Informasi
25 Oktober 2024
Penyebab dan Cara Mengatasi Gigi Kuning
By drg. Ellora Gavrila
4.404
Gigi kuning merupakan masalah yang kerap dialami oleh banyak orang. Alih-alih berwarna putih alami, gigi yang berwarna kuning dapat mengurangi estetika dan mengganggu penampilan. Bahkan tidak jarang gigi kuning membuat kepercayaan diri menurun.
Tidak hanya memberikan kesan kotor dan kurang terawat, gigi berwarna kuning juga dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan seperti terkikisnya lapisan enamel. Ketika lapisan enamel yang berwarna putih terkikis, maka lapisan dentin yang berwarna kekuningan akan terbuka.
Penyebab Gigi Kuning
Gigi kuning dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti faktor genetik, gaya hidup, hingga pengobatan medis. Secara umum, penyebab gigi kuning terbagi menjadi dua yaitu faktor luar (eksternal) dan faktor dalam (internal). Berikut penjelasannya.
- Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor dari luar yang menyebabkan gigi berubah warna menjadi kekuningan. Yang termasuk faktor eksternal antara lain makanan atau minuman berwarna, kebiasaan merokok, dan kebersihan mulut yang tidak diperhatikan seperti malas menyikat gigi.
Beberapa jenis minuman seperti kopi dan teh bisa meninggalkan noda yang sulit hilang terutama jika dikonsumsi dalam waktu lama. Umumnya kedua jenis minuman tersebut akan membuat gigi terlihat kuning kecokelatan.
Selain mengonsumsi makanan tertentu, kebiasaan buruk seperti merokok juga bisa membuat gigi berwarna kuning. Asap yang mengenai gigi terus menerus akan meninggalkan bekas noda berwarna kuning hingga coklat dan sulit dihilangkan hanya dengan menyikat gigi.
Tidak memperhatikan kebersihan mulut juga menjadi faktor eksternal yang membuat gigi terlihat kuning. Sisa makanan yang menempel pada gigi akan menimbulkan lapisan plak. Jika tidak segera dibersihkan, lama kelamaan plak akan menjadi noda kekuningan.
Apabila seseorang terpapar faktor eksternal dalam jangka waktu yang cukup lama, maka warna asli gigi akan tertutup oleh noda dan kotoran sehingga terlihat lebih kuning. Dengan perawatan khusus, warna gigi yang asli dapat dikembalikan seperti semula.
- Faktor Internal
Gigi juga bisa berubah menjadi kuning karena faktor yang muncul dari dalam tubuh. Misalnya, ketika usia semakin bertambah maka warna gigi perlahan berubah menjadi lebih kuning. Hal ini dapat disebabkan oleh lapisan enamel yang semakin terkikis serta banyaknya noda yang menempel.
Seseorang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu juga berpotensi mempunyai gigi berwarna kuning. Pengobatan dengan antibiotik dalam jangka panjang dapat memicu perubahan pada warna gigi. Penggunaan obat kumur yang mengandung cetylpyridinium klorida juga bisa membuat gigi kuning.
Selain itu, kondisi medis juga bisa menjadi penyebab perubahan warna gigi. Beberapa penyakit bisa mengikis lapisan enamel gigi sehingga membuat lapisan dentin terbuka. Kondisi ini bisa membuat warna gigi berubah. Selain itu, kekurangan kalsium juga bisa membuat gigi terlihat lebih kuning.
Cara Mengatasi Gigi Kuning
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gigi kuning mulai dari cara alami hingga menggunakan perawatan medis.
- Cara Alami
Gigi yang mulai menguning bisa diatasi dengan cara alami seperti oil pulling. Oil pulling adalah metode berkumur menggunakan minyak nabati seperti minyak zaitun dan minyak wijen. Minyak tersebut dipercaya mampu memutihkan gigi secara alami meskipun kebenarannya masih diteliti lebih lanjut.
Metode alami yang selanjutnya adalah menggunakan soda kue. Soda kue diketahui memiliki sifat abrasif sehingga mampu menghilangkan noda kuning pada gigi. Campurkan soda kue dengan air dan gunakan untuk menyikat gigi. Diamkan selama satu menit sebelum berkumur.
Mengonsumsi buah yang mengandung banyak air juga bisa jadi cara alami untuk mengatasi gigi kuning. Buah-buahan seperti pir dan semangka bisa membantu membuat gigi terlihat lebih cerah dengan mengikis noda yang menempel.
- Perawatan Medis
Apabila cara alami tidak efektif, perawatan medis dapat dilakukan untuk mengembalikan warna alami gigi. Jika warna kekuningan pada gigi disebabkan oleh tumpukan plak dan karang gigi, maka scaling bisa jadi metode yang tepat untuk membuat gigi kembali bersih.
Bleaching gigi juga bisa menjadi salah satu cara menghilangkan gigi kuning yang sudah lama. Prosedur perawatan gigi ini menggunakan bahan kimia berupa karbamid peroksida dan hidrogen peroksida untuk menghilangkan noda akibat kopi atau asap rokok dalam jangka waktu lama.
Apabila kedua metode tersebut tidak berhasil, veneer bisa menjadi pilihan. Prosedur ini menggunakan cangkang dari bahan resin atau porselen untuk melapisi gigi asli sehingga warna kuning pada gigi dapat tertutupi dengan sempurna.
Pencegahan Gigi Kuning
Sebelum gigi terlanjur menguning, ada baiknya untuk melakukan upaya pencegahan. Berikut ini beberapa hal yang bisa diterapkan agar warna gigi tidak berubah menjadi kuning:
- Jaga kebersihan gigi dengan menyikat secara teratur dan menggunakan benang gigi
- Menghindari makanan/minuman penyebab noda
- Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi
Kesimpulan
Gigi kuning dapat mengurangi estetika dan mengganggu penampilan sehingga seseorang merasa tidak percaya diri. Perubahan warna pada gigi dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari faktor dari dalam tubuh hingga faktor dari luar tubuh.
Faktor internal meliputi pertambahan usia dan kondisi medis tertentu. Sedangkan faktor eksternal bisa berupa konsumsi makanan atau minuman yang berwarna pekat, kebiasaan merokok, hingga malas menyikat gigi.
Menjaga kebersihan gigi sangat penting untuk mempertahankan warna asli gigi. Beberapa produk pasta gigi mengandung pemutih yang mampu menghilangkan noda yang menempel sehingga warna asli gigi tetap terjaga.
Berkonsultasi rutin dengan dokter gigi juga penting untuk mencegah dan mengatasi gigi kuning. Jadwalkan kunjungan ke FDC Dental Clinic setiap enam bulan sekali untuk menghindari perubahan warna gigi tanpa disadari.
© 2026 FDC Dental Clinic
