Informasi

30 Oktober 2024

Penyebab Sakit Gigi Sampai ke Telinga dan Cara Menghilangkannya

By drg. Ellora Gavrila

6.193

image-

Sakit gigi termasuk salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi. Namun, sakit gigi sampai ke telinga harus diwaspadai dan sudah termasuk kategori berbahaya jika terlambat ditangani.

Sakit gigi jenis ini diawali dengan kondisi gigi yang tidak sehat, kemudian menjalar hingga rongga mulut dan akhirnya mencapai saraf di sekitar telinga. Pahami apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya dengan cek penjelasan di bawah ini.

Penyebab Sakit Gigi Sampai ke Telinga

Inilah beberapa penyebab paling umum dari sakit gigi hingga ke telinga:

  • Infeksi Gigi atau Gusi

Infeksi gigi atau gusi yang tidak segera ditangani dengan tepat dapat menyebar hingga telinga dan kepala. Infeksi sendiri disebabkan oleh adanya penumpukan bakteri, dan bakteri muncul karena tumpukan sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik. 

Infeksi gusi atau gigi biasanya disertai dengan rasa nyeri yang tidak menetap, jadi bisa berubah namun tetap di satu area yang sama.

  • Gigi Berlubang yang Parah

Infeksi gigi yang dibiarkan bisa berubah menjadi gigi berlubang dan memicu rasa sakit yang bisa menjalar hingga area telinga dan kepala. 

Pada kasus ini, sumber sakit berasal dari saraf trigeminal yang menghubungkan area mulut dan kepala termasuk melewati telinga. Hal inilah yang membuat orang dengan gigi berlubang sering mengalami sakit kepala dan migrain.

  • Gangguan pada Sendi Rahang (TMJ)

Temporomandibular Joint atau biasa disingkat TMJ, yang juga biasa dikenal sebagai sendi rahang, adalah dua sendi yang menghubungan tulang tengkorang kepala dengan rahang bagian bawah.

Saat seseorang mengalami sakit gigi yang cukup parah dan sudah menjalar ke rahang bawah, maka lama-kelamaan bisa sampai ke dekat telinga, pelipis, hingga kepala. 

Pada kasus ini, rasa sakit biasanya muncul saat terjadi gerakan rahang seperti ketika sedang mengunyah, berbicara, atau membuka mulut dengan lebar.

  • Abses Gigi

Abses gigi adalah kondisi saat rongga gigi memiliki kantong berisi nanah yang disertai dengan rasa sakit terus-menerus. Kurangnya menjaga kebersihan mulut menjadi salah satu pemicu terbesar dari kondisi ini. 

Tumpukan sisa makanan memicu pertumbuhan bakteri yang kemudian menyebabkan infeksi dan memicu abses. Bisa terjadi pada anak-anak maupun dewasa.

  • Impaksi Gigi Bungsu

Gigi bungsu adalah gigi yang tumbuh paling terakhir, yakni pada rentang usia 17 - 21 tahun. Pada kondisi tertentu, gigi bungsu yang seharusnya tumbuh lurus bisa jadi miring atau sebagian tertanam di dalam gusi (disebut impaksi). 

  • Bruxism

Bruxism atau menggertakkan gigi saat tidur dapat disebabkan oleh kondisi psikologis seperti kelelahan, stres, atau faktor genetik. Kebiasaan ini dapat menyebabkan tekanan berlebih pada gigi dan rahang, yang pada akhirnya dapat menyebabkan rasa sakit yang menjalar ke telinga.

Selain kehilangan sebagian fungsinya, impaksi juga menimbulkan rasa nyeri dan semakin parah setiap kali mengunyah. Letaknya dari gigi bungsu sendiri ada di ujung rahang paling belakang, yang berarti cukup dekat dengan telinga. Inilah mengapa sakit gigi sampai ke telinga bisa dirasakan akibat impaksi.

Gejala yang Menyertai

Wajib waspada jika salah satu dari beberapa gejala di bawah ini sudah Anda alami.

  • Nyeri Berdenyut

Sakit gigi disertai dengan kedutan disebut dengan nyeri berdenyut yang biasanya disebabkan oleh gigi berlubang atau infeksi. Pada kasus ini, lubang gigi biasanya cukup dalam dan bisa juga sudah ada abses. Rasa sakit yang intens akan menyebar hingga telinga.

  • Pembengkakan

Waspadai pembengkakan di sekitar gigi atau pipi karena terlambat ditangani bisa menyebabkan rasa nyeri di telinga dan kepala.

  • Demam

Demam juga menjadi salah satu gejala dari sakit gigi sampai ke telinga yang terlambat diobati. Biasanya, demam disebabkan oleh adanya infeksi. 

  • Kesulitan Mengunyah

Gigi yang sedang bermasalah tentu akan kehilangan sebagian atau bahkan seluruh fungsinya. Hal ini ditandai dengan rasa sakit saat sedang menggigit atau mengunyah makanan.

  • Gangguan Pendengaran Sementara

Rasa sakit yang intens pada area telinga akibat sakit gigi bisa menyebabkan hilangnya fungsi pendengaran. 

Sebab, telinga sendiri sebenarnya cukup rentan terhadap gangguan-gangguan seperti cedera, masuknya benda asing, cara yang salah dalam membersihkan telinga, dan juga sakit gigi.

Cara Mengatasi Sakit Gigi Sampai ke Telinga

Ada dua metode pengobatan untuk sakit gigi sampai telinga, yaitu di secara mandiri dan dengan bantuan medis. 

Pengobatan Rumahan

  • Kompres: gunakan kompres air hangat atau dingin untuk meredakan rasa nyeri pada gigi atau pembengkakan ringan.
  • Minum obat sakit gigi sampai telinga: jika kompres saja tidak membantu, maka bisa konsumsi obat pereda nyeri atau anti-inflamasi non steroid (NSAID) yang bisa dibeli bebas di apotik. 
  • Air garam: jika ingin obat alami yang minim efek samping, maka bisa membuat campuran air dan garam sebagai obat kumur. Larutan ini terbukti dapat memerangi bakteri di gigi sehingga mampu meredakan nyeri dan infeksi.

Pengobatan Medis

  • Antibiotik: penyebaran infeksi pada gigi bisa dicegah dengan konsumsi antibiotik. Tergantung pada tingkat infeksi dan kondisi masing-masing, dokter bisa memberikan jenis metronidazol, amoksisilin, atau azitromisin.
  • Perawatan saluran akar: jika infeksi gigi tidak kunjung sembuh setelah konsumsi antibiotik, biasanya dokter akan menyarankan perawatan saluran akar, yaitu prosedur menghilangkan infeksi langsung pada akar gigi.
  • Pencabutan gigi: infeksi gigi yang sudah sangat parah dan membuat gigi rusak permanen membutuhkan pencabutan agar infeksi tidak menyebar ke gigi lain yang masih sehat.
  • Perawatan pada TMJ: pada kasus tertentu, sakit gigi hingga telinga bisa diobati dengan terapi di area sendi rahang atau TMJ.

Kesimpulan

Mengenali berbagai penyebab dan gejala sakit gigi sampai ke telinga bisa mencegah komplikasi yang berakibat fatal seperti abses atau bahkan kehilangan gigi karena dicabut. 

Segera ambil tindakan secara mandiri atau pun ke dokter gigi ahli FDC jika sejumlah gejala di atas sudah terjadi. Lakukan perawatan dan pemeriksaan gigi secara rutin dengan dokter-dokter berpengalaman di FDC Dental Clinic agar kondisi gigi dan mulut senantiasa sehat.

© 2026 FDC Dental Clinic