Tambal Gigi

17 November 2024

Pantangan Setelah Tambal Gigi Permanen yang Wajib Diketahui

By drg. Anjasari Evanata

18.107

image-

Tambal gigi permanen merupakan prosedur yang kerap dilakukan untuk mengatasi permasalahan gigi berlubang. Prosedur ini meliputi pembersihan lubang dari kotoran dan penambalan lubang menggunakan bahan tertentu seperti porselen atau komposit.

Untuk mendapatkan hasil tambalan yang optimal, pasien perlu memperhatikan pantangan setelah tambal gigi permanen. Menghindari pantangan pasca penambalan tidak hanya bertujuan untuk mempertahankan estetika tetapi juga mencegah rusaknya tambalan.

Pantangan Makanan dan Minuman

Dokter biasanya menyarankan pasien untuk tidak mengonsumsi makanan beberapa jam setelah penambalan, namun hal ini berkaitan erat dengan jenis bahan yang digunakan. Misalnya, bahan jenis glass ionomer cement membutuhkan waktu sekitar 24 jam agar mengeras dengan sempurna.

Meskipun demikian, ada beberapa jenis tambalan yang langsung kering. Jenis tambalan ini langsung bisa digunakan untuk makan, namun pasien perlu benar-benar memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Berikut ini pantangan makanan dan minuman yang wajib dihindari pasca penambalan.

  • Makanan Keras

Setelah menjalani prosedur tambal gigi depan permanen atau gigi lainnya, pasien tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan yang keras. Jenis makanan ini akan memberikan tekanan ekstra pada gigi sehingga berpotensi merusak tambalan atau membuat tambalan terlepas.

Sebaiknya konsumsi makanan bertekstur lembut selama beberapa hari setelah menambal gigi. Tujuannya adalah untuk memastikan tambalan mengeras dengan sempurna sehingga tidak menimbulkan masalah.

  • Makanan dan Minuman Panas atau Dingin

Makanan atau minuman dengan suhu ekstrem, baik panas maupun dingin sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi pasca penambalan gigi permanen. Hal ini disebabkan karena suhu yang ekstrem dapat mempengaruhi proses pengerasan bahan tambalan.

Selain itu, makanan dan minuman yang panas atau dingin juga dapat menimbulkan rasa nyeri pada gigi sensitif. Agar terhindar dari rasa tidak nyaman setelah menjalani prosedur penambalan, sebaiknya hindari jenis makanan dan minuman ini.

  • Makanan Lengket

Hindari mengonsumsi makanan lengket setelah menambal gigi. Makanan lengket seperti kue mochi atau dodol dapat menempel pada tambalan saat dikunyah, menyebabkan tambalan terlepas dengan sendirinya. Tak hanya itu, makanan lengket juga cenderung sulit dibersihkan dari permukaan gigi.

Agar tambalan lebih cepat mengeras dan tidak mengalami perubahan bentuk, sebaiknya hindari makanan dengan tekstur kenyal dan lengket. Sebagai alternatif, konsumsi makanan yang lembut dan empuk sehingga tidak mempengaruhi tambalan.

Kebiasaan yang Harus Dihindari

Selain makanan dan minuman, ada beberapa kebiasaan yang menjadi pantangan setelah tambal gigi permanen. Sederet kebiasaan di bawah ini buruk bagi kesehatan gigi, terutama setelah menjalani prosedur penambalan.

  • Menggigit Benda Keras

Sebagian orang mempunyai kebiasaan menggigit benda-benda keras seperti kuku, pensil, atau es batu. Pada dasarnya ini merupakan kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan masalah seperti gigi sensitif bahkan gigi patah.

Bagi seseorang yang baru saja menambal gigi, kebiasaan buruk ini wajib dihindari. Pasalnya, menggigit benda keras bisa membuat tambalan pecah atau terlepas sehingga dibutuhkan perawatan ekstra. Tentu saja hal ini akan menguras waktu, tenaga, dan biaya.

  • Menggunakan Gigi yang Ditambal untuk Mengunyah

Jika gigi yang ditambal merupakan gigi yang aktif digunakan untuk mengunyah, maka tunda kebiasaan mengunyah dengan gigi tersebut untuk sementara waktu. Hal ini disebabkan tambalan gigi yang belum mengeras dengan sempurna akan rusak atau lepas jika digunakan untuk mengunyah.

Solusinya, mulai kebiasaan mengunyah pada kedua sisi mulut secara bergantian. Selain memastikan tambalan mengeras, mengunyah di kedua sisi juga memberikan berbagai manfaat seperti menghindari karang gigi dan menghindari wajah terlihat asimetris.

  • Memainkan Tambalan Gigi

Pantangan lain yang tidak kalah penting untuk dihindari adalah kebiasaan memainkan tambalan gigi. Pemasangan tambalan mungkin membuat mulut dan gigi terasa aneh karena ada sesuatu yang mengganjal. Tidak jarang pasien memainkan tambalan tersebut dengan lidah.

Beberapa bahan tambalan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengeras sempurna. Memainkan tambalan dengan gigi bisa mengganggu proses pengerasan. Selain itu, kebiasaan ini juga bisa meningkatkan risiko tambalan terlepas.

Perawatan dan Kebersihan Gigi

Tambal permanen merupakan solusi untuk mengatasi gigi yang berlubang. Meskipun sudah ditambal, bukan berarti masalah gigi berlubang sudah selesai. Dibutuhkan perawatan rutin untuk menjaga agar tambalan tidak terlepas dan gigi kembali berlubang. Berikut cara merawat tambalan gigi permanen.

  • Menyikat dengan Teknik yang Tepat

Menggosok gigi secara teratur menggunakan pasta gigi berfluoride terbukti ampuh mencegah terbentuknya lubang baru pada gigi. Saat menggosok, gunakan teknik gerakan memutar yang lembut agar kotoran dapat terangkat tanpa merusak permukaan gigi.

  • Gunakan Benang Gigi

Penggunaan benang gigi sangat dianjurkan untuk membersihkan kotoran di sela-sela gigi yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi. Benang gigi dapat mengangkat sisa makanan secara efektif sehingga tidak menjadi sarang bakteri untuk berkembang biak.

  • Hindari Makanan Keras

Makanan keras merupakan salah satu pantangan setelah tambal gigi permanen. Apabila menginginkan tambalan gigi tetap awet, maka hindari mengonsumsi makanan yang keras. Hindari pula kebiasaan menggigit benda-benda keras seperti kuku dan pulpen.

  • Hindari Makanan Manis

Menghindari makanan tinggi gula adalah cara merawat tambalan gigi yang dianjurkan oleh dokter gigi. Jenis makanan dan minuman ini dapat meningkatkan produksi zat asam di dalam mulut sehingga lapisan enamel mudah terkikis.

  • Pemeriksaan Rutin

Lakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan kondisi tambalan. Dokter akan mengecek apakah tambalan baik-baik saja atau membutuhkan perawatan tambahan, misalnya karena retak atau perubahan bentuk.

Penutup

Tambal gigi permanen bertujuan untuk menutup lubang pada gigi agar tidak semakin membesar. Mengikuti pantangan setelah tambal gigi permanen sangat penting untuk mendapatkan hasil yang optimal dan menghindari kegagalan pada tambalan.

Perlu diingat bahwa penambalan bukanlah akhir dari perawatan gigi berlubang. Dibutuhkan perawatan lanjutan seperti menyikat gigi secara rutin dan menghindari kebiasaan buruk. Selalu konsultasikan permasalahan dengan dokter di FDC Dental Clinic untuk penanganan terpercaya.

© 2026 FDC Dental Clinic