Gigi Palsu
6 November 2024
Pantangan Setelah Pasang Gigi Palsu
By drg. Ellora Gavrila
4.098
Gigi palsu adalah alat bantu menyerupai gigi asli yang terbuat dari bahan bervariasi seperti plastik, nilon, akrilik, dan logam. Gigi palsu atau gigi tiruan berfungsi untuk menggantikan gigi asli yang hilang karena berbagai alasan sehingga gusi tidak ompong.
Penggunaan gigi palsu sangat disarankan setelah menjalani prosedur cabut gigi. Pasalnya, gigi tiruan dapat mempertahankan bentuk gusi dan struktur gigi setelah gigi asli dicabut. Agar kondisi gigi tetap terjaga, ada beberapa pantangan setelah pasang gigi palsu yang perlu diperhatikan.
Pantangan Makanan
Setelah terpasang, gigi palsu akan menggantikan fungsi gigi asli yang salah satunya adalah untuk mengunyah makanan. Namun, seseorang dengan gigi palsu tidak boleh mengonsumsi makanan sembarangan karena dapat menyebabkan gigi rusak atau terlepas.
- Makanan Keras
Ada beberapa jenis makanan yang cukup keras sehingga dibutuhkan tenaga ekstra untuk mengunyah, seperti kacang-kacangan, permen keras, dan es batu. Memaksakan gigi palsu untuk menggigit dan mengunyah makanan tersebut dapat membawa dampak buruk seperti terlepas dari tempatnya.
Tidak hanya membuat gigi palsu terlepas, makanan keras juga bisa membuat gigi tiruan pecah atau retak sehingga tidak dapat digunakan kembali. Tentunya hal ini akan sangat merepotkan karena harus dilakukan penggantian segera.
- Makanan Lengket
Jenis makanan yang lengket dan kenyal juga patut dihindari oleh seseorang yang menggunakan gigi palsu. Pasalnya, makanan tersebut dapat memberikan tekanan ekstra pada gigi tiruan sehingga menyebabkan kerusakan mulai dari ringan hingga parah.
Untuk meminimalisir hal tersebut, hindari jenis makanan yang sangat kenyal dan lengket. Namun jika tetap ingin mengonsumsi, sebaiknya kunyah dengan bagian gigi asli.
- Makanan yang Terlalu Panas atau Dingin
Makanan dan minuman dengan suhu ekstrem berpotensi menimbulkan kerusakan pada gigi. Suhu panas atau dingin menyebabkan hipersensitif pada pemakaian gigi tiruan sehingga memberikan rasa tidak nyaman saat makan.
Untuk mematuhi pantangan gigi palsu ini, pastikan menunggu makanan atau minuman berada pada suhu normal sebelum mengonsumsinya. Makanan hangat atau tidak terlalu dingin masih diperbolehkan untuk dikonsumsi.
- Makanan Tinggi Gula
Hindari makanan atau minuman yang tinggi gula. Kandungan gula sangat disukai oleh bakteri sehingga membuat perkembangbiakannya tidak terkontrol. Apalagi jika ditambah dengan kebiasaan buruk tidak rajin menyikat gigi, maka akan menimbulkan kerusakan pada gigi dan juga memicu gigi sensitif.
Kebiasaan yang Harus Dihindari
Selain mengatur pemilihan jenis makanan, pantangan setelah pasang gigi palsu juga termasuk menghindari berbagai kebiasaan buruk. Berikut ini beberapa kebiasaan buruk yang perlu dihindari agar gigi tiruan tetap awet.
- Mengunyah Benda Keras
Sebagian orang mempunyai kebiasaan menggigit benda-bendar keras seperti pensil, pulpen, hingga kuku. Ini merupakan kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan masalah pada gigi dan mulut, terutama bagi orang-orang dengan gigi palsu.
Kebiasaan ini berpotensi menimbulkan kerusakan pada gigi palsu seperti copot, gigi retak, hingga gigi patah. Selain itu, mengunyah benda keras juga memberikan tekanan pada gusi sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman.
- Merokok
Merokok adalah kebiasaan buruk yang dapat merusak gigi palsu. Panas yang dihasilkan dari rokok akan membuat mulut dan gigi lebih cepat kering. Mulut yang kering akan mempermudah sisa makanan untuk menempel dan lama kelamaan sulit dibersihkan.
Menghentikan kebiasaan merokok menjadi salah satu cara untuk menjaga agar kondisi gigi palsu tetap baik. Selain baik untuk gigi tiruan, berhenti merokok juga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
- Menggunakan Gigi Palsu untuk Membuka Benda
Seseorang yang menggunakan gigi palsu pantang membuka botol atau memotong sesuatu menggunakan gigi palsu. Tekanan yang dihasilkan bisa membuat gigi lebih mudah terlepas sehingga cukup merepotkan dalam beraktivitas sehari-hari.
Ketimbang memakai gigi palsu, gunakan pembuka botol atau gunting sebagaimana mestinya. Dengan mematuhi pantangan setelah pasang gigi ini, gigi dapat bertahan lebih lama.
- Menggertakkan Gigi
Sebagaimana gigi asli, gigi palsu juga rentan terkena masalah. Salah satu pemicu masalah pada gigi palsu adalah kebiasaan buruk menggertakkan gigi (bruxism). Kebiasaan ini berpotensi membuat gigi mudah terlepas dan lebih mudah rusak.
Kebiasaan menggertakkan gigi juga berpotensi menimbulkan risiko nyeri gusi akibat tekanan. Solusinya, gunakan pelindung mulut untuk mengurangi kebiasaan ini.
- Tidak Melepas Gigi Palsu Saat Tidur
Beberapa jenis gigi palsu harus dilepas saat tidur. Jenis gigi palsu akrilik, misalnya, wajib dilepas ketika tidur untuk menghindari rasa nyeri pada mulut. Pasalnya, jenis gigi tiruan ini didesain dengan kawat yang berfungsi mencengkeram jaringan gusi agar tidak bergeser.
Menggunakan gigi palsu tersebut saat tidur dapat memberikan tekanan yang kuat pada jaringan lunak sehingga menyebabkan rasa sakit. Selain itu, tekanan juga dapat mengganggu aliran oksigen ke jaringan.
Perawatan Harian
Agar gigi palsu selalu dalam kondisi baik, bersih, dan tahan lama, diperlukan tips dan trik khusus untuk perawatan harian. Berikut ini tips merawat gigi palsu yang perlu diperhatikan oleh para pengguna gigi tiruan.
- Menyikat gigi palsu dengan sikat khusus dan pembersih non-abrasif
- Merendam gigi palsu dalam larutan pembersih khusus setiap malam
- Rutin memeriksakan gigi palsu ke dokter gigi untuk pembersihan dan perawatan
Kesimpulan
Menggunakan gigi palsu memang cukup merepotkan, terutama untuk jenis-jenis tertentu. Kendati demikian, manfaat yang diberikan oleh gigi tiruan jauh lebih besar. Untuk menghindari efek negatifnya, pastikan untuk selalu mematuhi pantangan setelah pasang gigi palsu dan lakukan perawatan harian dengan tepat.
Guna memastikan gigi palsu selalu dalam kondisi baik, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi secara rutin ke klinik gigi. FDC Dental Clinic melayani pemasangan dan konsultasi gigi palsu dengan kualitas terbaik dan didukung oleh tenaga ahli berpengalaman.
© 2026 FDC Dental Clinic
