Informasi

5 November 2024

Kenali Bahaya Kikir Gigi dan Alternatifnya

By drg. Ellora Gavrila

3.216

image-

Kikir gigi merupakan prosedur mengubah bentuk gigi dengan cara mengikis bagian ujung gigi. Tindakan ini sering dilakukan untuk mengatasi gigi yang terlalu panjang atau ujung gigi bergerigi. Sayangnya, bahaya kikir gigi selalu mengintai terutama jika tidak dilakukan oleh tenaga profesional.

Kikir gigi mempunyai sejumlah risiko kesehatan mulai dari gigi sensitif hingga gigi berlubang. Mengenali bahaya dan risiko kikir gigi sangat penting sebelum menjalani tindakan tersebut. Kenali juga alternatif yang aman untuk mendapatkan senyum sempurna tanpa merusak gigi secara permanen.

Risiko dan Bahaya Kikir Gigi

Prosedur kikir gigi melibatkan pengikisan lapisan enamel gigi untuk membentuk gigi sesuai keinginan. Padahal lapisan tersebut berperan penting dalam melindungi gigi dari bakteri sehingga tidak mudah berlubang. Berikut ini berbagai risiko dan bahaya dari tindakan kikir gigi.

  • Kerusakan Enamel

Enamel merupakan lapisan terluar gigi yang berfungsi mencegah gigi berlubang. Lapisan ini sangat keras tapi mudah terkikis oleh zat asam dari sisa makanan dan proses metabolisme. Tindakan kikir gigi biasanya dilakukan dengan mengikis enamel sehingga mengurangi fungsinya.

Yang lebih buruk, lapisan enamel yang sudah terkikis tidak dapat diperbaiki sehingga meningkatkan risiko kerusakan gigi. Enamel yang tipis dan sudah mendekati pulpa juga akan menimbulkan masalah gigi di kemudian hari.

  • Sensitivitas Gigi

Kikir gigi bisa menyebabkan gigi menjadi sensitif terhadap panas, dingin, dan makanan manis. Hal ini disebabkan karena terkikisnya lapisan enamel yang berfungsi melindungi bagian terdalam gigi yang berisi saraf.

Ketika lapisan tersebut menjadi tipis, maka sensitivitas gigi meningkat tajam. Akibatnya, gigi menjadi mudah ngilu atau nyeri ketika bersentuhan dengan makanan atau minuman panas, dingin, dan manis. Jika dibiarkan, hal ini akan mengganggu aktivitas bahkan menimbulkan gangguan makan.

  • Infeksi

Risiko infeksi mengintai pasien yang menjalani kikir gigi. Bahaya kikir gigi ini semakin meningkat apabila prosedur tidak dilakukan oleh ahli atau tidak menggunakan peralatan yang steril. Teknik yang tidak tepat juga bisa menjadi penyebab timbulnya infeksi.

  • Masalah Gusi

Proses kikir gigi yang kurang tepat bisa menyebabkan kerusakan pada gusi serta jaringan penyangga lainnya. Risiko ini dapat dipicu oleh penggunaan peralatan alat kikir gigi yang kurang steril atau infeksi akibat gigi berlubang yang menjalar ke gusi.

Selama proses kikir, gigi juga akan mendapatkan tekanan yang kuat. Hal ini bisa menyebabkan rasa ngilu pada gusi.

  • Perubahan Struktur Gigi

Perubahan struktur gigi merupakan risiko jangka panjang yang harus dihadapi oleh orang-orang yang menjalani kikir gigi. Selain mengubah struktur gigi, pengikiran juga bisa mempengaruhi fungsi mengunyah serta keindahan mulut.

Alasan Mengapa Kikir Gigi Dilakukan

Ada beberapa alasan yang mendasari seseorang menjalani kikir gigi. Alasan yang paling umum adalah untuk mengatasi masalah gigi yang tidak rata sehingga terlihat kurang estetik. Dengan pengikiran, gigi menjadi lebih rata sehingga senyuman terlihat menarik.

Motif yang kedua adalah kesalahpahaman bahwa kikir gigi dapat memperbaiki senyum secara aman. Faktanya, kikir gigi tetap mempunyai risiko yang berbahaya bagi kesehatan gigi dan mulut terutama jika tidak dilakukan oleh profesional dengan peralatan memadai.

Alternatif Aman untuk Kikir Gigi

Jika ingin memperbaiki bentuk gigi dengan alasan kesehatan maupun estetika namun khawatir dengan bahaya kikir gigi, ada beberapa alternatif yang tergolong lebih aman. Berikut ini alternatif perawatan yang dapat dipertimbangkan.

  • Ortodontik

Ortodontik adalah perawatan gigi menggunakan kawat gigi atau aligner. Prosedur ini bertujuan untuk merapikan gigi berantakan dan tidak rata sehingga dapat memperbaiki struktur gigi, mengembalikan fungsi gigi, hingga meningkatkan estetika gigi.

Meskipun membutuhkan waktu yang relatif lama, kawat gigi dan aligner tergolong aman dengan risiko yang lebih kecil. Pastikan prosedur ini hanya dilakukan oleh dokter gigi profesional agar tidak terjadi risiko infeksi.

  • Veneer

Veneer merupakan prosedur perawatan gigi kosmetik yang melibatkan pengikisan sebagian permukaan gigi. Setelah pengikisan, gigi akan dilapisi dengan cangkang tipis yang terbuat dari porselen atau resin komposit untuk menutupi bagian gigi dan membentuknya agar lebih indah sesuai kebutuhan estetika.

Tindakan ini dapat mengatasi gigi yang kurang rapi hingga membentuk gigi seperti gigi kelinci sehingga membuat penampilan lebih menarik. Prosedur ini membutuhkan waktu lebih lama dengan beberapa kali kunjungan.

  • Dental Contouring

Dental contouring dikenal sebagai salah satu prosedur perawatan gigi kosmetik untuk membentuk ulang gigi. Dibandingkan dengan kikir, contouring jauh lebih aman karena hanya mengikis sedikit lapisan enamel gigi sehingga tidak menyebabkan risiko yang serius.

Setelah mengikis sedikit lapisan enamel, dokter akan membentuk ulang gigi dengan peralatan khusus. Namun, prosedur dental contouring harus dilakukan oleh profesional agar aman. Pastikan hanya melakukan perawatan gigi di klinik terpercaya agar terhindar dari risiko kerusakan gigi yang fatal.

Kesimpulan

Mengubah struktur gigi dapat berdampak fatal apabila dilakukan secara sembarangan. Selalu konsultasi dengan dokter gigi profesional sebelum menjalani prosedur apa pun termasuk kikir gigi karena berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada gigi.

Dokter gigi yang profesional akan memeriksa kondisi gigi dan memutuskan apakah prosedur tersebut memungkinkan. Jika tidak, maka dokter akan menyarankan metode alternatif yang lebih aman sehingga tidak menimbulkan risiko gangguan kesehatan mulut dan gigi.

Jika berminat menjalani prosedur untuk mengubah struktur gigi tapi khawatir dengan bahaya kikir gigi, jadwalkan kunjungan ke Klinik FDC. Dokter spesialis gigi akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui prosedur yang tepat untuk mendapatkan hasil yang terbaik sesuai keinginan.

© 2026 FDC Dental Clinic