Informasi

9 November 2024

Ulat Gigi Berlubang, Mitos atau Fakta?

By drg. Anjasari Evanata

8.225

image-

Sebelum dunia kedokteran modern, orang-orang zaman dulu mengira bahwa gigi berlubang disebabkan oleh makhluk berukuran kecil berbentuk seperti ulat yang bisa menggerogoti gigi. Namun sampai kini, ulat gigi berlubang rupanya masih dipercaya oleh sebagian orang.

Munculnya kabar ini berawal dari sebuah gambar gigi geraham yang dibedah dan di dalamnya terdapat wujud seperti ulat namun berukuran sangat kecil. Masyarakat pun berbondong-bondong mempraktekkan cara mengeluarkan ulat gigi secara tradisional. Benarkah demikian?

Mitos vs. Fakta

  • Mitos Ulat Gigi

Menurut teks Sumaria yang sudah ada sejak tahun 5000 Sebelum Masehi, gigi berlubang disebabkan oleh ulat gigi. Tulisan Cina kuno dari tahun 1500 Sebelum Masehi juga turut membahas hal ini.

Teks yang dipahat di atas permukaan tulang ini bahkan menggambarkan wujud si ulat yang menyerang gigi dan merusak kesehatan mulut secara keseluruhan. Dijelaskan bahwa ulat gigi mampu menggerogoti gigi dan menyebabkan gigi berlubang yang bisa memicu pembusukan. 

Hewan kecil ini juga dianggap mampu menyerang gusi. Adapun wujud ulat gigi cukup berbeda di beberapa negara Misalnya di Inggris, wujudnya digambarkan seperti belut. Sedangkan di Jerman Utara, penampakannya mirip belatung dengan warna abu-abu, biru, atau merah. 

  • Fakta Medis

Jadi, apakah ulat gigi itu ada? Dunia medis telah membuktikan bahwa tidak pernah ada ulat-ulat kecil yang bersemayam atau pun menggerogoti gigi. Adapun gigi berlubang disebabkan oleh bakteri yang berasal dari sisa-sisa makanan yang menumpuk bersama zat asam di dalam mulut.

Selanjutnya, 'tumpukan sampah' ini menghasilkan plak gigi yang lama kelamaan akan membentuk karang dan mengikis lapisan luar pelindung gigi (email). Hasilnya, terjadi karies hingga gigi berlubang. 

Penyebab Gigi Berlubang

Berikut beberapa penyebab umum dari kondisi gigi berlubang menurut dunia medis yang mampu mematahkan mitos ulat gigi berlubang:

  • Bakteri Streptococcus mutans

Streptococcus mutans bukanlah ulat dalam gigi berlubang, melainkan bakteri patogen (bakteri penyebab penyakit pada manusia) yang berkolonisasi saat awal kemunculan karies pada gigi. Bakteri penyebab utama sakit gigi ini mampu hidup dan beradaptasi dengan baik di dalam mulut yang bersuasana asam. 

Streptococcus mutans juga mampu menghasilkan zat asam itu sendiri dengan kadar yang tinggi, sehingga memicu demineralisasi email yang merupakan awal mula dari terjadinya karies gigi. 

Demineralisasi email adalah berkurangnya kadar mineral dan garam anorganik pada email dan tulang gigi secara bertahap, sehingga membuat berbagai kerusakan pada gigi termasuk gigi berlubang dan karies.

  • Sisa Makanan dan Plak

Bakteri-bakteri di dalam gigi termasuk Streptococcus mutans tadi berasal dari tumpukan sisa makanan dan plak yang tidak dibersihkan dengan baik. Tumpukan inilah yang kemudian menjadi media untuk para bakteri tumbuh dan berkembang biak.

  • Konsumsi Gula Berlebih

Gula merupakan sumber makanan utama bagi para bakteri. Jadi ketika kondisi gigi kurang dijaga kebersihannya dengan baik, lalu ditambah kebiasaan mengkonsumsi makanan/minuman manis, maka bakteri akan berkembang biak dengan lebih cepat.

  • Kurangnya Kebersihan Mulut

Menyikat gigi dengan cara yang salah atau bahkan malas membersihkan gigi merupakan awal mula dari munculnya berbagai penyakit gigi termasuk gigi berlubang.

Gejala Gigi Berlubang

Bukan keluarnya ulat dari gigi, berikut gejala gigi berlubang yang benar menurut medis:

  • Nyeri Gigi

Gigi berlubang seringkali ditandai dengan rasa nyeri atau berdenyut tiba-tiba, bahkan ketika sedang tidak melakukan aktivitas mulut seperti makan atau minum.

  • Sensitivitas

Gigi berlubang akan lebih sensitif terhadap suhu, seperti makanan panas dan minuman dingin. Berbagai makanan dan minuman manis juga dapat memicu sensitivitas gigi, yang biasanya menimbulkan rasa ngilu.

  • Lubang Terlihat

Persis seperti namanya, kondisi gigi berlubang merupakan kondisi saat gigi memiliki lubang yang bahkan bisa dilihat secara nyata tanpa harus menggunakan alat khusus, terutama jika lubangnya cukup besar. 

  • Bau Mulut dan Rasa Tidak Sedap

Gejala lainnya adalah muncul rasa aneh di dalam mulut yang disertai dengan bau mulut lebih tajam dari biasanya. Kedua hal ini disebabkan suasana mulut yang terlalu asam dan perkembangan bakteri yang semakin meningkat.

Cara Mencegah Gigi Berlubang

Tak perlu menggunakan daun untuk mengeluarkan ulat gigi dari gigi, berikut cara yang tepat agar gigi tetap sehat dan terhindar dari gigi berlubang:

  • Menyikat Gigi secara Teratur

Para ahli menyarankan untuk untuk setidaknya menyikat gigi 2x sehari dengan sikat berbulu halus yang ditambah pasta gigi berfluoride. Kandungan ini telah terbukti efektif dalam mencegah gigi berlubang.

  • Menggunakan Benang Gigi

Dunia medis merekomendasikan penggunaan benang gigi untuk menjangkau sela-sela gigi agar benar-benar bersih dari sisa makanan dan plak penyebab gigi berlubang.

  • Pembatasan Gula

Batasi atau jika perlu hindari mengkonsumsi makanan dan minuman manis. Hal ini karena kandungan gula lebih mudah menempel pada gigi, dan ketika tidak segera dibersihkan dapat menyebabkan plak.

  • Pemeriksaan Gigi Rutin

Rutin membersihkan gigi secara mandiri rupanya belum cukup. Disarankan untuk rutin ke dokter gigi (6 bulan sekali) guna mengecek kondisi gigi dan mendapat pembersihan medis profesional, seperti scaling (membersihkan karang gigi).

Pengobatan Gigi Berlubang

Bukan dengan obat pembunuh ulat gigi, berikut cara benar untuk mengatasi gigi berlubang: 

  • Tambalan gigi: gigi berlubang akan dibersihkan terlebih dulu, kemudian diberikan tambalan untuk mengisi lubang tersebut. Tujuannya agar fungsi gigi kembali normal.
  • Perawatan saluran akar: gigi berlubang yang sudah parah bisa merusak dan menginfeksi saraf gigi, sehingga pembersihan dan penambalan saja tidak cukup, tapi harus dilakukan perawatan saluran akar.
  • Mahkota gigi: gigi yang rusak dapat diperbaiki dengan penggunaan mahkota yang hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi ahli.
  • Ekstraksi gigi: jika kerusakan gigi sangat parah dan tidak bisa diperbaiki dengan sederet cara di atas, maka akan dilakukan ekstraksi atau pencabutan gigi agar penyakit tidak menyebar ke gigi lain.

Ulat gigi berlubang merupakan mitos! Faktanya, gigi berlubang disebabkan oleh bakteri yang muncul dari sisa makanan. Lakukan pencegahan dengan menghindari makanan manis dan rajin gosok gigi.

Jangan lupa untuk rutin mengunjungi FDC Dental Clinic per 6 bulan sekali guna mengecek kondisi gigi dan mendapat perawatan pembersihan profesional. Dokter FDC juga bisa membantu mengatasi masalah gigi berlubang atau penyakit gigi lainnya.

© 2026 FDC Dental Clinic