Veneer

23 Oktober 2024

Tren Gigi Kelinci: Jenis, Prosedur Veneer, dan Perawatannya

By drg. Ellora Gavrila

2.378

image-

Gigi kelinci adalah julukan untuk dua gigi depan pada rahang atas yang ukurannya lebih besar dan panjang daripada gigi lainnya. Dinamakan gigi kelinci karena menyerupai gigi yang dimiliki oleh kelinci sehingga terlihat lucu dan menggemaskan. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut makrodontia.

Belakangan ini gigi kelinci menjadi tren di tengah masyarakat. Bukan tanpa sebab, bentuk gigi ini dianggap mampu menambah estetika gigi dan membuat wajah terlihat lebih muda. Tidak heran jika banyak klinik gigi yang menawarkan layanan veneer gigi untuk mendapatkan bentuk gigi seperti kelinci.

Jenis-Jenis Gigi Kelinci

Ada tiga jenis gigi kelinci atau makrodontia yang dikenal dalam dunia medis. Untuk mengetahui lebih lengkap seputar jenis-jenis gigi kelinci, simak penjelasan berikut.

  • Localised Macrodontia

Localised macrodontia adalah kondisi ketika satu gigi tumbuh lebih besar daripada gigi lainnya. Gigi tersebut tumbuh hanya di satu lokasi atau satu sisi mulut saja. Meskipun jarang terjadi, kasus localised macrodontia kerap dialami oleh pria.

  • Truly Generalised Macrodontia

Disebut juga sebagai makrodontia generalista, pada kondisi ini semua gigi tumbuh lebih besar daripada gigi manusia normal. Truly generalised macrodontia termasuk kondisi yang langka dan biasanya terjadi pada manusia yang mengalami gigantisme hipofisis.

  • Relatively Generalised Macrodontia

Jenis makrodontia ini juga disebut sebagai makrodontia umum. Pada kondisi ini, gigi terlihat besar padahal ukuran sebenarnya normal. Hal ini disebabkan karena ukuran rahang yang kecil sehingga gigi terlihat lebih besar.

Prosedur Pemasangan Veneer Gigi Kelinci

Meningkatnya tren gigi kelinci di dunia kecantikan membuat sebagian orang tertarik untuk memasang veneer demi mendapatkan tampilan seperti gigi kelinci. Veneer adalah cangkang tipis dengan warna menyerupai gigi yang bertujuan untuk melapisi gigi. 

Prosedur pemasangan veneer cukup rumit sehingga harus dilakukan oleh dokter gigi profesional dan berpengalaman. Cangkang yang telah dibentuk menyerupai gigi kelinci buatan akan dipasang pada dua gigi depan sehingga terlihat lebih putih, rapi, dan panjang.

Ada dua metode yang digunakan dalam pemasangan veneer, antara lain:

  • Direct veneer

Direct veneer adalah metode pemasangan veneer gigi secara langsung dengan bahan resin komposit. Sebelum dipasang, permukaan gigi akan diberikan cairan etsa agar komposit dapat melekat kuat. Selanjutnya, resin komposit dioleskan di permukaan dan dikeraskan.

Komposit yang telah terpasang kemudian dibentuk menyerupai gigi kelinci dan dibuat berkilau agar terlihat alami. Prosedur ini tergolong cepat dan dapat diselesaikan hanya dengan satu kali kunjungan ke dokter gigi. Meskipun cepat dan terjangkau, hasil gigi buatan tampak halus dan alami.

  • Indirect veneer 

Indirect veneer adalah metode pemasangan di mana veneer tidak dapat dipasang secara langsung. Prosedur ini melibatkan pembuatan veneer gigi di laboratorium dengan bahan porselen yang kuat dan tahan lama.

Veneer porselen yang telah dicetak kemudian direkatkan ke permukaan gigi sehingga didapatkan bentuk gigi kelinci yang diinginkan. Sebelumnya, gigi asli akan dikikis sekitar 0,5 mm untuk memberikan ruang bagi cangkang veneer. Prosedur ini tergolong rumit dan membutuhkan beberapa kali kunjungan.

Keuntungan Veneer Gigi Kelinci

Veneer gigi kelinci menawarkan berbagai keuntungan yang dapat meningkatkan estetika penampilan. Penampilan gigi akan terlihat lebih estetik dengan gigi yang tampak lebih putih dan rapi. Memilih veneer gigi kelinci bisa menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin memperbaiki penampilan gigi dan senyum. Dengan veneer, Anda dapat merasakan peningkatan kepercayaan diri saat berinteraksi dengan orang lain.

Perawatan Veneer Gigi Kelinci

Perawatan adalah hal wajib setelah veneer gigi terpasang. Perawatan veneer gigi sebenarnya tidak terlalu sulit, namun dibutuhkan langkah-langkah khusus agar gigi selalu dalam kondisi baik, bersih, dan tidak mudah lepas. Berikut ini cara merawat veneer gigi kelinci:

  • Menjaga Kebersihan Mulut

Sisa makanan bisa membuat veneer terlihat kotor dan tidak menarik. Oleh karena itu, menjaga kebersihan gigi sangat penting setelah veneer terpasang. Sikat gigi secara rutin dan bersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi agar sisa makanan hilang secara maksimal.

Selain itu, penggunaan obat kumur juga bisa membantu menghilangkan noda, plak, maupun sisa kotoran yang masih menempel. Gunakan obat kumur yang mengandung antiseptik untuk membunuh kuman dan bakteri.

  • Menghindari Makanan Tertentu

Beberapa jenis makanan dan minuman seperti kopi dan teh bisa meninggalkan noda kekuningan pada permukaan gigi. Tentu saja hal ini bisa mengurangi estetika veneer gigi kelinci. Karena alasan tersebut, hindari mengkonsumsi makanan dan minuman yang bisa meninggalkan warna pada gigi.

Sebenarnya ada pilihan veneer porselen yang lebih tahan terhadap noda. Namun seiring berjalannya waktu, jenis veneer ini juga akan berubah warna jika terus menerus mengonsumsi makanan dan minuman berwarna.

  • Rutin Periksa Gigi

Terakhir, periksakan kondisi gigi secara rutin setiap enam bulan sekali. Jadwalkan kunjungan dengan dokter di FDC Dental Clinic untuk memastikan vener dalam kondisi terawat. FDC Dental Clinic didukung oleh dokter gigi berpengalaman yang siap memberikan tampilan maksimal pada veneer gigi kelinci.

Kesimpulan

Gigi kelinci tengah menjadi tren kecantikan yang banyak digemari oleh kaum hawa di Indonesia. Bentuk gigi yang lucu dan unik seperti kelinci memberikan kesan manis dan awet muda. Tidak heran jika banyak orang rela menghabiskan banyak uang untuk memasang veneer gigi kelinci.

Tidak ada salahnya mengikuti tren yang satu ini. Namun, selalu pastikan untuk melakukan perawatan secara maksimal agar gigi tetap terlihat estetik. Jangan lupa untuk berkonsultasi secara rutin dengan dokter gigi berpengalaman agar gigi kelinci buatan tetap sehat dan cantik.


 

© 2026 FDC Dental Clinic