Informasi

4 November 2024

Mematikan Saraf Gigi: Tujuan dan Prosesnya

By drg. Ellora Gavrila

35.406

image-

Mematikan saraf gigi merupakan prosedur perawatan untuk memperbaiki gigi yang sudah infeksi atau rusak parah. Proses ini biasanya menjadi bagian dari rangkaian perawatan saluran akar, yaitu bagian tengah gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah.

Prosedur mematikan saraf gigi bertujuan untuk meredakan rasa sakit akibat infeksi yang telah mencapai pulpa. Kondisi ini sering disebabkan oleh gigi berlubang yang tidak diobati sehingga menimbulkan infeksi parah pada bagian saluran akar.

Alasan Mematikan Saraf Gigi

Prosedur mematikan saraf pada akar gigi biasanya menjadi solusi terakhir apabila seseorang menderita sakit gigi yang parah. Setelah dimatikan, saraf akan ditutup dengan bahan khusus agar akar gigi tetap terlindungi. Berikut ini beberapa kondisi yang membutuhkan prosedur mematikan saraf.

  • Gigi Berlubang yang Parah

Gigi berlubang yang tidak ditangani bisa memicu peradangan pada saraf gigi atau pulpitis. Kondisi ini terjadi apabila lubang sudah mencapai bagian pulpa dan menimbulkan gejala infeksi sehingga menyebabkan rasa nyeri yang tajam.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, penambalan biasa tidak mungkin dilakukan karena akan memperparah infeksi. Oleh sebab itu, dokter biasanya akan menyarankan perawatan saluran akar yang melibatkan prosedur mematikan saraf pada akar gigi. 

  • Infeksi atau Abses Gigi

Munculnya abses menjadi pertanda infeksi pada gigi. Apabila sudah tumbuh abses, maka harus segera dilakukan perawatan saluran akar. Jika dibiarkan, infeksi akan semakin membesar sehingga dapat memicu kondisi yang lebih parah.

Sebelum melakukan perawatan, dokter akan menyembuhkan infeksi terlebih dahulu dengan menggunakan obat-obatan tertentu. Setelah diobati, saraf akan ditambal sehingga tidak terpapar oleh kotoran dan sisa-sisa makanan.

  • Nyeri Gigi Kronis

Nyeri gigi yang kronis dapat disebabkan oleh berbagai hal termasuk infeksi pada saraf gigi. Apabila rasa nyeri tidak kunjung hilang meskipun sudah mengonsumsi berbagai jenis pengobatan, maka dokter mungkin menyarankan prosedur mematikan saraf gigi.

Dengan mematikan saraf yang terdapat pada akar gigi, maka pasien tidak akan merasakan nyeri lagi. Cara ini juga cukup efektif untuk mencegah timbulnya infeksi dan abses di masa mendatang.

Proses Mematikan Saraf Gigi

Mematikan saraf yang terdapat pada saluran akar gigi merupakan proses yang cukup rumit. Pasien mungkin harus mengunjungi dokter gigi beberapa kali untuk menyelesaikan perawatan ini. Berikut langkah-langkah mematikan saraf pada gigi.

  • Anestesi Lokal

Prosedur awal perawatan saluran akar gigi adalah dengan penyuntikan anestesi atau bius lokal. Hal ini bertujuan agar pasien tetap merasa nyaman selama tindakan. Dokter juga akan memasang pelindung agar gigi tetap bersih.

  • Pembukaan Akses ke Pulpa Gigi

Setelah bius bereaksi, dokter akan mulai membuka akses menuju saluran akar atau pulpa. Proses ini menggunakan alat khusus semacam bor yang berguna untuk membuat lubang pada bagian tengah gigi.

  • Pengangkatan Saraf dan Jaringan yang Terinfeksi

Dokter akan mengangkat jaringan yang terinfeksi menggunakan alat yang sangat kecil. Tujuannya agar infeksi tidak menyebar setelah dilakukan penambalan.

  • Pembersihan Saluran Akar

Selanjutnya, dokter akan membersihkan saluran akar dan jaringan sekitar dengan larutan khusus sebelum diberi tambalan. Dokter juga akan memberikan obat tertentu agar saraf gigi menjadi mati sehingga tidak akan merasakan sakit.

  • Pengisian Saluran Akar

Setelah benar-benar bersih, saluran akar akan diisi dengan tambalan sementara. Fungsi tambalan ini adalah untuk mencegah agar sisa makanan, kotoran, dan ludah tidak masuk ke dalam rongga dan saluran akar gigi yang sudah dibersihkan.

  • Penutupan dengan Tambalan, Pasak, dan Mahkota Gigi

Setelah ditutup dengan tambalan sementara selama satu minggu, dokter akan memeriksa kembali kondisi gigi untuk memastikan ada tidaknya infeksi. Apabila masih infeksi, maka akan diobati terlebih dahulu. Apabila aman, maka bisa dilanjutkan dengan pemasangan pasak dan penutupan dengan mahkota gigi (crown) untuk mempertahankan gigi secara maksimal setelah perawatan saluran akar.

Perawatan Setelah Prosedur

Seseorang yang telah menjalani prosedur perawatan saluran akar gigi perlu melakukan beberapa hal agar gigi tetap dalam kondisi yang baik. Berikut cara perawatan yang dapat dilakukan:

  • Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut

Senantiasa jaga kesehatan mulut dan gigi dengan menggosok gigi secara teratur dan menggunakan benang gigi. Tujuannya adalah agar sisa makanan dan plak tidak menumpuk sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada tambalan atau mahkota gigi.

Sebaiknya hindari makanan yang keras serta kurangi mengunyah pada gigi yang menjalani perawatan agar tambalan tetap menempel dengan kuat dan terhindar dari kontaminasi. Gunakan obat kumur yang mengandung antiseptik untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

  • Kontrol Rutin ke Dokter Gigi

Jadwalkan kunjungan ke dokter gigi beberapa bulan setelah perawatan atau sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter. Kontrol rutin sangat penting untuk memantau proses pemulihan gigi dan mengantisipasi munculnya efek samping mematikan saraf gigi.

  • Pencegahan Infeksi dan Komplikasi

Cegah timbulnya infeksi dengan menghindari makanan atau minuman yang tinggi gula karena gula sangat digemari oleh bakteri. Selain itu, gosok gigi menggunakan sikat gigi yang lembut dan pasta gigi berfluoride agar gigi tetap kuat.

Kesimpulan

Perawatan saluran akar tidak boleh dilakukan sembarangan mengingat risiko yang mungkin muncul. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi profesional dan sudah berpengalaman serta mengikuti instruksi demi mendapatkan hasil yang terbaik.

Kunjungi FDC Dental Clinic untuk mematikan saraf gigi dengan nyaman dan aman. Didukung oleh tenaga ahli yang berpengalaman di bidangnya, pasien dapat berkonsultasi dan mendapatkan berbagai jenis perawatan gigi termasuk perawatan saluran akar untuk mematikan saraf pada akar gigi.

© 2026 FDC Dental Clinic