Informasi
12 November 2024
Gigi Tertelan Bahaya atau Tidak?
By drg. Anjasari Evanata
17.892
Gigi tertelan bahaya atau tidak? Pada kondisi tertentu, hal ini bisa membahayakan. Gigi tertelan adalah kondisi saat gigi tanggal tanpa disadari (sebagian atau seluruhnya) dan tidak sengaja tertelan. Sebagian besar kasus gigi tertelan terjadi pada anak, bisa saat makan, bermain, tidur, atau ketika terjadi cedera.
Hal ini karena gigi anak memiliki struktur yang lebih pendek dan tipis, serta mudah goyang, patah, atau tanggal. Gigi anak atau gigi susu memang didesain untuk mudah tanggal dan tergantikan dengan gigi dewasa atau permanen. Ukuran gigi susu bisa sebesar butiran kedelai atau beras, tergantung usia anak.
Apakah Gigi Tertelan Berbahaya?
Secara medis, hampir semua benda asing yang masuk ke dalam tenggorokan, termasuk gigi tertelan saat tidur, akan berakhir di dalam saluran pencernaan dan terbuang bersama dengan kotoran.
Namun, ada kemungkinan 8% benda asing yang tertelan mengalami 'salah jalur' dengan mengarah masuk ke saluran pernapasan bernama tracheobronchial tree. Jika gigi tertelan masuk ke saluran ini, maka dapat menyebabkan kondisi darurat medis yang mengganggu pernapasan.
Tracheobronchial tree merupakan bagian dari paru-paru dan seharusnya hanya dilalui oleh udara, bukan benda asing seperti gigi. Kondisinya bisa semakin parah jika gigi tertelan tidak diketahui atau si anak tidak menyadarinya.
Langkah Pertama Ketika Gigi Tertelan
Jangan Panik
Jaga tubuh tetap rileks agar gigi anak tertelan tidak salah jalur. Pasalnya, tubuh yang rileks dapat mempercepat makanan atau benda lain yang tertelan lebih cepat sampai ke dalam saluran pencernaan.
Makan
Sembari menenangkan tubuh, berikan si Kecil makanan tinggi serat untuk melancarkan proses penceranaan, seperti:
- Pepaya.
- Alpukat.
- Buah bit.
- Apel.
- Kiwi.
- Pisang.
- Kentang.
- Kacang-kacangan / polong-polongan.
- Jagung rebus.
- Gandum.
Perbanyak Minum
Tubuh yang terhidrasi dapat melancarkan kinerja usus, sehingga disarankan untuk memperbanyak minum air putih agar gigi tertelan bisa keluar segera. Hindari minuman dengan kandungan gas seperti susu dan soda, karena dapat membuat perut kembung dan mengganggu pencernaan.
Berikan Rangsangan Muntah
Tindakan ini cocok dilakukan jika gigi tertelan saat sedang makan atau baru saja makan. Rangsangan muntah bisa diberikan dengan minum obat emesis.
Jenis obat ini biasanya perlu dicampur dengan air, kemudian diteguk segera setelah larut. Dalam beberapa menit, biasanya perut akan terasa mual dan ada rasa ingin muntah.
Masukkan Jari ke Mulut
Jika tidak ingin atau tidak bisa mengkonsumsi obat emesis, maka bisa menstimulasi muntah dengan cara alami, yaitu menggunakan jari. Pastikan untuk terlebih dahulu mencuci tangan sampai bersih, lalu masukkan salah satu jari ke dalam mulut hingga bagian belakang.
Larutan Pencahar
Pencahar adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk mengatasi sembelit atau kondisi medis lain terkait gastrointestinal. Efek samping paling umum dari obat ini adalah rasa mulas dan ingin buang air besar.
Namun, menggunakan obat pencahar untuk mengatasi gigi tertelan sebaiknya dihindari karena proses pencernaan yang berjalan secara alami akan lebih baik.
Jika harus menggunakannya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu agar bisa mengetahui dosis yang tepat sesuai usia dan kondisi kesehatan masing-masing.
Proses Gigi yang Tertelan dalam Tubuh
- Pada sebagian besar kasus gigi tertelan, biasanya gigi akan masuk ke dalam saluran pencernaan terutama jika hal ini terjadi ketika sedang makan.
- Sistem pencernaan sendiri melibatkan berbagai organ, seperti hati, empedu, usus, pankreas, dan lambung. Masing-masing organ ini memiliki fungsi tersendiri dalam memproses makanan.
- Patahan gigi tertelan kemungkinan akan bercampur dengan makanan di dalam lambung, yang merupakan tempat penghalusan dengan melibatkan enzin pencernaan dan asam lambung.
- Ketika gigi tertelan telah berubah menjadi pasta atau bertekstur cair, maka otot lambung akan mendorongnya ke bagian usus halus dan lanjut ke usus besar.
- Karena tubuh mendeteksi gigi sebagai sisa makanan yang tidak mengandung gizi atau nutrisi, maka akan dipadatkan di dalam usus besar dan dibuang bersama kotoran.
Secara umum, proses pencernaan membutuhkan waktu sekitar 24−72 jam, tergantung jumlah dan jenis makanan, tingkat metabolisme, jenis kelamin, dan kondisi medis tertentu. Jadi, ada kemungkinan bahwa gigi atau karang gigi tertelan akan keluar bersama kotoran setelah 24−72 jam.
Selama proses pencernaan tadi, mungkin akan ada potensi masalah seperti sakit atau nyeri perut, muntah, atau feses berdarah.
Kapan Harus Menghubungi Dokter
Waspadai salah satu dari beberapa hal di bawah ini karena bisa menjadi indikasi masalah serius yang dapat membahayakan atau mengancam nyawa.
- Nyeri perut berlebih.
- Nyeri dada atau di area tenggorokan.
- Kesulitan bernapas atau menelan.
- Terjadi sesak napas.
- Muntah disertai darah.
- Batuk-batuk yang bisa menjadi indikasi dari tersumbatnya saluran pernapasan.
- Demam.
- Produksi air liur meningkat.
- Feses berdarah, apalagi jika berwarna hitam (indikasi masalah di saluran pencernaan).
Segera pergi ke FDC Dental Clinic terdekat jika salah satu atau lebih dari gejala di atas terjadi. Dokter FDC akan melakukan pemeriksaan lebih lengkap dan membuat diagnosa, kemudian mengambil tindakan penanganan yang tepat.
Pencegahan Gigi Tertelan pada Anak
- Lakukan pemeriksaan rutin pada gigi anak. Segera bawa ke dokter jika gigi tampak goyang, patah, atau ada indikasi kerusakan. Pada kondisi gigi yang sehat, tetap lakukan pemeriksaan rutin 6 bulan sekali.
- Berikan edukasi pada anak tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi, dan cara yang benar dalam menyikat gigi.
- Ajari anak untuk mengkomunikasikan jika ada masalah pada gigi, seperti gigi susu mulai goyang.
- Sampaikan pada anak untuk lebih berhati-hati saat minum dan makan ketika gigi susu dalam keadaan goyang.
Kesimpulan
Jadi, gigi tertelan bahaya atau tidak? Jawabannya bisa iya jika gigi masuk ke jalur pernapasan. Kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas, nyeri dada, demam, atau batuk berlebih. Waspadai jika terjadi feses atau batuk berdarah setelah mengalami gigi tertelan.
Segera lakukan pertolongan pertama dengan memperbanyak minum, konsumsi makanan tinggi serat, atau berikan rangsangan muntah jika diperlukan. Cara terbaik lainnya adalah segera pergi ke dokter untuk mendapat pertolongan medis.
© 2026 FDC Dental Clinic
