Behel Gigi

22 Oktober 2024

Gigi Tonggos: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

By drg. Ellora Gavrila

7.899

image-

Gigi tonggos, secara medis dikenal dengan istilah maloklusi atau buck teeth, adalah suatu kondisi ketika deretan gigi atas terlalu maju. Jika pada kondisi normal barisan gigi atas sedikit menonjol, penderita maloklusi memiliki tonjolan gigi yang terlihat jelas sehingga dapat mengganggu penampilan.

Tidak hanya mengganggu penampilan, kondisi maloklusi juga dapat mengganggu proses berbicara atau mengunyah makanan. Bahkan pada kasus tertentu, tonjolan gigi dapat melukai bibir dan lidah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi maloklusi.

Penyebab Gigi Tonggos

Maloklusi dapat disebabkan oleh beberapa hal. Faktor genetik atau keturunan menjadi salah satu alasan utama seseorang mempunyai gigi yang menonjol. Apabila orang tua, kakek-nenek, atau saudara mempunyai gigi tonggos, maka besar kemungkinan anak akan mewarisi kondisi yang sama.

Meskipun demikian, maloklusi juga dapat terjadi akibat kebiasaan buruk saat masa kanak-kanak seperti penggunaan dot hingga lebih dari 3 tahun dan mengisap jari. Tekanan lidah yang berlebihan, pertumbuhan gigi yang tidak normal, serta cedera juga dapat menyebabkan maloklusi.

Beberapa kondisi medis seperti kista rahang atau tumor juga bisa menjadi penyebab gigi menonjol. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab maloklusi secara pasti.

Gejala dan Tanda

Pada umumnya maloklusi tidak sulit untuk dideteksi karena posisi gigi dapat terlihat dengan mudah. Namun, ada beberapa jenis maloklusi dengan gejala dan tanda yang bervariasi mulai dari ringan hingga berat. Berikut ini beberapa gejala dan tanda maloklusi:

  • Barisan gigi tidak sejajar atau maju
  • Lidah atau bagian dalam pipi sering tergigit
  • Fitur wajah tidak simetris
  • Tidak nyaman saat menggigit atau mengunyah makanan
  • Gangguan bicara
  • Bernapas melalui mulut

Beberapa gejala dan tanda di atas tidak boleh disepelekan, apalagi jika sampai mengganggu aktivitas sehari-hari atau menimbulkan rasa tidak nyaman. Segera kunjungi dokter dan konsultasikan kondisi tersebut untuk penanganan lebih lanjut.

Diagnosis

Gigi tonggos umumnya dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik oleh dokter gigi. Dokter akan melihat posisi gigi apakah sejajar atau terdapat gigi yang menonjol dan tumpang tindih. Dokter biasanya juga akan menanyakan riwayat kesehatan gigi serta cara perawatan gigi yang selama ini dilakukan.

Demi membantu menegakkan diagnosis, dokter akan menyarankan untuk menjalani rontgen gigi untuk melihat struktur gigi dan rahang secara pasti. Tidak hanya membantu mendiagnosis gigi yang bersembunyi, rontgen juga dapat membantu melihat kondisi gigi seperti ada tidaknya lubang.

Selanjutnya, dokter akan membuat cetakan gigi untuk menganalisis kondisi lebih dalam. Apabila terdeteksi, maloklusi akan dikategorikan sesuai tingkat keparahan. Dokter juga akan memberikan rujukan untuk penanganan lebih lanjut, seperti ke dokter spesialis bedah mulut atau ortodonti.

Cara Mengatasi

Ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi maloklusi. Metode yang digunakan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan sehingga perawatan dapat memberikan hasil optimal. Berikut ini cara-cara yang sering dilakukan:

  • Pemakaian Behel

Pemasangan behel menjadi salah satu perawatan yang paling umum untuk mengatasi maloklusi pada tingkat ringan. Kawat gigi akan membantu merapikan dan menarik jajaran gigi ke arah dalam sehingga tidak terlalu menonjol.

Behel cukup efektif mengatasi gigi tonggos pada anak karena posisi gigi anak-anak lebih mudah diubah dibandingkan orang dewasa. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan untuk melakukan pengecekan kondisi kawat gigi secara rutin.

  • Aligner

Aligner merupakan jenis perawatan ortodontik yang dapat membantu merapikan gigi. Metode ini mulai banyak digemari oleh kalangan muda karena dianggap lebih menarik dibandingkan behel. Alih-alih menggunakan kawat, jenis perawatan ini menggunakan aligner bening sehingga tidak terlihat.

Aligner juga lebih praktis karena dapat dilepas pasang sendiri. Namun, pastikan aligner terpasang selama 20-22 jam per hari untuk hasil optimal. Terkait harga, Aligner jauh lebih mahal dibandingkan behel karena aligner harus diganti setiap 1 hingga 2 minggu sekali.

  • Operasi Ortognatik

Operasi ortognatik atau lebih dikenal sebagai operasi rahang adalah tindakan untuk memperbaiki posisi gigi dan rahang. Operasi ini dapat dilakukan untuk mengatasi gigi tonggos, terutama pada orang dewasa atau pada kasus yang tergolong parah.

Meskipun efektif untuk mengatasi maloklusi, prosedur ini tidak dianjurkan untuk pasien berusia di bawah 17 tahun karena rahang masih dalam masa pertumbuhan.

  • Perawatan Rumahan

Untuk kasus maloklusi ringan, perawatan rumahan bisa menjadi pilihan yang tepat dan hemat. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain menjaga kebersihan gigi, menggunakan benang gigi, serta menggunakan pelindung mulut.

Perawatan rumahan juga dapat terus dilakukan setelah menjalani prosedur lain agar kondisi gigi tidak kembali menonjol.

Pencegahan

Meskipun faktor genetik berperan pada munculnya maloklusi, namun kondisi ini dapat dicegah. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya maloklusi terutama pada anak.

  • Hindari Kebiasaan Buruk

Beberapa kasus maloklusi disebabkan oleh kebiasaan buruk saat kecil seperti mengisap jari atau menggunakan dot berlebihan. Hindari kebiasaan tersebut untuk mencegah terjadinya gigi tonggos terutama pada anak.

  • Edukasi 

Terkadang maloklusi muncul karena kurangnya edukasi terhadap kesehatan gigi. Setiap orang tua hendaknya mengedukasi diri mengenai pentingnya kesehatan gigi pada anak. Dengan pengetahuan tersebut, diharapkan orang tua bisa mengambil langkah tepat untuk mencegah maloklusi sejak dini.

  • Kontrol Rutin

Memeriksakan diri secara rutin ke klinik gigi seperti FDC Dental Clinic sangat efektif untuk mencegah gigi tonggos. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan fisik sehingga apabila ditemukan tanda-tanda maloklusi, perawatan bisa segera dilakukan demi mendapatkan hasil yang lebih optimal.


 

© 2026 FDC Dental Clinic