Informasi
1 November 2024
Penyebab & Efek Karang Gigi Lepas Sendiri
By drg. Ellora Gavrila
5.931
Karang gigi lepas sendiri bukan hal yang wajar terjadi sehingga perlu diwaspadai. Jika terlambat ditangani, kondisi ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Karang gigi atau disebut juga dental calculus adalah lapisan berwarna kekuningan di atas permukaan gigi yang terbentuk dari penumpkan sisa makanan.
Ada bakteri yang bisa terkembang di dalam karang gigi, dan telatnya penanganan bisa menyebabkan gigi berlubang atau bahkan penyakit gusi. Jadi, sangat penting untuk memahami fenomena ini mulai dari penyebab, dampak, dan cara yang tepat dalam mengatasinya.
Penyebab Karang Gigi Lepas Sendiri
Sebenarnya karang gigi tidak mungkin dapat lepas sendiri, bahkan tidak dapat dibersihkan secara mandiri tanpa bantuan dokter gigi. Hal ini karena karang gigi sangat melekat pada permukaan gigi. Lantas, apa saja yang bisa menyebabkan karang gigi lepas sendiri? Cek di bawah ini.
- Perubahan dalam Mulut
Perubahan pH mulut atau kebersihan mulut bisa membuat karang gigi terlepas sendiri. Kondisi mulut dan gigi yang sangat kotor dan sudah sangat menumpuk bisa membuat permukaan gigi yang tadinya kuat menjadi rapuh, sehingga karang gigi bisa terlepas / terkikis dalam bentuk serpihan (tidak utuh).
Tumpukan kotoran dan bakteri juga bisa merubah pH mulut menjadi lebih asam dan membuat gigi lebih rapuh.
- Intervensi Mekanis
Kebiasaan mengunyah dan menggigit makanan dengan tekstur keras dapat merusak gigi, termasuk membuat karangnya rontok sendiri. Penggunaan alat tertentu yang dipasang pada gigi juga bisa menjadi pemicu lainnya.
- Penyakit Gusi
Karang gigi yang sudah menumpuk dapat menyebar hingga jaringan penyangga gigi yang ada di bagian dalam gusi, atau disebut periodontal. Kondisi ini bisa membuat gusi melonggar, sehingga ada resiko gigi terlepas sendiri bersama dengan karangnya.
Dampak Karang Gigi Lepas
Meski bisa dibilang bahwa karang gigi merupakan kotoran, namun fenomena lepas sendiri bukanlah kabar bagus, karena justru memiliki dampak tidak baik seperti di bawah ini:
- Risiko Infeksi
Ada banyak dampak langsung dari terlepasnya karang gigi secara alami, yang biasanya dimulai dari meningkatnya sensitivitas gusi sehingga mudah berdarah saat mengunyah atau gosok gigi.
Daerah yang sebelumnya tertutup oleh karang gigi yang sudah parah atau sangat tebal akan lebih rentan terhadap gesekan, dan jika terjadi luka yang tidak segera diobati maka bisa menyebabkan infeksi. Gejalanya termasuk rasa ngilu atau nyeri yang bisa menyebar ke jaringan lain seperti area leher.
- Kerusakan Gigi dan Gusi
Mencongkel karang gigi bisa menyebabkan gigi goyang. Mungkin tanpa disadari, karang gigi telah tumbuh besar dan membuat hilangnya perlekatan tulang terhadap gigi. Nah, ketika karang ini tiba-tiba hilang, maka gigi tidak lagi stabil atau goyang.
Jika dibiarkan, bisa menyebabkan rasa sakit terutama saat gosok gigi dan makan, mengundang bakteri akibat sisa makanan yang tersangkut di gigi, dan bahkan memicu infeksi. Telatnya penanganan dapat merusak gigi dan gusi, bahkan secara permanen.
Cara Mengatasi dan Mencegah Karang Gigi
Ada banyak dampak buruk yang mengintai akibat tumpukan karang gigi, sehingga penting untuk mengetahui cara mengatasi dan mencegahnya seperti di bawah ini:
- Pembersihan Profesional
Jangan percaya dengan berbagai tips dan cara agar karang gigi lepas sendiri, karena pembersihan mandiri sangat dilarang.
Berkunjunglah ke FDC Dental Clinic untuk mendapat pembersihan karang gigi secara medis oleh tenaga ahli dan profesional. Jika mencoba mengutak-atik, atau mencongkel karang gigi sendiri, maka bisa beresiko merusak gusi dan gigi.
- Kebiasaan Menyikat Gigi yang Benar
Menyikat gigi secara benar adalah kunci dari mencegah atau meminimalisir terbentuknya karang gigi parah. Pastikan untuk melakukan pembersihan gigi seperti berikut ini:
- Gosok gigi minimal 2x sehari (setelah sarapan pagi dan menjelang tidur malam).
- Gosok gigi minimal 30 menit setelah makan agar pH mulut kembali normal.
- Gunakan sikat gigi dengan bulu halus, dan segera ganti setiap kali bulu-bulunya mulai rusak.
- Gunakan sikat gigi khusus jika menggunakan behel.
- Jangan menyikat dengan keras, namun lembut dan perlahan dengan durasi 2-3 menit.
- Sikat per bagian gigi dengan durasi sekitar 20 detik menggunakan teknik melingkar.
Gunakan juga benang gigi untuk menjangkau sela-sela gigi. Caranya dengan menyelipkan benang pada sela gigi, kemudian gesek dengan gerakan naik turun dan pola huruf C secara perlahan. Jangan sampai melukai gusi. Penggunaan benang gigi cukup 1x sehari sebelum tidur malam.
- Obat Kumur Anti bakteri
Penggunaan obat kumur anti bakteri bisa mendukung kebersihan gigi yang lebih optimal. Inilah sejumlah manfaatnya:
- Membuat nafas lebih segar atau menghilangkan bau mulut yang berasal dari lidah, rongga mulut, dan penumpukan sisa makanan.
- Mencegah penyakit gusi (wajib disertai dengan rajin gosok gigi dan jika perlu gunakan benang gigi).
- Mengatasi kondisi xerostomia (mulut kering), yang sebenarnya bukan merupakan penyakit namun biasanya efek samping dari obat.
- Obat kumur menghambat perkembangan bakteri yang merupakan cikal bakal dari terbentuknya plak dan karang gigi. Namun, untuk mencegah karang gigi menumpuk, dibutuhkan pembersihan karang gigi rutin.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Gigi
- Gejala yang Mengkhawatirkan
Segera konsultasi dengan dokter gigi jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan atau berkelanjutan seperti rasa sakit / ngilu, pendarahan pada gusi, pembengkakan, gigi goyang, gigi lebih sensitif terhadap makanan panas / minuman dingin, atau napas bau lebih dari biasanya.
- Pemeriksaan Rutin
Pemeriksaan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali dapat membantu mengetahui kondisi gigi secara pasti, sehingga jika ada kondisi tidak wajar maka bisa segera ditangani.
Bisa dibilang bahwa pemeriksaan rutin merupakan langkah pencegahan dari sakit gigi dan gusi. Pada pemeriksaan tersebut, scaling atau pembersihan karang gigi juga bisa turut dilakukan.
Kesimpulan
Karang gigi lepas sendiri merupakan tanda bahaya, karen merupakan gejala dari penyakit gigi atau gusi, Jangan tunda pergi ke dokter karena terlambat ditangani bisa menyebabkan infeksi atau kerusakan permanen pada gigi. Jaga kebersihan mulut dan gigi, serta rutin scaling agar terhindar dari penyakit.
© 2026 FDC Dental Clinic
