Tambal Gigi
4 November 2024
Tambal Gigi Sementara: Manfaat, Proses Pemasangan, Penanganan
By drg. Ellora Gavrila
11.715
Tambal gigi sementara adalah jenis tambalan gigi yang bersifat sementara dan akan dilepas dalam jangka waktu tertentu. Dari segi kekuatan, tambalan gigi sementara cenderung lebih rapuh dan mudah lepas terutama jika digunakan untuk mengunyah makanan keras atau lengket.
Jenis tambal gigi ini sering direkomendasikan pada proses pemulihan gigi yang rusak terutama jika melibatkan prosedur perawatan saluran akar gigi. Tambalan sementara juga digunakan pada kondisi ketika ingin memasang mahkota gigi atau mengalami masalah gigi sensitif.
Tujuan dan Manfaat Tambal Gigi Sementara
Meskipun bersifat sementara dan relatif mudah lepas, jenis tambal gigi non permanen mempunyai sejumlah manfaat. Berikut ini beberapa manfaat utama tambalan gigi sementara:
- Melindungi Gigi dari Kerusakan
Tambalan sementara biasanya digunakan untuk melindungi gigi dari kerusakan sebelum menjalani perawatan permanen, misalnya pada prosedur perawatan saluran akar. Sambil menunggu infeksi sembuh dan sarat benar-benar mati, maka dokter akan memasang tambalan sementara.
- Mengurangi Rasa Nyeri dan Sensitivitas
Saraf gigi yang terbuka akibat lubang bisa menimbulkan rasa nyeri yang tajam sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Tambal gigi bermanfaat untuk menutup lubang sementara agar saraf gigi tidak terbuka sehingga rasa nyeri dan sensitivitas dapat berkurang.
- Menjaga Kebersihan Gigi yang Sudah Dibersihkan
Sebelum mendapatkan tambalan permanen, area gigi umumnya dibersihkan dari kotoran maupun infeksi. Tambalan sementara berfungsi menjaga agar gigi tetap bersih dari sisa makanan, ludah, dan kotoran sebelum tambalan permanen dapat dipasang.
Proses Pemasangan Tambal Gigi Sementara
Pemasangan tambalan gigi sementara pada umumnya relatif mudah dan dapat dilakukan hanya dengan satu kali kunjungan ke dokter gigi. Berikut ini beberapa langkah pada proses pemasangan tambal gigi non permanen.
- Pemeriksaan Awal
Sebelum melakukan pemasangan bahan tambal, dokter akan melakukan pemeriksaan awal. Tujuannya adalah untuk memastikan kondisi gigi termasuk kebersihan area yang akan ditambal agar tidak terjadi infeksi lebih lanjut.
- Pembersihan Area
Selanjutnya dokter akan memulai proses pembersihan area gigi yang akan ditambal. Menggunakan alat khusus seperti bor, dokter mengikis bagian yang kotor agar gigi terbebas dari kontaminasi. Pembersihan juga bertujuan untuk membuat lubang semakin besar agar lebih mudah mengaplikasikan bahan tambal.
- Aplikasi Bahan Tambalan
Setelah area gigi dibersihkan, dokter akan mengaplikasikan bahan tambalan. Bahan yang digunakan cukup bervariasi seperti cavit, zinc oxide eugenol, atau glass lonomer cement. Tambalan akan menutup gigi sementara agar tidak terjadi kontaminasi dan infeksi.
- Instruksi Perawatan
Terakhir, dokter akan memberikan instruksi perawatan tambalan sementara. Pasien biasanya tidak disarankan untuk makan atau minum dalam 1-2 jam pertama. Hindari menyikat gigi terlalu keras atau berkumur. Setelah 2 jam, mulai konsumsi makanan tapi hindari yang panas, keras, atau lengket.
Durasi Tambal Gigi Sementara
Tambal gigi sementara umumnya dapat bertahan antara 1 hingga 2 bulan tergantung jenis bahan yang digunakan dan perawatan setelah pemasangan. Biasanya dokter menentukan jadwal kunjungan berikutnya sesuai dengan bahan agar tambalan dapat berguna sebagaimana mestinya.
Apabila pasien memperhatikan kondisi tambalan dengan baik, kecil kemungkinan tambalan akan lepas dengan sendirinya. Sebaliknya jika pasien tidak melakukan perawatan dengan tepat, maka risiko tambalan lepas sebelum waktunya akan semakin meningkat.
Sangat penting untuk mengganti tambalan sementara dengan tambalan permanen sesuai dengan waktu yang dianjurkan. Hindari mengulur waktu terlalu lama karena bahan tambalan mungkin tidak lagi efektif melindungi gigi sebelum proses penambalan permanen.
Cara Menangani Sakit Gigi Setelah Ditambal Sementara
Sakit gigi merupakan salah satu efek samping tambal gigi sementara. Ini merupakan hal yang wajar terutama selama satu atau dua hari pasca penambalan. Lakukan beberapa cara berikut untuk meredakan sakit gigi setelah mendapatkan tambalan sementara:
- Konsumsi Obat Pereda Nyeri
Mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen membantu meredakan rasa nyeri atau sakit pada gigi. Obat tersebut bekerja secara efektif menghambat sintesis prostaglandin sehingga rasa nyeri akan berkurang dalam waktu beberapa jam setelah minum obat.
Obat pereda nyeri biasanya dijual bebas dan bisa dibeli di apotek tanpa menggunakan resep dokter. Tetap ikuti petunjuk penggunaan demi hasil yang optimal dan menghindari risiko efek samping berbahaya.
- Hindari Makanan dan Minuman Panas atau Dingin
Gigi yang baru saja ditambal mungkin lebih sensitif terhadap panas atau dingin. Apabila gigi terasa ngilu atau nyeri, hindari makanan atau minuman yang dapat meningkatkan sensitivitas seperti terlalu panas, terlalu dingin, atau terlalu manis.
Hindari juga makanan dengan tekstur yang terlalu keras atau lengket karena bisa membuat gigi semakin terasa ngilu. Selain itu, mengonsumsi makanan bertekstur keras atau lengket juga akan membuat tambalan mudah lepas.
- Jaga Kebersihan Mulut
Rajin gosok gigi menggunakan sikat gigi yang lembut. Gosok secara perlahan agar gigi tidak semakin sensitif. Menggosok gigi dengan perlahan juga dapat mengurangi risiko tambalan terlepas sebelum waktunya. Pastikan tidak menggosok gigi atau berkumur 1-2 jam setelah prosedur penambalan.
Kesimpulan
Meskipun bersifat sementara, tambal gigi non permanen mempunyai manfaat yang sangat besar bagi keberhasilan tambal gigi permanen. Setelah dilakukan pemasangan, sangat penting untuk merawat kondisi tambalan agar tidak lepas sebelum waktu yang ditentukan oleh dokter gigi.
Untuk mendapatkan penanganan terbaik untuk tambal gigi sementara, kunjungi Klinik FDC. Dokter gigi yang ahli dan berpengalaman akan melakukan prosedur penambalan dengan baik demi hasil maksimal. Dokter juga mengedukasi pasien terkait perawatan tambalan agar tidak mudah terlepas.
© 2026 FDC Dental Clinic
