Informasi

25 November 2024

Penyebab Gigi Bertumpuk Pada Anak dan Cara Mengatasinya

By drg. Anjasari Evanata

7.285

image-

Gigi bertumpuk pada anak adalah kondisi saat gigi mengalami penumpukan yang umumnya disebabkan oleh kurangnya ruang pada area rahang. Adapun ukuran rahang yang terlalu kecil disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk genetik dan kebiasaan buruk.

Kondisi gigi bertumpuk biasanya dimulai sejak gigi susu masih ada, dan telatnya penanganan akan memperparah kondisi hingga anak tumbuh dewasa. Selain mengganggu penampilan, kondisi ini juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman saat berbicara dan makan.

Penyebab Gigi Bertumpuk pada Anak

  • Faktor Genetik dan Keturunan

Jika salah satu saja dari kedua orang tua memiliki gigi berantakan atau bertumpuk, maka ada kemungkinan untuk sang anak mengalami kondisi serupa. Gigi bertumpuk juga bisa terjadi pada anak yang memiliki gen struktur rahang kecil atau melengkung.

  • Kebiasaan Buruk

Jika bukan faktor genetik, maka kondisi gigi bertumpuk pada anak rupanya juga dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk sejak bayi. Contohnya penggunaan dot, empeng, atau menghisap jari.  

Secara medis, sebenarnya tidak ada larangan terkait penggunaan dot dan empeng. Namun, ada batasan waktu yang sebaiknya tidak diabaikan. 

Jika dot atau empeng dibiarkan berada di dalam mulut si Kecil dalam waktu lama dan dengan jangka pemakaian bertahun-tahun, maka struktur gigi dan rahang dapat bergeser dan menyebabkan masalah gigi berjejal atau bertumpuk.

  • Keterbatasan Ruang di Dalam Mulut 

Anak dengan lengkungan rahang yang sempit atau kecil namun memiliki gigi berukuran besar dapat mengalami masalah gigi bertumpuk. Gigi susu normal berjumlah 20 buah, sementara gigi dewasa / permanen 32 buah. 

Jika terjadi masalah terkait perkembangan rahang dan mengakibatkan ukurannya kecil, maka gigi permanen dapat tumbuh berlapis.

  • Gigi Permanen Tumbuh Tidak Teratur

Pada usia 5 atau 6 tahun, sebenarnya pertumbuhan gigi dewasa sudah mulai terjadi di dalam gusi. Gigi dewasa akan mendorong gigi susu dan membuatnya goyang hingga akhirnya tanggal. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat gigi dewasa gagal mendorong gigi susu. 

Gigi susu yang tidak tanggal sampai usia dewasa akan membuat gigi dewasa mencari jalan lain untuk keluar. Hasilnya, gigi dewasa akan tumbuh tidak beraturan seperti berlapis, berjejal, atau bertumpuk.

Dampak Gigi Bertumpuk pada Kesehatan Anak

  • Masalah Estetika & Kepercayaan Diri

Pertumbuhan gigi baru yang tidak rapi dianggap kurang estetik, sehingga dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang. Alhasil, anak menjadi minder dan kualitas hidup juga akan turut menurun. Bahkan, kondisi ini juga mampu mempengaruhi kesuksesan anak di masa depan.

  • Sulit Menjaga Kebersihan Mulut

Akibat lain dari gigi bertumpuk adalah sulit untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut secara keseluruhan. Biasanya, kondisi gigi berjejal atau bertumpuk membuat makanan mudah terselip dan sulit untuk dijangkau dengan sikat gigi. 

Seiring waktu, kondisi ini dapat memicu bau mulut, gangguan mengunyah, dan bahkan mengganggu pola gerak rahang atau otot-otot yang ada di sekitar rahang serta mulut. Namun untuk efek terakhir biasanya baru terasa setelah usia dewasa.

  • Masalah Kesehatan Mulut Lainnya

Kurangnya menjaga kebersihan gigi juga meningkatkan potensi untuk mengalami berbagai masalah kesehatan mulut seperti:

  1. Penumpukan plak dan tartar (karang gigi) menjadi lebih cepat.
  2. Bau mulut.
  3. Pertumbuhan bakteri.
  4. Penyakit gusi.
  5. Gigi berlubang.

Cara Mengatasi Gigi Bertumpuk pada Anak

Pemeriksaan Awal Oleh Dokter Gigi

Jangan sampai terlambat dan menyesal di kemudian hari, kondisi gigi bertumpuk pada anak sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter gigi di FDC Dental Clinic terdekat.

Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan membuat diagnosa, kemudian menyarankan jenis perawatan yang tepat sesuai kondisi.

Penggunaan Alat Ortodonti

Behel atau kawat gigi merupakan alat ortodonti yang paling umum digunakan untuk mengatasi gigi bertumpuk, baik pada anak atau pun dewasa. Jenis behel sendiri ada banyak, seperti:

  • Behel konvensional.
  • Behel transparan (clear aligner) dengan durasi perawatan lebih pendek.
  • Behel keramik yang tidak mencolok seperti behel konvensional namun warnanya mudah berubah, terutama jika sering mengkonsumsi teh dan kopi.
  • Behel lingual yang dipasang di belakang gigi sehingga tidak mengganggu penampilan, namun harganya lebih mahal dan pemasangan lebih rumit.
  • Behel self-ligating (damon) yang tampilannya seperti behel konvensional tapi tanpa karet elastis, melainkan dengan klip.

Perawatan Ortodonti Lainnya

  • Palatal expander: alat khusus ditempel pada langit-langit mulut untuk membuat ukuran rahang lebih lebar (biasanya lebih efektif pada anak).
  • Dental contouring: bisa merapikan gigi anak berantakan akibat ukuran gigi dewasa lebih besar dari gigi susu. Prosedurnya melibatkan pengikisan enamel gigi.
  • Space maintainer: mengatasi gigi bertumpuk akibat gigi susu yang tanggal lebih cepat. Fungsinya untuk menjaga ruang kosong di gusi agar tidak diisi dengan gigi lain, sehingga struktur gigi tetap rapi.
  • Cabut gigi: gigi berlapis bisa dicabut jika gigi dewasa tumbuh sebelum gigi susu copot.

Kapan Harus Mengunjungi Dokter Gigi

Segera konsultasi dengan dokter gigi jika anak memiliki tanda-tanda yang mengarah pada kondisi gigi bertumpuk, seperti:

  • Ada dua gigi yang tumbuh di satu tempat tumbuh.
  • Gigi susu belum tanggal tapi sudah terlihat pertumbuhan gigi lain.
  • Anak mengalami kesulitan mengunyah atau berbicara.
  • Gigi tidak tertutup sempurna ketika anak menutup mulut.
  • Gigi tumbuh tidak sejajar atau tumpang tindih.
  • Gigi tampak berjejal atau bengkok.
  • Ada perbedaan ukuran yang signifikan antara satu gigi dan lainnya.
  • Gigi tumbuh tidak sesuai jalur.

Jika ingin memastikan struktur atau kondisi kesehatan gigi anak, maka bisa mulai melakukan pemeriksaan orthodontic sejak usia 12 bulan, dan ulang per 6 bulan sekali.

Kesimpulan

Penting untuk memeriksakan kesehatan gigi sejak usia 12 bulan untuk mencegah gigi bertumpuk pada anak. Jika sudah terlanjur terjadi, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapat perawatan terbaik sesuai kondisi. 

Manfaat jangka panjang dari perawatan ini adalah mengembalikan struktur gigi agar lebih rapi, mengatasi kesulitan mengunyah dan berbicara, mencegah rasa kurang percaya diri di masa depan, dan mencegah berbagai penyakit gigi lainnya.

© 2026 FDC Dental Clinic