Informasi

2 April 2026

Penyebab Gigi Ngilu dan Cara Mengatasinya

By drg. Fina Fitria Andika

135

image-

Penyebab Gigi Ngilu dan Cara Mengatasinya

Gigi ngilu adalah sensasi ngilu pada gigi yang bisa muncul secara tiba-tiba dan kapan saja, baik saat sedang makan ataupun ketika gigi sedang beristirahat. Kondisi ini patut diwaspadai karena bisa menjadi indikasi dari gangguan kesehatan pada gigi dan gusi, seperti adanya retakan gigi atau gigi berlubang. 

Satu atau beberapa gigi terasa ngilu merupakan salah satu keluhan umum di kalangan orang dewasa yang memang memiliki kondisi gigi sensitif. Bagaimana cara mengatasinya? Bisa dengan penggunaan pasta gigi khusus atau melakukan perawatan profesional. Temukan jawaban lengkapnya di bawah ini.

Penyebab Gigi Ngilu

Gigi terasa ngilu tiba-tiba dalam waktu sementara atau jangka panjang dapat terjadi karena beragam faktor seperti berikut ini:

Enamel yang Menipis

Gigi ngilu berkepanjangan diakibatkan oleh sensitivitas gigi yang meningkat, dan kondisi ini terjadi saat lapisan dentin dalam kondisi terbuka. 

Akibatnya, akar gigi yang memiliki ribuan saraf kecil akan menjadi lebih terekspos dan peka terhadap berbagai rangsangan, seperti minuman dingin, makanan panas, dan camilan manis. 

Nah, kondisi dentin yang terbuka tadi umumnya disebabkan oleh penipisan enamel (lapisan pelindung gigi terluar). Penggunaan sikat gigi berbulu kasar, teknik menyikat gigi yang salah, atau terlalu banyak makanan asam dapat menyebabkan penipisan enamel.

Gigi Berlubang 

Karies dan gigi berlubang dapat disebabkan oleh banyak hal, namun yang paling umum adalah adanya aktivitas bakteri atau kuman di dalam rongga mulut yang membuat lapisan pelindung gigi terbuka. Tergantung besarnya lubang, kondisi ini dapat menimbulkan rasa ngilu sesaat atau nyeri hebat. 

Pada beberapa kasus gigi berlubang yang parah dapat terjadi komplikasi seperti abses gigi, sepsis, infeksi gigi, dan bahkan gigi tanggal permanen.

Resesi Gusi

Penyebab gigi ngilu lainnya adalah adanya masalah pada gusi, seperti gusi turun (resesi). Kondisi ini ditandai dengan menjauhnya jaringan gusi dari gigi sehingga membuat akar gigi di bawah gusi terlihat. 

Kondisi ini merupakan masalah serius dalam konteks kesehatan mulut karena dapat menyebabkan berbagai masalah seperti:

  • Gusi mudah berdarah.
  • Gusi bengkak.
  • Bau mulut.
  • Nyeri pada garis gusi.
  • Gigi terasa ngilu
  • Gigi goyang

Retakan pada Gigi

Bisa jadi, gigi ngilu pertanda adanya retakan. Gigi memang merupakan bagian paling kuat dari tubuh, namun benturan sangat keras atau kebiasaan mengunyah makanan keras dapat membuat gigi patah, retak, atau bahkan goyang dan tanggal.

Retakan tersebut dapat terisi oleh sisa makanan dan bakteri yang bisa berkembang menjadi masalah seperti meningkatkan sensitivitas gigi saat bersentuhan dengan makanan manis atau minuman dingin.

Penggunaan Produk Pemutih Gigi

Jika dipakai secara berlebihan, dalam jangka lama, atau tanpa konsultasi dengan dokter, bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam produk pemutih gigi dapat mengikis lapisan email dan membuat dentin terbuka, sehingga bagian akar gigi tidak lagi terlindungi secara maksimal. Alhasil, gigi mudah terasa ngilu.

Kebiasaan Buruk

Menggertakkan gigi (bruxism) dan suka mengunyah benda keras merupakan dua kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi. 

Seiring waktu, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko pengikisan email gigi dan memicu gigi berlubang. Kondisi ini membuat gigi ngilu hingga rasa sakit yang hebat.

Gejala Gigi Ngilu

  • Gigi lebih sensitif terhadap makanan panas atau minuman dingin.
  • Rasa nyeri yang tiba-tiba datang ketika sedang mengkonsumsi camilan manis atau asam.
  • Rasa tidak nyaman saat mengunyah.
  • Nyeri datang dan pergi dengan durasi waktu yang berbeda.

Cara Mengatasi Gigi Ngilu

Menggunakan Pasta Gigi Khusus

Tak hanya mengandung fluoride, pasta gigi untuk gigi ngilu juga mengandung formula khusus yang mampu meredakan rasa ngilu atau nyeri. Namun, cara ini tidak instan. Anda harus rutin menggunakannya sampai gejala mereda atau hilang.

Menggunakan Obat Kumur Fluoride

Cara menghilangkan gigi ngilu bisa dengan penggunaan obat kumur berfluoride atau mengoleskan gel dengan kandungan fluoride. Obat kumur jenis ini dapat digunakan setelah makan dan sebelum tidur malam (setelah gosok gigi). 

Kandungan fluoride mampu mengelola rasa ngilu dan mencegahnya bertambah buruk, serta menjaga gigi tetap kuat dan mencegah gigi berlubang.

Menghindari Pemicu

Sangat penting untuk memperhatikan minuman dan makanan yang dikonsumsi karena dapat berdampak pada kesehatan gigi dan gusi. Sebaiknya batasi makanan asam atau dengan kandungan gula tinggi karena dapat mengikis email dan membuat lapisan dentin tidak lagi terlindungi. 

Makanan manis merupakan sumber makanan utama bagi bakteri. Batasi juga minuman bersoda, dan disarankan untuk menggunakan sedotan agar soda tidak bersentuhan langsung dengan gigi. Kadar asam di dalam mulut dapat dinetralkan dengan minum air putih.

Perawatan Profesional

Gigi ngilu yang tak kunjung sembuh atau semakin memburuk sebaiknya segera diperiksakan ke dokter gigi guna mendapat perawatan profesional seperti penambalan, desensitisasi (prosedur medis untuk mengatasi gigi sensitif), atau aplikasi fluoride profesional.

Merubah Kebiasaan

Gigi ngilu bisa sembuh dengan merubah kebiasaan buruk seperti bruxism, yang juga dapat mencegah gigi mudah bergeser dan goyang Pada sebagian kasus, bruxism terjadi ketika seseorang sedang merasa cemas, depresi, atau tertekan. Hal ini dapat diatasi dengan terapi psikolog.

Sedangkan untuk bruxism tanpa sadar (saat tidur) dapat dikonsultasikan dengan dokter gigi, karena penyebabnya cukup beragam sehingga solusinya juga bermacam-macam. Jika perlu, dokter mungkin menyarankan penggunaan pelindung mulut.

Kesimpulan 

Rasa ngilu pada gigi bisa karena menipisnya enamel, gigi berlubang, gusi turun, gigi retak, penggunaan produk pemutih gigi, atau kebiasaan buruk seperti bruxism. Cara mengatasinya bisa dengan obat kumur fluoride, pasta gigi khusus, menghindari pemicu, atau melakukan perawatan profesional.

Gigi ngilu yang dibiarkan dapat berubah menjadi masalah serius, sehingga sangat penting untuk melakukan tindakan pencegahan seperti rajin menjaga kebersihan mulut dan terapkan pola makan sehat. Disarankan juga untuk melakukan perawatan profesional yang tepat seperti scaling di FDC Dental Clinic.

Artikel Lain

gambar-artikel-1646623141711_Bahaya-dari-Membiarkan-Gigi-Berlubang-Terlalu-Lama.jpg

Tambal Gigi

24 Februari 2022

5 Bahaya dari Membiarkan Gigi Berlubang Terlalu Lama

Bahaya gigi berlubang – Mungkin banyak dari kalian yang pernah ataupun saat ini sedang mengalami gigi berlubang. Penyakit gigi yang satu ini sangatlah sering dijumpai, mulai dari anak-anak sampai usia dewasa.

Gigi berlubang harus dicegah sejak dini agar tidak timbul lubang yang makin lama akan lebih besar lagi. Jika lubang pada gigi mulai membesar akan terasa nyeri, rasa nyeri akan mengganggu aktifitas kamu sehari-hari pastinya.

Perlu diketehui gigi berlubang merupakan salah satu penyakit gigi yang banyak dijumpai. Gigi berlubang timbul akibat kamu malas menjaga kesehatan gigi, jika kamu malas menjaga kesehatan gigi.

Tidak hanya gigi berlubang yang dapat timbul namun penyakit gigi lainnya juga nanti akan timbul nantinya. Penyakit gigi bisa timbul akibat sisa makanan yang masih tertinggal di gigi.

Untuk mencegah gigi berlubang, kamu bisa melakukan perawatan rutin dirumah dengan menyikat gigi, menyikat atau menggosok gigi secara rutin setiap dua kali sehari akan membuat kamu terhindar dari penyakit gigi.

Selain perawatan rutin dirumah, kamu juga wajib periksa kesehatan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Perawatan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, bertujuan agar kamu terhindar dari penyakit gigi serta kamu juga dapat mendeteksi penyakit sejak dini. Jangan tunggu sampai sakit baru ke dokter gigi, ini merupakan hal yang salah.

Jika kamu telah merasakan sakit yang hebat baru kedokter gigi, kamu mungkin akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk perawatan dan pengobatannya.

Hal ini dikarenakan penyakit yang kamu derita sudah semakin parah, tidak seperti jika kamu melakukan perawatan rutin setiap 6 bulan sekali.

Bahaya Gigi Berlubang

5 Bahaya dari Membiarkan Gigi Berlubang Terlalu Lama

Mungkin kamu masih menganggap sepele jika gigi kamu berlubang. Namun dibalik itu semua terdapat bahaya gigi berlubang yang dapat menyerang kamu.

Mempengaruhi struktur rahang

Gigi berlubang yang terlalu lama dibiarkan akan membahayakan bagi gigi lainnya yang masih sehat. Selain pada gigi lainnya, gigi berlubang yang terlalu lama juga akan menyebabkan masalah pada gusi. Gigi yang berlubang bisa mengakibatkan gusi kamu infeksi.

Selain mempengaruhi kesehatan gigi lainnya dan juga gusi, gigi berlubang juga berpengaruh pada struktur rahang kamu nantinya. Gigi berlubang yang terlalu lama dibiarkan akan menyebabkan kerusakan pada bagian tulang rahang.

Gigi bisa mati

Gigi mati hanya bisa diketahui oleh dokter gigi, dengan pemeriksaan rutin. Biasanya jika terdapat gigi mati, kamu tidak akan merasakan sakit apapun.

Bagian pulpa pada gigi terdapat pembuluh darah serta saraf jika ini tidak berfungsi maka akan bisa dinyatakan bahwa gigi tersebut adalah gigi mati. Kamu bisa mendeteksi gigi mati dengan cara melihat warna gigi.

Warna gigi yang mati biasanya berwarna kuning hingga yang paling parah adalah berwarna hitam. Jika kamu mengalami kondisi seperti ini kamu harus segera periksa ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut.

Gigi patah

Pada area gigi yang berlubang cenderung mudah patah, ini bisa terjadi apabila kamu menggigit makanan yang bertekstur keras diarea gigi yang berlubang. Makanan yang terlalu keras atau alot sangatlah sulit digigit, dan membuat tekanan pada gigi jadi lebih besar.

Gigi yang patah sama dengan gigi mati, kamu tidak akan merasakan sakit jika mengalaminya. Namun kamu harus segera ke dokter gigi untuk memeriksakannya, serta untuk meminimalisir penyakit lainnya.

Penyakit gusi

Jika gusi sudah terserang maka hal yang akan kamu rasakan adalah nyeri. Biasanya gusi akan bengkak disertai warna yang lebih merah serta gusi mudah berdarah saat kamu melakukan sikat gigi.

Terserang stroke

Ini sangat berbahaya dapat menyebabkan kematian, gigi berlubang yang awalnya hanya menyerang gusi lama kelamaan akan menyebabkan stroke.

Penyakit gusi yang tidak kamu segera obati akan membawa banyak kuman penyakit yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan pembuluh darah pada otak akan menyebabkan kamu terserang penyakit stroke.

Jika kamu tidak ingin mengalami penyakit diatas, sebaiknya kamu melakukan perawatan gigi secara rutin.

Ikuti saran dokter untuk mendapatkan kesehatan gigi yang maksimal, jangan malas untuk menyikat gigi setiap 2 kali sehari.

Kamu juga bisa menggunakan obat kumur dan juga benang gigi untuk mendapatkan hasil maksimal.

Itulah tadi bahaya dari gigi berlubang yang dibiarkan terlalu lama. Menjaga kesehatan gigi secara rutin sangatlah menjadi hal yang wajib kamu lakukan setiap hari.

Menggosok gigi secara rutin sangatlah efektif untuk membuat kesehatan gigi tetap terjaga dengan baik.

Nah, ada baiknya kamu menjaga kesehatan gigi sejak dini ya FDCiers. Jangan lupa untuk memeriksakan gigi kamu paling tidak 6 bulan sekali di FDC Dental Clinic.

gambar-artikel-1708930319598_plak pada gigi.jpg

Scaling Gigi

26 Februari 2024

Cegah Karang Gigi Menumpuk Dengan Perawatan Scaling Gigi

Cegah Karang Gigi Menumpuk Dengan Perawatan Scaling Gigi

DAFTAR ISI

  1. Apa itu Scaling Gigi?
  2. Tujuan Scaling
  3. Manfaat Scaling
  4. Kapan Harus Melakukan Scaling?
  5. Daftar Dokter Gigi di fdc Dental Clinic
  6. Prosedur Scaling
  7. Di Mana Melakukan Scaling Gigi?
  8. Berapa Biaya Scaling Gigi?

Apa itu Scaling Gigi?

Scaling gigi adalah prosedur untuk membersihkan karang gigi atau menghilangkan karang gigi (mineral yang mengeras) yang menempel di garis gusi.

Perawatan ini umum bisa kamu lakukan untuk melindungi enamel gigi di bawah gusi dan jaringan gusi dari penyakit periodontal dan penyakit lainnya seperti gigi berlubang, dll.

Selain itu, dengan gigi dan gusi yang sehat, kamu juga bisa terhindar dari masalah mulut lainnya dan kehilangan gigi. 

apa itu scaling gigi?

Prosedur ini juga sering dilakukan bersamaan dengan stain cleaning atau juga perawatan fluoridasi.

Jika scaling menghilangkan karang dari permukaan gigi yang terlihat saat tersenyum, stain cleaning menghilangkan karang gigi dari akar gigi di bawah garis gusi yang sudah menghitam.

Tujuan Scaling

Prosedur scaling memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  • Untuk menghilangkan plak dan karang dari area yang tidak dapat sikat gigi jangkau.
  • Menghindari atau mencegah penyakit gusi.
  • Mencegah pembentukan poket (kantong terbentuk ketika penumpukan plak terus menerus menyebabkan gusi kehilangan kontak eratnya dengan gigi yang mendukung lebih banyak plak untuk disimpan). Semakin dalam kantong, semakin parah penyakit gusi berkembang.
  • Membuat senyum jadi lebih percaya diri
  • Mengurangi resiko bau mulut yang tidak sedap

 

Manfaat Scaling

Secara umum, manfaat scaling gigi adalah membuat gigi terasa bersih dan mencegah berbagai penyakit mulut dan gigi.

Manfaat akan paling terasa bagi orang yang mengalami penyakit periodontal kronis.

Bahkan perawatan kesehatan gigi ini merupakan pengobatan terstandar untuk kondisi ini. 

Dengan mengurangi kantong yang terbentuk di antara gigi dan gusi, ini akan mengurangi risiko kehilangan gigi, tulang, dan jaringan yang terkait dengan penyakit periodontal kronis.

manfaat scaling gigi

Melakukan perawatan gigi ini secara teratur juga penting untuk orang yang memiliki atau yang berisiko tinggi terhadap penyakit gusi dan masalah gigi lainnya.

Bila kamu memiliki kerusakan gigi yang signifikan, perokok atau mengidap diabetes, maka prosedur ini bisa meminimalisir risiko masalah mulut dan gigi.

Baca juga : Manfaat Melakukan Scaling Gigi Secara Rutin di Klinik Gigi

Perawatan gigi ini juga bisa mengurangi risiko perlunya perawatan lebih lanjut, yang mungkin termasuk perawatan yang lebih intensif, tidak nyaman dan mahal sebagai alternatif, seperti saluran akar, pencabutan gigi dan kebutuhan untuk menyesuaikan mahkota atau veneer.

Kapan Harus Melakukan Scaling?

Jika ditanya kapan harus melakukan scaling gigi, dokter gigi biasanya akan merekomendasikan scaling gigi dan stain cleaning jika kamu memiliki tanda-tanda penyakit periodontal kronis.

Tanda-tanda penyakit tersebut bisa meliputi gusi bengkak, berwarna merah, nyeri saat disentuh, dan mudah berdarah.

gusi bengkak

Nah, prosedur ini dapat membantu menghentikan efek berbahaya dari kondisi ini dan menjaga kesehatan mulut.

Penyakit periodontal kronis terjadi ketika bakteri dalam plak menyebabkan gusi terlepas dari gigi. Hal ini menyebabkan kantong besar tumbuh di antara gigi dan gusi. 

Akibatnya, akan ada lebih banyak bakteri dapat tumbuh di sana, yang tidak dapat dijangkau dengan menyikat gigi.

Jika tidak diobati, penyakit periodontal kronis dapat menyebabkan:

  • Kehilangan tulang dan jaringan gigi.
  • Kehilangan gigi.
  • Gigi lepas.
  • Gigi goyang.

Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko penyakit periodontal kronis adalah:

  • Kebersihan gigi yang buruk.
  • Merokok.
  • Penuaan.
  • Perubahan hormon.
  • Gizi buruk atau malnutrisi.
  • Riwayat keluarga.
  • Kondisi medis lainnya.

Karang gigi yang tidak kamu bersihkan dapat menimbulkan berbagai masalah. Ada 4 Hal yang Terjadi Jika Karang Gigi Tidak Dibersihkan.

Seberapa sering scaling harus kamu lakukan tergantung pada kondisi kebersihan mulut masing-masing orang. Perawatan gigi ini sebaiknya kamu lakukan setiap enam bulan sekali, untuk menghilangkan bau mulut. 

Namun, bagi orang yang memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk penumpukan plak atau sering mengalami pendarahan dari gusi, ia perlu melakukan scaling setiap dua hingga empat bulan.

Jadi, periksakan kondisi gigi dan konsultasikan hal ini pada dokter gigi.

Daftar Dokter Gigi di fdc Dental Clinic

Sebelum melakukan scaling gigi, kamu juga bisa melakukan reservasi & memilih dokter di aplikasi atau website fdc Dental Clinic. Ada 400+ dokter gigi yang siap membantu kamu mendapatkan solusi plak & karang gigi yang bisa kamu pilih di 40 cabang yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Karawang, Surabaya, Jogja, Sidoarjo, Malang, Semarang, & Bali.

Nah, untuk melihat daftar dokter gigi yang sudah berpengalaman, lengkap dengan review customers untuk melakukan perawatan scaling gigi kamu bisa langsung melakukan reservasi melalui aplikasi atau website fdc Dental Clinic.

Bagaimana Prosedur Scaling?

Berikut prosedur scaling mulai dari persiapan, selama perawatan, hingga setelahnya:

Persiapan

Sebelum prosedur, dokter gigi biasanya akan membuat mulut kamu mati rasa dengan anestesi lokal dan melihat kondisi gigi menggunakan intra oral camera.

Selama prosedur

Kemudian, dengan menggunakan alat getar bernama ultrasonic scaler, dokter gigi akan melakukan proses scaling gigi.

Berikut ini langkah dan tahapan dalam prosedur scaling:

  • Ujung logam yang bergetar pada scaler akan membersihkan karang gigi dari gigi di atas garis gusi.
  • Semprotan air pada alat tersebut akan membersihkan karang gigi dan membersihkan plak dari kantong gusi.
  • Dokter akan menggunakan scaler dan pengikis gigi manual (kuret) untuk menghilangkan sisa kecil karang gigi.

Scaling gigi dan stain cleaning bisa menyebabkan ketidaknyamanan sementara setelah prosedur selesai.

Namun, risiko efek samping dari prosedur ini bisa dibilang sangat minimal. 

Orang dengan kondisi jantung tertentu, seperti endokarditis, atau yang memiliki katup jantung sintetis mungkin perlu minum antibiotik sebelum menjalani prosedur perawatan gigi.

Obat ini bisa menurunkan risiko infeksi bakteri. 

Tanyakan kepada dokter gigi dan ahli jantung jika perlu mengambil langkah pencegahan ini.

Setelah prosedur

Setelah melakukan scaling, gigi kamu mungkin akan terasa tidak nyaman dan sensitif selama beberapa hari.

Untuk mencegah infeksi dan meredakan rasa nyeri, dokter gigi bisa meresepkan obat-obatan.

Ahli kesehatan tersebut juga akan menjadwalkan kunjungan lagi untuk melihat pemulihan gusi dan mengukur kedalaman kantong kamu.

Perawatan gigi di rumah setelah scaling juga penting untuk membantu mencegah penyakit gusi menjadi lebih serius atau muncul kembali.

Perawatan tersebut termasuk menyikat gigi dua kali sehari dan flossing gigi secara teratur. 

Kamu juga harus mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang, serta menemui dokter gigi untuk pembersihan secara berkala guna mencegah karang gigi kembali.

Di Mana Melakukan Scaling Gigi?

Scaling gigi dapat kamu lakukan di klinik gigi, puskesmas, rumah sakit, dan pusat layanan kesehatan lainnya yang memiliki jasa dokter gigi dan peralatan yang memadai. 

Berapa Biaya Scaling Gigi?

Biaya scaling gigi biasanya relatif tergantung banyak atau sedikitnya plak dan karang gigi, semakin banyak biasanya akan semakin mahal, tetapi di fdc Dental Clinic semua harganya sama & sangat terjangkau yaitu Rp 99.000 untuk pengguna baru aplikasi.

Baca juga : Harga Scaling Gigi Terjangkau, Banyak Peminatnya!

gambar-artikel-gigi berlubang.jpg

Informasi

26 Oktober 2024

Gigi Berlubang: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Gigi berlubang adalah kondisi ketika lapisan luar gigi terkikis sehingga terbentuk cekungan atau lubang pada permukaan gigi. Kemunculan lubang pada gigi sering tidak terdeteksi sehingga lubang terus membesar hingga menimbulkan rasa nyeri yang tajam.

Meskipun terdengar sederhana, lubang pada gigi yang tidak diobati bisa menimbulkan komplikasi seperti munculnya abses gigi hingga infeksi yang menyebar. Oleh sebab itu, sangat penting menjaga kesehatan gigi agar terhindar dari dampak buruk gigi berlubang.

Gejala Gigi Berlubang

Umumnya gigi berlubang tahap awal tidak menimbulkan gejala sehingga banyak yang tidak menyadari bahwa lapisan enamel sudah mulai terkikis dan muncul lubang pada permukaan gigi. Jika tidak segera ditangani, gigi berlubang bisa menimbulkan gejala seperti:

  • Nyeri gigi yang tajam atau terus menerus
  • Gigi sensitif terhadap makanan atau minuman panas, dingin, manis, atau asam
  • Lubang atau cekungan terlihat pada gigi
  • Perubahan warna pada permukaan gigi menjadi coklat, hitam, atau putih
  • Bau mulut atau rasa tidak sedap di mulut

Penyebab Gigi Berlubang

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya lubang pada gigi, seperti tidak memperhatikan kebersihan gigi, kebiasaan buruk, serta pola makan. Berikut ini hal-hal yang bisa memicu lubang pada gigi.

  • Penumpukan Plak

Gigi berlubang umumnya disebabkan oleh terkikisnya lapisan enamel gigi akibat plak yang menempel. Plak yang tidak rutin dibersihkan akan menumpuk dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Bakteri membuat lingkungan mulut menjadi asam sehingga mengikis lapisan enamel gigi.

Lapisan enamel yang terkikis lama kelamaan menimbulkan lubang pada gigi. Jika tidak segera ditangani, lubang akan semakin dalam bahkan mencapai pulpa gigi. Berikut ini beberapa hal lain yang bisa menyebabkan munculnya lubang pada gigi.

  • Konsumsi Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula menjadi salah satu penyebab gigi berlubang. Bakteri sangat menyukai gula dan akan mengubahnya menjadi asam. Semakin banyak gula yang menempel pada gigi, semakin banyak bakteri yang berkembang biak.

Salah satu tanda terdapat banyak bakteri adalah suasana mulut menjadi asam. Asam inilah yang akan mengikis lapisan enamel gigi sehingga membuat lubang kecil tak kasat mata.

  • Kurangnya Fluoride

Fluoride dikenal efektif membantu mencegah gigi berlubang. Kandungan fluoride yang terdapat pada sikat gigi dapat memperkuat lapisan enamel sehingga tidak mudah berlubang. Menyikat gigi dengan pasta gigi non fluoride membuat lapisan enamel tidak terlindungi dengan baik.

  • Kebiasaan Buruk

Tidak menyikat gigi secara teratur merupakan kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan gigi mudah berlubang. Plak dan sisa makanan yang menumpuk akan menjadi sarang bakteri sehingga mudah berkembang biak dan melemahkan lapisan enamel.

Menyikat gigi dengan cara yang salah juga bisa menjadi penyebab munculnya lubang pada gigi. Menyikat secara horizontal membuat area gigi yang menempel pada gusi lebih mudah terkikis.

Pengobatan Gigi Berlubang

Jenis pengobatan untuk mengatasi gigi berlubang disesuaikan dengan tingkat keparahan yang dialami. Berikut ini beberapa tindakan medis yang bisa dilakukan untuk menangani lubang pada gigi:

  • Penambalan Gigi

Penambalan gigi atau filling adalah prosedur yang paling lazim dilakukan untuk mengatasi lubang gigi terutama yang berukuran kecil hingga sedang. Lubang akan ditambal dengan bahan resin komposit, porselen, hingga emas sesuai permintaan pasien.

Tambal gigi hanya bisa dilakukan jika dokter yakin kondisi gigi masih baik dan bisa dipertahankan. Dokter juga akan memeriksa apakah lubang sudah mencapai pulpa sehingga membutuhkan perawatan lebih lanjut.

  • Perawatan Saluran Akar

Perawatan saluran akar umumnya dilakukan untuk mengobati gigi berlubang yang sudah mencapai pulpa dan terdapat infeksi parah. Apabila lubang sudah terlalu dalam dan tidak memungkinkan untuk ditambal dengan prosedur biasa, maka dokter akan melakukan perawatan saluran akar sebelum menambal.

Prosedur ini melibatkan pembersihan saluran akar sehingga bersih dari infeksi. Setelah pembersihan berhasil dilakukan, lubang gigi akan ditutup menggunakan bahan porselen, komposit, atau bahan lainnya.

  • Crown atau Mahkota Gigi

Pemasangan mahkota gigi atau crown biasanya dilakukan jika kondisi gigi sudah rapuh sehingga tidak memungkinkan untuk ditambal biasa. Crown yang dicetak dengan bahan khusus akan melapisi gigi yang sudah rapuh sehingga tidak perlu dilakukan pencabutan. Agar mahkota melekat dengan sempurna, dokter akan mengikis sedikit lapisan gigi. 

  • Pencabutan Gigi

Pencabutan merupakan pilihan terakhir untuk mengatasi gigi berlubang. Apabila kondisi gigi sudah sangat parah dan tidak mungkin diperbaiki dengan cara apa pun, maka pencabutan menjadi satu-satunya tindakan yang bisa dilakukan.

Bekas gigi yang dicabut akan diganti dengan gigi implan untuk mempertahankan susunan gigi dan struktur rahang. Pemasangan gigi palsu juga dilakukan agar gusi tidak mengerut setelah beberapa waktu.

Pencegahan Gigi Berlubang

Lubang gigi dapat menimbulkan berbagai masalah mulai dari yang ringan hingga serius. Agar tidak perlu merasakan sakit dan nyeri yang tajam akibat gigi berlubang, lakukan tindak pencegahan berikut ini:

  • Rutin sikat gigi pada pagi dan malam hari dengan pasta gigi berfluoride
  • Bersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi
  • Kurangi makanan atau minuman yang tinggi gula atau asam
  • Rutin memeriksakan gigi ke dokter minimal dua kali dalam setahun

Kesimpulan

Gigi berlubang yang dibiarkan begitu saja dapat menimbulkan rasa nyeri yang menyakitkan. Segera rawat gigi yang berlubang untuk menghindari komplikasi dan kondisi yang lebih serius seperti abses gigi hingga penyebaran infeksi.

Apabila menemukan lubang kecil pada gigi, segera konsultasi di FDC Dental Clinic untuk mendapatkan perawatan dini. Semakin cepat lubang gigi terdeteksi, semakin mudah penanganan yang dilakukan.


 

© 2026 FDC Dental Clinic