Informasi

11 November 2024

Penyebab Gigi Rusak pada Anak dan Cara Mengatasinya

By drg. Anjasari Evanata

4.051

image-

Gigi rusak pada anak adalah kondisi gigi yang tidak sehat dengan sejumlah tanda seperti berwarna kuning atau kehitaman, keropos, dan berlubang. Anak-anak cenderung menyukai cemilan manis seperti permen, biskuit, dan es krim. 

Jika tidak diimbangi dengan rajin menjaga kebersihan mulut dan gigi, maka kerusakan gigi dan gusi bisa saja terjadi. Kerusakan gigi tidak hanya menimbulkan nyeri dan infeksi, namun juga dapat mempengaruhi pertumbuhan anak, seperti dalam hal berbicara dan perkembangan rahang.

Penyebab Gigi Rusak pada Anak

  • Kebiasaan Buruk

Ada istilah gigi gigis, yaitu pembusukan gigi yang terjadi akibat kebiasaan buruk seperti penggunaan dot dan menghisap jempol. Gerakan mulut saat menghisap dot atau jari dapat mengubah struktur gigi dan rahang. Gigi depan bisa tumbuh keluar jalur atau rahang atas dan bawah tidak sejajar.

Selain itu, cairan susu dari dot yang menggenang di sekitar gigi dan tidak segera dibersihkan dapat mendatangkan bakteri dan memicu zat asam yang bisa merusak gigi. Susu sendiri mengandung gula yang merupakan makanan utama dari bakteri. 

  • Pola Makan

Pola makan tidak sehat seperti camilan dan minuman tinggi gula merupakan penyebab utama dari karies gigi. Karies berasal dari sisa makanan tinggi gula yang menempel pada gigi dan mengundang bakteri. 

Selanjutnya bakteri akan menggerogoti lapisan pelindung gigi dan menyebabkan gigi busuk serta pembentukan lubang yang semakin membesar. 

Gigi susu yang rusak akan membuat gigi dewasa mengalami hal serupa, sebab gigi dewasa tumbuh di tempat yang sama dengan gigi susu tadi. Gigi berlubang sendiri juga memicu gusi bengkak dan infeksi yang bisa menyebar ke area tubuh lain.

  • Kebersihan Mulut Kurang Terjaga

Kurang menjaga kebersihan mulut dapat menyebabkan gigi rusak pada anak, karena itu ajarkan anak cara menyikat gigi sedini mungkin. 

Pastikan anak menyikat gigi 2x sehari, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Anak usia di bawah 7 tahun wajib didampingi saat menyikat gigi untuk memastikan kebersihannya.

  • Faktor Genetik

Apakah gigi anak rusak bisa karena faktor genetik? Menurut jurnal Australian Dental Association, faktor genetik memungkinkan anak memiliki karies gigi. Faktor genetik sendiri dapat mempengaruhi struktur gigi, ukuran rahang, struktur email gigi, komposisi air ludah, dan bahkan respon imun gigi terhadap bakteri.

Namun jangan khawatir, meski kerusakan gigi anak dapat terjadi karena faktor keturunan, resikonya tetap bisa diturunkan dengan rajin menjaga kebersihan mulut dan gigi, serta menghindari makanan dan minuman tinggi gula. 

Disarankan juga untuk 6 bulan sekali pergi ke dokter gigi guna memantau perkembangan gigi anak dan memastikan kesehatannya.

Dampak Gigi Rusak pada Kesehatan Anak

  • Masalah Kesehatan Mulut

Kesehatan mulut yang buruk dapat memicu berbagai penyakit mulut mulai dari sariawan, gusi bengkak, gigi reges atau karies, gigi berlubang, hingga infeksi gusi dan peradangan. Tidak jarang juga gigi rusak pada anak menyebabkan pembusukan gigi dan kematian di bagain akar. 

Ciri-ciri gigi anak rusak pada tahap awal adalah muncul bintik-bintik putih kusam atau coklat di pangkal gigi atau dekat gusi dan gusi bengkak serta kemerahan. Jika sudah parah, biasanya warna gigi akan menghitam dan terlihat ada lubang atau gigi patah.

  • Mempengaruhi Perkembangan Anak

Gigi rusak pada anak juga akan berdampak pada perkembangan berbicara dan biasanya menyebabkan kesulitan mengunyah. 

Jika kemampuan mengunyah bermasalah, maka dampaknya adalah ke bagian pencernaan dan penyerapan nutrisi. Maka, gigi rusak pada anak akan mempengaruhi perkembangan tubuh secara keseluruhan.

  • Dampak Psikologis

Selain fisik, gigi anak rusak juga berdampak pada psikologis. Ketika tampilan gigi anak tidak rapi, rahang atas dan bawah tidak sejajar, atau gigi depan tampak maju misal, maka kepercayaan diri sang anak dapat menurun atau merasa minder. Akibatnya, anak akan mengalami masalah interaksi sosial. 

Pencegahan Gigi Rusak pada Anak

  • Perawatan Gigi Sejak Dini

Menyikat gigi harus dilakukan sejak gigi anak pertama kali mulai tumbuh, yaitu sejak bayi, bukan menunggu usia 2 tahun atau lebih. Pastikan untuk menyikat gigi bayi dengan lembut dan tanpa pasta gigi.

  • Kebiasaan Baik dalam Menjaga Kebersihan Mulut

Kebiasaan sederhana seperti sikat gigi 2x sehari telah terbukti efektif dalam mencegah berbagai penyakit gigi dan gusi, termasuk karies dan gigi berlubang pada anak. 

Jadi, ajarkan anak tentang cara yang benar dalam menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut secara keseluruhan sejak dini. Anak usia 2 tahun sudah boleh menggunakan pasta gigi khusus anak, dan ketika usia 3 tahun sudah bisa memakai pasta gigi berfluoride dengan ukuran sebesar biji kacang.

Pastikan untuk selalu mendampingi anak di bawah 6 tahun saat sedang menggosok gigi, untuk memastikan caranya sudah benar dan hasilnya memang bersih. 

  • Pola Makan yang Sehat dan Seimbang

Hindarkan anak dari makanan tidak sehat terutama yang tinggi gula. Gantikan dengan makanan sehat dan gizi seimbang seperti buah dan sayur. Pilih makanan rebus dibanding yang digoreng, dan ajarkan si kecil tentang pentingnya minum air putih daripada minuman manis.

Cara Mengatasi Gigi Rusak pada Anak

  • Pemeriksaan Rutin Ke Dokter

Ajak anak untuk periksa gigi secara rutin ke FDC Dental Clinic. Pastikan untuk tidak memberikan afirmasi negatif seperti mengatakan bahwa dokter gigi itu menakutkan, galak, dan sebagainya. Pastikan anak senang dan bersemangat untuk memeriksakan gigi.

  • Perawatan Medis

Gigi anak keropos atau terlanjur rusak dapat diatasi dengan pembersihan plak atau penambalan, tergantung pada jenis kerusakan. Pada kondisi yang lebih serius, perawatan pembersihan saluran akar mungkin juga dilakukan.

  • Edukasi

Sedini mungkin berikan edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan gigi, apa saja dampak dari malas menggosok gigi, dan makanan apa yang dapat merusak gigi.

Kesimpulan

Penting untuk menjaga kebersihan gigi anak sedini mungkin mulai dari rajin gosok gigi, hindari makanan manis, dan rutin periksa ke dokter. Manfaat jangka panjangnya adalah mencegah gigi rusak pada anak, pertumbuhan anak lebih optimal, dan tidak mengalami rasa minder akibat gigi rusak atau tidak rapi.

© 2026 FDC Dental Clinic