Informasi
28 November 2024
Penyebab Gigi Hitam Pada Anak dan Cara Mengatasinya
By drg. Anjasari Evanata
9.415
Kandungan florin yang tinggi pada gigi bayi dan anak membuatnya memiliki warna lebih putih dibanding gigi orang dewasa. Namun, ada sejumlah faktor yang dapat membuat gigi hitam pada anak dan menimbulkan rasa kurang percaya diri.
Selain mengganggu penampilan, perubahan warna gigi menjadi hitam pada anak juga merupakan salah satu tanda adanya kerusakan yang harus segera mendapat penanganan. Sebab jika dibiarkan, kerusakan dapat menyebar ke gigi lain yang masih sehat dan pada akhirnya menimbulkan komplikasi.
Penyebab Gigi Hitam pada Anak
Setiap orang tua yang ingin buah hatinya memiliki kondisi gigi yang sehat wajib untuk mengenali berbagai faktor penyebab gigi anak menghitam seperti berikut:
- Terlalu Banyak Makanan dan Minuman Manis
Makanan dan minuman manis merupakan salah satu musuh utama bagi kesehatan gigi, namun justru yang biasanya disukai oleh anak-anak. Contohnya adalah permen, jus buah kemasan, biskuit, susu, dan soda.
Secara medis, gula atau jenis pemanis lain merupakan bahan bakar utama bagi bakteri untuk berkembang biak. Ketika sisa makanan atau minuman manis menempel pada gigi, bakteri bisa dengan mudah tumbuh dan dapat mengubah suasana mulut menjadi lebih asam.
Kombinasi antara zat asam, bakteri, sisa makanan, dan air liur yang kian menumpuk dapat menghasilkan plak yang akan membuat gigi keropos. Hasilnya, terjadi karies atau gigi berlubang yang juga bisa berubah warna menjadi hitam.
- Kurang Menjaga Kebersihan
Kebiasaan konsumsi makanan dan minuman manis ditambah dengan jarang membersihkan gigi merupakan kombinasi sempurna untuk kasus gigi hitam pada anak.
Biasakan anak untuk menyikat gigi minimal 2x sehari sejak dini. Gunakan lap basa atau kain kasa untuk membersihkan gigi bayi, dan setelah lebih dewasa ajarkan gosok gigi sendiri namun tetap didampingi.
- Penyakit dan Kondisi Medis Tertentu
Noda hitam pada gigi anak juga bisa disebabkan oleh cedera. Misalnya anak terjatuh dan terbentur keras di area rahang, sehingga menyebabkan pendarahan namun tidak keluar, melainkan menggumpal di bagian dalam gusi. Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan warna gusi dan gigi menjadi biru atau kehitaman.
Faktor lainnya termasuk genetik, yang mungkin jarang namun ada kemungkinan terjadi. Beberapa gen tertentu dari orang tua memang dapat membuat perubahan warna gigi pada anak meskipun sudah rutin menjaga kebersihan.
Anak dengan kondisi medis seperti ini biasanya memiliki gigi berwarna abu-abu, kebiruan, atau kehitaman, yang bisa terjadi hanya pada gigi susu atau juga gigi permanen.
- Konsumsi Obat Tertentu
Beberapa jenis obat memiliki efek samping mengurangi atau menghilangkan kadar enamel gigi jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Ketika lapisan enamel berkurang, maka kondisi kesehatan gigi bagian dalam akan terpengaruh termasuk kehilangan warna putihnya.
Mengkonsumsi antibiotik tetrasiklin pada masa kehamilan atau menyusui disinyalir dapat mempengaruhi warna gigi anak.
Cara Mengatasi Gigi Hitam pada Anak
Lebih dari sekedar perubahan warna, gigi hitam pada si Kecil biasanya juga menimbulkan rasa sakit, resiko infeksi, dan gigi busuk. Jika tidak segera ditangani, gigi susu akan tanggal lebih cepat dan menyebabkan gigi permanen tumbuh berantakan. Berikut beberapa cara mengatasi gigi hitam anak:
- Perawatan dan Pembersihan Profesional
Perawatan gigi hitam yang akan diberikan oleh dokter tergantung pada sejumlah hal, mulai dari usia anak, gejala, dan kondisi kesehatan keseluruhan (misalnya disertai demam atau tidak).
Pada sebagian kasus yang berat, gigi hitam dapat diobati dengan penambalan. Namun sebelumnya dokter akan menghilangkan bagian yang hitam dan rusak terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan penambalan dengan bahan resin atau amalgam agar gigi kembali utuh.
- Perawatan Rumahan
Pada kasus yang ringan, biasanya dokter akan menyarankan orang tua untuk menghindarkan atau membatasi minuman dan makanan dengan kandungan gula yang tinggi.
- Menggunakan Produk Kesehatan Gigi
Bersamaan dengan cara kedua di atas, biasanya dokter akan menyarankan perawatan harian seperti sikat gigi rutin dengan pasta gigi fluoride.
Jika anak sudah berusia 6 tahun ke atas, maka boleh menggunakan obat kumur antibakteri untuk membersihkan area yang tidak dapat dijangkau dengan sikat gigi, seperti pangkal tenggorokan dan sela gigi.
Pencegahan Gigi Hitam pada Anak
- Kebiasaan Baik
Berikan contoh kebiasaan baik pada anak dalam hal menjaga kebersihan mulut dan gigi. Orang tua bisa mengajak anak untuk bersama-sama menyikat gigi sesuai jadwal, seperti setelah makan pagi dan sebelum tidur malam.
Sedangkan pada bayi atau balita, hindarkan kebiasaan minum susu dengan dot terutama sambil tiduran. Hal ini karena genangan susu di dalam mulut yang dibiarkan dalam waktu lama dapat merusak gigi.
- Pola Makan
Bahaya pola makan tidak baik akan berdampak pada gigi. Kurangi konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula yang tinggi pada anak, atau berikan hanya di jam tertentu dan dengan porsi kecil. Batasi makanan manis lengket seperti karamel, gulali, dan jenis lain yang sulit dibersihkan dari gigi.
- Edukasi Anak
Edukasi anak tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi, ajarkan kebiasaan minum air putih, dan rutin ajak anak ke dokter gigi sejak gigi pertama kali muncul.
Kapan Harus Mengunjungi Dokter Gigi
Segera periksakan gigi anak ke FDC Dental Clinic jika mengalami sejumlah tanda kerusakan gigi seperti berikut ini:
- Terdapat noda di permukaan gigi.
- Bau mulut.
- Gigi berwarna keabuan atau kehitaman.
- Gigi lebih sensitif saat mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu.
- Gigi tampak berlubang atau ada karies.
- Terdapat benjolan di gusi atau pembengkakan pada pipi.
Para ahli kesehatan merekomendasikan untuk rutin melakukan pemeriksaan gigi minimal 2x setahun, baik pada anak atau pun orang dewasa.
Kesimpulan
Rutin menjaga kebersihan gigi sejak dini dapat mengurangi resiko berbagai penyakit gigi dan gusi, termasuk perubahan warna gigi. Menjaga pola makan juga merupakan wujud pencegahan gigi hitam pada anak yang memiliki efek jangka panjang, yaitu membuat pertumbuhan gigi permanen yang lebih sehat.
© 2026 FDC Dental Clinic
