Informasi

30 November 2024

Penyebab Garis Senyum Tidak Simetris dan Cara Mengatasinya

By drg. Anjasari Evanata

29.741

image-

Garis senyum adalah kerutan alami yang terbentuk pada wajah ketika seseorang tersenyum. Setiap orang mempunyai garis senyum yang berbeda. Namun, sebagian orang mempunyai garis senyum tidak simetris, yaitu kondisi ketika kerutan pada wajah bagian kanan dan kiri tidak sama.

Beberapa faktor seperti genetik dan kebiasaan buruk bisa menyebabkan bentuk wajah dan garis senyum yang tidak simetris. Mengetahui penyebab kondisi ini dan cara mengatasinya sangat penting agar bisa dilakukan tindak pencegahan dan penanganan yang tepat.

Penyebab Garis Senyum Tidak Simetris

Secara umum, bentuk tubuh manusia memang tidak sama persis antara bagian kanan dan kiri. Selama perbedaan tidak terlalu mencolok dan mengganggu fungsi, hal ini masih bisa dikatakan normal. Namun jika perbedaan bentuk sudah dianggap berlebihan, maka kondisi ini perlu dikonsultasikan.

Ada sejumlah faktor yang mungkin menyebabkan seseorang mempunyai garis senyum dan bibir tidak simetris, antara lain:

  • Faktor Genetik

Setiap orang terlahir dengan variasi genetik yang diturunkan dari generasi sebelumnya. Faktor genetik atau keturunan mempengaruhi postur tubuh, bentuk wajah, hingga susunan gigi. Dalam hal ini, faktor genetik menjadi salah satu penyebab utama seseorang mempunyai bentuk garis senyum yang tidak simetris. 

Seseorang dengan anggota keluarga yang mempunyai senyum tidak simetris mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami kondisi serupa. Selagi garis senyum asimetris tidak terlalu mengganggu penampilan, maka hal ini masih dinilai wajar.

  • Trauma atau Cedera

Riwayat cedera atau trauma pada wajah bisa menyebabkan garis senyum terlihat tidak simetris. Hal ini dikarenakan luka yang dalam dan jahitan terkadang menimbulkan bekas yang sulit hilang, bahkan meninggalkan keloid pada sebagian orang. Hal inilah yang bisa membuat garis senyum alami menghilang atau berubah bentuk.

Risiko berubahnya garis senyum semakin tinggi apabila luka dan jahitan berada di area mulut atau dekat mulut, luka cenderung dalam dan lebar, dan mempunyai bakat keloid.

  • Masalah Neurologis

Garis senyum tidak simetris juga bisa disebabkan oleh masalah neurologis yang sering disebut Bell’s palsy, yaitu kondisi lemahnya satu sisi otot wajah sehingga tampak melorot. Bell’s palsy merupakan kondisi saraf yang bersifat sementara dan bisa membaik dalam hitungan hari.

Gangguan saraf ini membuat separuh bagian wajah tampak lemas sehingga sangat mungkin mempengaruhi bentuk senyum. Penyebab pasti Bell’s palsy belum diketahui, namun sebagian ahli medis meyakini kondisi ini disebabkan oleh peradangan dan pembengkakan saraf yang mengontrol otot wajah.

  • Kebiasaan Buruk

Ada beberapa kebiasaan buruk yang membuat garis senyum terlihat tidak simetris. Salah satu yang paling umum adalah mengunyah pada satu sisi saja. Kebiasaan ini terlihat wajar, namun jika dibiarkan dalam waktu lama akan membuat otot pada satu sisi wajah lebih besar daripada sisi wajah lain.

Hal ini bisa menyebabkan wajah tidak simetris, begitu juga dengan garis senyum. Kebiasaan tidur miring dalam waktu lama juga dapat menyebabkan wajah asimetris karena pengaruh gaya gravitasi.

Cara Mengatasi Garis Senyum Tidak Simetris

Garis senyum yang tidak simetris umumnya bisa diatasi dengan penanganan medis. Tergantung penyebabnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini seperti latihan otot wajah hingga prosedur bedah.

  • Latihan Otot Wajah

Latihan otot wajah kerap dilakukan oleh penderita Bell’s palsy yang menderita kelumpuhan otot wajah. Latihan ini bertujuan untuk mengembalikan kekuatan otot wajah dan memulihkan kondisi wajah secara keseluruhan sehingga wajah tidak lagi asimetris.

Senam otot wajah bisa dilakukan 2 hingga 3 kali per hari, masing-masing sesi 45 hingga 60 menit. Latihan ini meliputi gerakan tersenyum, mengatupkan bibir, mengerutkan dahi, mengerutkan hidung, menarik sudut mulut dengan ibu jari, hingga mengerucutkan bibir seperti bersiul.

  • Perawatan Ortodontik

Prosedur perawatan ortodontik bisa dilakukan jika terdapat indikasi medis yang mengarah pada posisi gigi dan rahang yang tidak sesuai sehingga menyebabkan senyum tidak simetris. Perawatan ortodontik merupakan jenis perawatan yang menggunakan alat-alat ortodontik untuk mengubah posisi gigi dan rahang.

  • Prosedur Bedah

Wajah asimetris yang disebabkan oleh faktor genetik dapat diperbaiki dengan prosedur bedah. Prosedur ini dapat dilakukan apabila wajah asimetris sudah mulai menimbulkan masalah atau mengganggu rasa percaya diri.

Ada berbagai prosedur bedah yang dapat dilakukan, salah satunya adalah implan wajah. Pemasangan implan bertujuan untuk memperbaiki kelainan struktur kerangka wajah. Implan berbahan gel atau silikon akan membantu menyeimbangkan beberapa bagian wajah, misalnya pipi atau dagu.

  • Terapi Botox

Prosedur penyuntikan botox kerap dilakukan untuk tujuan estetika, yaitu mengencangkan kulit dan menghilangkan kerutan. Namun, ternyata botox juga mempunyai fungsi lain yaitu menyeimbangkan otot-otot wajah. Seseorang yang mengalami wajah asimetris bisa menjalani prosedur ini untuk perbaikan.

  • Penggunaan Filler

Penggunaan filler pada garis senyum merupakan prosedur yang sudah lama dikenal di dunia kecantikan. Selain berfungsi mengurangi kerutan halus di sekitar mulut saat tersenyum, prosedur ini juga dapat mengatasi wajah tidak simetris. Filler akan mengisi volume yang hilang pada daerah tertentu sehingga wajah terlihat lebih simetris dan segar.

Penutup

Garis senyum tidak simetris umumnya bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Namun jika kondisi ini mulai menimbulkan gangguan, seperti gangguan fungsi berbicara atau tersenyum, tentunya dibutuhkan prosedur medis untuk mengatasinya.

Sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter profesional. Dokter akan mengidentifikasi penyebab garis senyum yang tidak simetris dan menentukan jenis penanganan yang tepat.

© 2026 FDC Dental Clinic