penting untuk mengenali berbagai penyebab gigi renggang mulai dari faktor genetik hingga kebiasaan penggunaan empeng dalam jangka panjang. Segera lakukan konsultasi dengan dokter gigi di FDC Dental Clinic untuk mengetahui solusi terbaiknya.
© 2026 FDC Dental Clinic
