Informasi
27 Oktober 2024
Sariawan di Gusi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
By drg. Ellora Gavrila
4.383
Secara medis, sariawan di gusi dikenal dengan istilah stomatitis, yaitu peradangan pada area mulut yang disertai dengan rasa nyeri sehingga membuat rasa tidak nyaman saat berbicara, minum, dan makan.
Jika tidak segera ditangani, stomatitis dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mulut seperti pendarahan gusi dan bahkan tonsilitis (radang amandel). Guna mencegah skenario buruk ini terjadi, ketahui apa saja ciri dan penyebab dari sariawan pada gusi serta pencegahannya.
Penyebab Sariawan di Gusi
- Trauma pada Gusi
Menyikat gigi secara buru-buru atau terlalu keras bisa menjadi penyebab utama dari luka pada gusi, dan luka inilah yang nantinya dapat memicu sariawan. Luka serupa juga bisa didapat ketika seseorang baru memasang kawat gigi atau gigi palsu.
Penyebab luka lainnya bisa karena benturan saat sedang beraktivitas seperti olahraga, atau mungkin karena kecelakaan, terjatuh, terpeleset, dan sebagainya.
- Infeksi Virus atau Bakteri
Tak melulu karena luka terbuka, sariawan di gusi juga bisa disebabkan oleh adanya infeksi virus atau baketri. Secara medis, kondisi ini disebut dengan gingivostomatitis, dan penyebab paling umum adalah kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut.
- Kekurangan Nutrisi
Terlalu sedikit asupan mineral dan vitamin rupanya menjadi penyebab lain dari sariawan pada gusi. Adapun sejumlah nutrisi yang mampu menjaga kesehatan mulut termasuk vitamin C, B12, B3, zat besi, zinc, dan asam folat.
Cara paling efektif untuk mendapat berbagai nutrisi ini adalah dengan rutin mengkonsumsi sayur dan buah-buahan, terutama yang kaya akan vitamin C. Bisa memakan buah dalam bentuk utuh atau diolah menjadi jus buah segar dan smoothies. Jika ingin lebih praktis, bisa juga mengkonsumsi suplemen vitamin C.
- Stres dan Perubahan Hormonal
Sudah terbukti bahwa stres dapat memicu berbagai macam penyakit termasuk sariawan di gusi. Namun sebenarnya, sariawan akibat stres merupakan faktor tidak langsung.
Jadi saat mengalami stres, seseorang biasanya akan lebih mudah gelisah, kurang istirahat, kurang minum, sedikit makan, dan kurang menjaga kesehatan mulut. Pada akhirnya, hal inilah yang memicu sariawan.
Pada sebuah penelitian juga disebutkan bahwa perubahan hormonal pada wanita menjadi penyebab lain dari sariawan, dan perubahan hormon paling besar terjadi saat sedang PMS, masa kehamilan, menstruasi, dan menopause.
Hal ini karena pada masa-masa tersebut, hormon progesteron pada wanita akan mengalami peningkatan drastis yang berpengaruh terhadap aliran darah ke gusi.
- Makanan atau Obat-obatan
Terlalu sering mengkonsumsi makanan asam, pedas, atau panas dapat menyebabkan luka pada rongga mulut dan bisa memicu sariawan pada gusi. Resiko serupa juga bisa didapat karena seseorang terlalu banyak merokok.
Hal ini karena kandungan di dalam rokok dapat memperlambat atau bahkan mengurangi aliran darah ke gusi, dan kondisi ini akan membuat gusi kekurangan nutrisi. Dampaknya, gusi akan lebih rentan untuk terkena infeksi.
Sementara pada sebagian orang yang memiliki alergi terhadap jenis obat-obatan tertentu juga dapat mengalami sariawan pada gusi. Tidak melulu obat minum, namun obat kumur dengan kandungan SLS (sodium lauryl sulfate) juga bisa memicu sariawan pada sebagian orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Gejala Sariawan di Gusi
- Rasa Sakit dan Tidak Nyaman
Rasa sakit dan tidak nyaman akibat sariawan biasanya tidak langsung terasa, namun berkembang perlahan dan ditandai dengan sensasi perih, mulut kering, dan rasa sakit atau tidak nyaman saat menelan.
- Luka Berwarna Putih atau Kuning dengan Tepi Merah
Secara umum, sariawan pada gusi ditandai dengan adanya luka berbentuk bulat atau oval tidak beraturan dengan ukuran kecil hingga besar yang bagian tengahnya berwarna putih, sedangkan pinggirannya berwarna kemerahan. Namun pada beberapa kasus, luka bagian dalam dapat berwarna kuning atau abu.
- Pembengkakan di Area Gusi
Gejala tambahan yang mungkin muncul pada sariawan yang lebih parah adalah adanya pembengkakan pada gusi, dan tentu saja kondisi ini disertai rasa nyeri yang membuat rasa tidak nyaman.
- Kesulitan Makan dan Berbicara
Ketika sariawan sedang berada di puncak rasa sakit, pada penderita akan mengalami rasa tidak nyaman yang membuat sulit untuk mengunyah dan berbicara. Hal ini tentu akan berdampak pada aktivitas sehari-hari, seperti lebih malas, tidak mood, atau bahkan stres.
Cara Mengatasi Sariawan di Gusi
Pengobatan Rumahan
Sariawan dalam kategori ringan dapat diobati secara mandiri di rumah dengan cara-cara yang terbukti efektif seperti berikut:
- Berkumur dengan air garam karena larutan ini bisa mencegah penyebaran bakteri dan bahkan membunuhnya.
- Gunakan kompres air dingin untuk mengurangi rasa sakit akibat sariawan. Namun jangan kompres langsung pada gusi, melainkan pada pipi.
- Hindari makanan yang disinyalir menjadi penyebab sariawan atau kemungkinan bisa memperparah, seperti makanan pedas dan asam.
Pengobatan Medis
Pada kasus yang umum, sariawan akan sembuh dalam 7-14 hari. Jika lebih dari ini atau luka semakin membesar, maka segera periksakan diri ke dokter ahli seperti FDC. Biasanya dokter akan memberikan beberapa jenis obat sariawan seperti berikut:
- Obat anti-inflamasi yang bisa mengurangi pembengkakan.
- Antibiotik untuk pengobatan sariawan yang penyebabnya adalah infeksi.
- Salep atau obat kumur khusus sariawan yang dapat membantu mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa sakit.
Pencegahan Sariawan di Gusi
Berikut sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk mencegah sariawan muncul atau lebih parah:
- Jaga kebersihan mulut dan gigi untuk mencegah munculnya bakteri, kuman, dan berbagai jenis infeksi yang bisa mengganggu kesehatan mulut.
- Terapkan pola makan yang sehat dengan kandungan nutrisi yang cukup, seperti rutin mengkonsumsi buah dan sayur, serta penuhi kebutuhan cairan tubuh.
- Latihan manajemen stres agar terhindar dari sariawan dan berbagai jenis penyebab lain.
- Rajin sikat gigi menggunakan sikat berbulu lembut guna mencegah luka pada gusi.
- Hindari minuman dan makanan yang menjadi pemicu sariawan, seperti asam, pedas, panas, alkohol, soda, dan rokok.
Kesimpulan
Sariawan di gusi sebenarnya tidak berbahaya dan akan sembuh sendiri dalam 2 minggu. Namun, penting untuk mengetahui penyebab dan gejala sariawan agar bisa segera diobati. Lakukan juga tindakan pencegahan agar tidak terjadi sariawan berulang, seperti salah satunya menjaga kesehatan mulut dan gigi.
© 2026 FDC Dental Clinic
