Informasi

9 November 2024

Gigi Tidak Tumbuh Setelah Usia 1 Tahun? Inilah 5 Penyebabnya

By drg. Anjasari Evanata

2.831

image-

Pertumbuhan gigi anak bisa berbeda-beda tergantung banyak faktor, dan hal ini termasuk wajar. Namun, patut waspada jika gigi tidak tumbuh saat usia anak sudah lebih dari 12 bulan. Penyebabnya beragam mulai dari faktor genetik seperti anodontia hingga trauma dan infeksi gigi.

Pembentukan gigi manusia sendiri sudah dimulai sejak masih dalam kandungan, dan akan mulai tumbuh ketika bayi berusia 6-12 bulan. Kemudian untuk gigi susu biasanya sudah lengkap di usia 3 tahun, dan akan tergantikan dengan gigi dewasa fullset saat usia 12-14 tahun.  

Penyebab Gigi Tidak Tumbuh

  • Anodontia

Gigi sama sekali tidak tumbuh karena faktor genetik langka dikenal dengan anodontia. Kelainan genetik langka dari orang tua yang diturunkan kepada anak ini sifatnya hanya sebagai pembawa gen. Maksudnya, orang tua tidak memiliki gejala anodontia, namun sang anak mewarisinya. 

Orang tua dengan kondisi ini biasanya mengalami mutasi gen pada jaringan pembentuk gigi yang terletak di bawah gusi (lamina). Mutasi ini membuat jaringan pembentuk gigi pada sang anak mengalami kerusakan dan menyebabkan gigi tidak pernah tumbuh.

  • Hypodontia

Sedangkan untuk kondisi gigi dewasa tidak tumbuh disebut hypodontia. Jadi pada kasus ini, gigi susu tumbuh dan tanggal secara normal, namun gigi dewasa tidak pernah muncul.

Sama seperti anodontia, hypodontia juga disebabkan oleh kelainan genetik dan sekitar 10 gen berperan dalam hal ini. Namun dari sekian gen yang ada, gen WNT10A-lah disebut-sebut sebagai faktor utama. 

Bahkan pada sebagian kasus, gigi susu pada penderita hypodontia tidak tumbuh lengkap alias ada yang ompong. Kondisi ini biasanya akan mempengaruhi fungsi mengunyah dan berbicara, bisa menyebabkan kelainan bentuk lidah dan masalah mulut.

  • Faktor Genetik

Jika salah satu orang tua atau mungkin kakek nenek memiliki riwayat gigi tumbuh terlambat atau tidak normal, maka keturunannya memiliki tinggi untuk mengalami hal serupa. Faktor genetik juga bisa didapat dari paman, bibi, tante, atau keluarga sedarah lainnya.

  • Masalah Perkembangan

Gangguan perkembangan pada masa kanak-kanak menjadi salah satu sebab gigi tidak dapat tumbuh sebagian atau seluruhnya, dan salah satu faktornya disebabkan oleh malnutrisi. 

Ketika sang anak tidak mendapat asupan nutrisi yang cukup, maka memiliki kecenderungan terlambat dalam proses tumbuh kembang seperti berbicara, berjalan, dan perkembangan benih gigi. 

Gangguan tumbuh kembang seperti down syndrome dan hypopituitarism juga berpengaruh terhadap perkembangan fisik dan pertumbuhan gigi.

  • Trauma atau Infeksi

Trauma gigi disebabkan oleh cedera fisik yang terjadi di sekitar mulut, seperti gusi, gigi, lidah, bibir, jaringan lunak mulut, dan tulang rahang penyokong gigi. 

Disebut juga dental trauma, kondisi ini bisa menyebabkan gigi retak, gigi patah, gigi tanggal, hingga gigi tidak tumbuh lagi. Infeksi gigi yang terjadi pada masa kanak-kanak juga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan gigi saat remaja.

Gejala dan Dampak Gigi Tidak Tumbuh

Keterlambatan Pertumbuhan Gigi

Gigi tumbuh pada bayi ditandai dengan munculnya warna putih di atas gusi, yang merupakan benih gigi. Jika pada usia 6-12 bulan belum muncul, maka ada kemungkinan sang anak mengalami keterlambatan tumbuh gigi atau bahkan tidak tumbuh. 

Kemungkinan yang sama terjadi ketika gigi dewasa tidak tumbuh di usia 12-14 tahun setelah gigi susu tanggal alami. Lalu untuk penderita anodontia, ada gejala lain yang menyertai seperti berikut ini:

  • Kerontokan parah pada rambut.
  • Pitak (botak tidak rata).
  • Bibir sumbing.
  • Jarang sekali berkeringat bahkan saat berada di tempat panas.
  • Terdapat celah pada langit-langit mulut.
  • Gangguan penglihatan atau pendengaran.
  • Kuku tumbuh tidak normal atau bahkan tidak terbentuk.

Masalah Kesehatan Mulut

Gigi depan anak lama tumbuh, atau pun gigi bagian lain, bisa menyebabkan masalah kesehatan mulut seperti kesulitan dalam berbicara dan menggigit atau mengunyah makanan. 

Gigi yang tidak tumbuh normal atau bahkan tidak tumbuh sama sekali juga akan berdampak pada estetika dan bisa menyebabkan kurangnya rasa percaya diri.

Masalah Struktural

Dampak lain dari gigi tidak dapat tumbuh sebagian atau seluruhnya adalah terjadinya masalah struktural, seperti bentuk rahang atau wajah tidak normal. Sebab, struktur dari gigi memang dapat berdampak pada visual wajah secara keseluruhan.

Diagnosis

Jika sang anak memiliki salah satu dari sejumlah gejala tidak tumbuh gigi seperti di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter FDC Dental Clinic untuk mendapat diagnosis yang lebih pasti dengan cara berikut ini:

  • Pemeriksaan Klinis

Dokter gigi umum atau dokter gigi ortodontis akan melakukan pemeriksaan fisik gigi untuk mengidentifikasi masalah dari telatnya pertumbuhan gigi atau bahkan gigi yang tidak tumbuh sama sekali. 

Ingat, pemeriksaan klinis ini tidak dapat dilakukan sendiri di rumah, oleh dokter umum, atau pun tenaga medis lain yang tidak ahli di bidangnya ya. Jadi pastikan untuk memilih dokter profesional dan kompeten seperti FDC Dental Clinic.

  • Imaging

Dokter akan menyarankan metode imaging atau penggunaan sinar-X untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih detail dan akurat, serta mengetahui faktor penyebab dan solusinya. Jangan khawatir, tidak metode pemeriksaan ini tidak menimbulkan efek samping.

Penanganan dan Perawatan

Berikut beberapa cara mengatasi gigi tidak tumbuh pada anak:

  • Pengawasan dan pemantauan rutin pada perkembangan gigi anak dengan rajin berkunjung ke dokter gigi.
  • Pada kasus tertentu, penggunaan alat ortodontik mungkin disarankan untuk membantu mengatasi masalah struktural karena gigi tidak tumbuh normal atau bahkan tidak ada sama sekali. Contohnya penggunaan kawat gigi.
  • Pendekatan multidisiplin dengan memberikan perawatan komprehensif yang melibatkan kolaborasi antara ortodontis, dokter gigi, dan spesialis lain bisa menjadi solusi gigi tidak dapat tumbuh yang efektif.
  • Kemudian untuk kasus yang parah, implan gigi bisa menjadi solusi terbaik untuk menggantikan gigi yang hilang atau tidak tumbuh.

Kesimpulan

Penting untuk memahami usia pertumbuhan gigi pada anak agar bisa mengetahui giginya tumbuh normal atau tidak. Meski mengkhawatirkan, kondisi gigi tidak tumbuh tetap bisa diatasi dengan konsultasi dan perawatan medis profesional, seperti salah satunya penggunaan implan.

© 2026 FDC Dental Clinic