Cabut Gigi
11 November 2024
Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Cabut Gigi Saat Hamil
By drg. Anjasari Evanata
3.832
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika cabut gigi saat hamil, mulai dari pemilihan waktu hingga perawatan pasca pencabutan. Hormon di dalam tubuh ibu hamil memang mengalami banyak perubahan yang dapat mempengaruhi banyak hal, mulai bentuk badan hingga gangguan kesehatan.
Tidak jarang wanita hamil yang mengalami masalah gigi seperti radang gusi, infeksi gusi, atau gigi berlubang. Inilah alasan mengapa perawatan gigi saat hamil sangat penting dilakukan. Jika kerusakan gigi cukup parah, dokter mungkin menyarankan tindakan cabut gigi guna mencegah komplikasi.
Apakah Cabut Gigi Saat Hamil Aman?
Menurut Journal of Dentomaxillofacial Science, tindakan cabut gigi saat hamil diperbolehkan dan aman. Namun, prosedur ini harus dilakukan dengan hati-hati, mempertimbangkan berbagai hal dengan matang, serta jika memang sangat diperlukan.
Kondisi gigi yang rusak dan tidak dapat lagi diselamatkan memungkinkan tindakan pencabutan gigi selama masa kehamilan, seperti gigi berlubang besar, kerusakan gigi yang parah, gigi bungsu sakit, atau akar gigi terinfeksi.
Pada kasus seperti ini, gigi rusak yang tidak dicabut justru beresiko menginfeksi gigi lain yang masih sehat sehingga menyebabkan komplikasi. Sementara dari segi resiko atau bahaya cabut gigi saat hamil termasuk:
- Pendarahan.
- Infeksi di sekitar bekas cabutan.
- Tidak boleh sembarangan mengkonsumsi obat pereda nyeri apalagi tanpa resep dokter.
- Cabut gigi pada ibu hamil yang memiliki hipertensi atau anemia beresiko bayi lahir prematur atau keguguran.
- Bayi lahir dengan berat badan rendah.
- Cacat lahir.
Waktu yang Tepat untuk Mencabut Gigi Selama Kehamilan
Pada dasarnya, tindakan paling aman untuk cabut gigi adalah setelah ibu melahirkan, terutama untuk pencabutan gigi bungsu (odontektomi). Namun jika tindakan pencabutan terpaksa dilakukan di masa kehamilan, penentuan waktu harus dilakukan secara hati-hati.
Menurut American Pregnancy Association, waktu yang tepat adalah trimester kedua atau minggu ke-14 hingga ke-20. Sebab pada masa ini, organ-organ vital janin sudah terbentuk seperti otak dan jantung.
Selain itu, ibu hamil pada trimester kedua biasanya sudah tidak begitu merasakan mual seperti saat hamil muda. Sementara pada trimester ketiga, biasanya ibu hamil akan kesulitan untuk tidur dengan posisi terlentang dalam waktu lama guna istirahat setelah cabut gigi.
Persiapan Sebelum Prosedur Pencabutan Gigi
Berikut dua langkah penting untuk mengurangi resiko cabut gigi selama masa kehamilan:
- Pemeriksaan Kesehatan Secara Menyeluruh
Ibu hamil harus memeriksakan kesehatan secara menyeluruh di dokter kandungan dan dokter gigi sebelum mengambil tindakan cabut gigi.
Jika dibutuhkan, dokter gigi mungkin akan melakukan rontgen untuk mengecek kondisi gigi secara detail dan memutuskan tindakan terbaik guna mengatasi masalah, apakah memang harus dicabut atau ada alternatif lain.
Rontgen sendiri menimbulkan readiasi, sehingga dokter akan melakukannya dengan sangat hati-hati, meskipun radiasinya tidak begitu besar dan umumnya tidak membahayakan janin.
- Memilih Obat-Obatan dan Anestesi dengan Hati-hati
Hal yang perlu diperhatikan ketika cabut gigi saat hamil termasuk pemilihan obat dan anestesi. Obat bius biasanya dibutuhkan untuk prosedur cabut gigi, yang bisa berupa krim, salep, semprot, gel, atau pun suntikan.
Biasanya dokter juga akan memberikan antibiotik atau obat pereda nyeri untuk mengatasi gusi bengkak, sakit gigi, atau masalah lain. Antibiotik yang aman untuk ibu hamil termasuk golongan cephalosporin, penicillin, clindamycin, dan erythromycin.
Antibiotik golongan tetracycline tidak disarankan karena dapat menyebabkan perubahan warna gigi pada janin, terutama jika dikonsumsi saat usia kandungan di atas 15 minggu.
Prosedur Pencabutan Gigi dan Penggunaan Anestesi
- Pemberian Anestesi yang Aman
Secara umum, jenis anestesi yang aman digunakan untuk ibu hamil adalah lidocaine, bupivacaine, dan mepivacaine. Pastikan untuk memberitahu dokter bahwa Anda sedang hamil agar dosis dan jenis obat bius dapat disesuaikan.
Namun pada kondisi kesehatan tertentu, misal ibu hamil yang memiliki alergi, mungkin tidak disarankan untuk menggunakan jenis anestesi di atas.
- Sterilisasi
Semua alat yang dibutuhkan untuk prosedur cabut gigi akan disterilkan dengan baik agar tidak terjadi infeksi yang juga berpengaruh terhadap janin.
- Ekstraksi
Selanjutnya dokter akan melakukan pencabutan atau ekstraksi gigi dengan sangat hati-hati dan lembut agar tidak meninggalkan trauma pada jaringan di sekitar gigi.
Perawatan Pasca Pencabutan Gigi
Inilah beberapa tips perawatan setelah cabut gigi saat hamil untuk mencegah infeksi dan komplikasi:
- Ikuti petunjuk dokter: patuhi semua petunjuk dari ahli bedah atau dokter gigi terkait prosedur perawatan pasca cabut gigi, termasuk batasan aktivitas fisik hingga konsumsi obat-obatan yang diberikan/resepkan.
- Hindari aktivitas berat: perbanyak istirahat terutama 24 jam pasca cabut gigi untuk mencegah pendarahan yang berlebih, serta mempercepat proses penyembuhan luka bekas cabutan.
- Pilih makanan: hindari minuman terlalu panas dan makanan pedas untuk meminimalkan pendarahan dan mencegah iritasi. Hindari juga makanan dengan tekstur keras, terlalu lengket, alot, atau jenis lain yang sulit dikunyah.
- Kompres: gunakan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit. Bisa dengan kantong es atau kain bersih yang dicelupkan ke dalam air es.
- Hindari alkohol dan rokok: keduanya dapat meningkatkan resiko infeksi dan memperlambat proses penyembuhan.
- Kenali tanda infeksi: jika terjadi pendarahan atau pembengkakan berlebih, rasa nyeri meningkat, atau keluar nanah dari bekas cabutan, maka segera periksa ke dokter gigi.
- Jaga kebersihan: tetap jaga kebersihan mulut dengan rajin gosok gigi dan menggunakan obat kumur (hindari menyikat di area bekas cabutan).
Kesimpulan
Penting untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi selama masa kehamilan guna mencegah penyakit gigi dan gusi yang mengharuskan prosedur cabut gigi. Lakukan juga perawatan pembersihan medis seperti pembersihan plak dan karang gigi di tempat profesional seperti FDC Dental Clinic.
Adapun hal yang perlu diperhatikan ketika cabut gigi saat hamil termasuk pemilihan jenis obat dan anestesi, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, pemilihan waktu yang tepat, sterilisasi alat, dan ekstraksi yang harus dilakukan oleh dokter atau ahli bedah gigi profesional.
© 2026 FDC Dental Clinic
