Informasi
5 November 2024
Polishing Gigi: Prosedur, Jenis, Manfaat, Perawatan
By drg. Ellora Gavrila
4.779
Polishing gigi atau pemolesan gigi adalah salah satu prosedur perawatan yang dilakukan dengan memoles permukaan gigi. Prosedur ini cukup diminati karena berbagai alasan, mulai dari kebersihan hingga estetik untuk menunjang penampilan.
Tujuan utama dari pemolesan gigi adalah untuk menghilangkan noda dan kotoran membandel yang menempel pada gigi. Selain itu, polishing juga bertujuan untuk menghaluskan permukaan gigi terutama setelah dilakukan pembersihan plak atau karang gigi (scaling) dan stain cleaning.
Prosedur Polishing Gigi
Perawatan pemolesan gigi pada umumnya tergolong sederhana dan tidak menimbulkan rasa sakit. Kendati demikian, prosedur ini harus dilakukan oleh dokter gigi berpengalaman untuk menghindari efek samping serius.
Terlebih dahulu dokter gigi akan melakukan pemeriksaan kondisi gigi dan mulut. Apabila ditemukan karang gigi atau plak, maka dokter akan menganjurkan untuk melakukan scaling atau stain cleaning. Prosedur scaling bertujuan untuk merontokkan karang gigi menggunakan ultrasonic scaler.
Setelah gigi bersih dari karang dan kotoran, dokter akan memulai proses pemolesan untuk meratakan permukaan gigi serta menghilangkan noda yang menempel. Pemolesan dilakukan menggunakan alat khusus seperti bor dengan ujung karet.
Selama proses pemolesan, dokter juga akan menggunakan larutan yang bersifat abrasif guna memudahkan pembersihan. Untuk kasus tertentu, dokter juga akan menggunakan air polishing, yaitu teknik pemolesan yang memadukan tekanan udara, air, dan baham abrasif.
Terakhir, dokter mengaplikasikan pasta khusus yang mengandung fluoride atau bahan pemutih. Prosedur ini cukup mudah dan bisa dilakukan dengan satu kali kunjungan. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk pemolesan berkisar antara 30 hingga 120 menit tergantung kondisi gigi.
Jenis-Jenis Polishing Gigi
Ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk polishing gigi seperti metode mekanis, air polishing, dan polishing dengan pasta abrasif. Berikut penjelasannya.
- Polishing Mekanis
Polishing mekanis adalah metode pemolesan gigi yang menggunakan alat berputar menyerupai bor namun berkepala karet atau sikat. Penggunaan alat ini sangat membantu proses pembersihan karena lebih efektif dan efisien.
- Air Polishing
Air polishing merupakan metode yang menggunakan aliran udara bercampur butiran abrasif untuk membersihkan gigi. Metode pemolesan ini bisa digunakan untuk tingkat keparahan sedang hingga tinggi sehingga metode polishing mekanis kurang efektif.
- Polishing dengan Pasta Abrasif
Terakhir yaitu metode pembersihan dengan pasta abrasif dan alat berputar. Pasta abrasif berperan untuk mengikis noda dan kotoran pada gigi sedangkan alat berputar berfungsi untuk meratakan permukaan gigi.
Manfaat Polishing Gigi
Prosedur pemolesan gigi mempunyai sejumlah manfaat. Berikut ini manfaat polishing gigi jika dilakukan secara tepat dan rutin.
- Menghilangkan noda pada gigi
- Mencegah penumpukan plak dan karang gigi
- Meningkatkan estetika gigi dengan membuatnya tampak lebih bersih dan berkilau
- Meningkatkan kesehatan mulut dengan mengurangi bakteri
Efek Samping dan Risiko Polishing Gigi
Kendati menawarkan segudang manfaat, pemolesan gigi juga bisa menimbulkan efek samping. Pahami beberapa efek samping di bawah ini sebelum memutuskan untuk menjalani pemolesan gigi
- Sensitivitas Gigi Sementara
Beberapa orang mungkin merasakan gigi lebih sensitif setelah melakukan poles gigi. Hal ini disebabkan karena prosedur ini dapat mengikis lapisan enamel gigi sehingga dapat meningkatkan sensitivitas gigi untuk sementara waktu. Biasanya lapisan enamel akan pulih kembali setelah tiga bulan.
Untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat gigi sensitif, hindari makanan atau minuman yang bisa memperburuk kondisi seperti makanan atau minuman panas dan dingin serta yang terlalu manis.
- Risiko Abrasi Enamel
Polishing gigi dengan teknik yang salah bisa meningkatkan risiko abrasi enamel. Selain itu, menjalani prosedur pembersihan terlalu sering juga bisa membuat enamel terkikis sehingga justru memperbesar risiko gigi berlubang dan rusak.
Untuk menghindari risiko tersebut, pastikan untuk melakukan poles gigi di klinik gigi terpercaya yang didukung oleh dokter gigi profesional. Selain itu, jadwalkan pemolesan maksimal dua kali dalam setahun agar lapisan enamel tidak mudah terkikis.
- Reaksi Alergi
Beberapa orang mungkin merasakan reaksi alergi terhadap bahan yang digunakan selama prosedur. Poles gigi biasanya menggunakan pasta khusus yang bersifat abrasif untuk membantu merontokkan noda. Sayangnya, bahan kimia yang terkandung bisa memicu reaksi alergi pada sebagian orang.
Perawatan Setelah Polishing Gigi
Guna menghindari risiko timbulnya efek samping setelah menjalani poles gigi, pastikan untuk memperhatikan cara perawatan. Berikut ini cara merawat gigi setelah melakukan prosedur polishing.
- Hindari Makanan dan Minuman yang Berwarna Kuat
Makanan dan minuman dapat meninggalkan noda yang sulit hilang pada permukaan gigi. Hindari mengonsumsi teh, kopi, dan jenis makanan atau minuman berwarna kuat lainnya yang berpotensi membuat gigi tampak bernoda.
- Menjaga Kebersihan Mulut
Sikat gigi secara teratur dengan pasta gigi berfluoride untuk mengembalikan lapisan enamel gigi lebih cepat. Jangan lupa gunakan benang gigi untuk menjangkau sela-sela gigi agar sisa makanan tidak tertinggal.
- Rutin Kontrol ke Dokter Gigi
Jaga hasil polishing dengan melakukan kontrol rutin ke dokter gigi. Dokter akan memeriksa kondisi gigi untuk memastikan tidak ada masalah yang timbul pasca menjalani prosedur.
Kesimpulan
Poles gigi merupakan salah satu prosedur perawatan gigi yang penting untuk dilakukan. Polishing memiliki segudang manfaat seperti membersihkan noda yang menempel hingga karang gigi yang dapat mengancam kesehatan mulut dan gigi. Prosedur ini juga bisa menjaga estetika mulut guna meningkatkan rasa percaya diri.
Untuk mencegah kesalahan dalam polishing gigi, pastikan untuk mengunjungi klinik terpercaya seperti FDC Dental Clinic. Dokter gigi berpengalaman dan peralatan modern membuat perawatan gigi lebih aman dan menyenangkan.
© 2026 FDC Dental Clinic
