Informasi
27 Oktober 2024
Gigi Patah: Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan
By drg. Ellora Gavrila
2.995
Gigi patah bisa terjadi pada siapa saja. Meskipun dikenal sebagai bagian tubuh yang kuat, gigi bisa patah akibat trauma atau kebiasaan buruk. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa nyeri di area gigi, bahkan berisiko infeksi jika tidak segera ditangani.
Selain menimbulkan masalah kesehatan mulut, gigi yang patah juga berdampak pada kepercayaan diri seseorang terutama saat bertemu dengan orang lain. Oleh sebab itu, sangat penting untuk segera mengatasi gigi patah agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Penyebab Gigi Patah
Gigi patah dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, mulai dari cedera hingga kebiasaan buruk yang tidak disadari. Berikut ini beberapa penyebab gigi patah yang perlu diketahui.
- Cedera atau Trauma Fisik
Kecelakaan dan cedera yang menimpa area rahang bisa menyebabkan gigi menjadi patah. Misalnya ketika seseorang jatuh tersungkur atau wajah terkena tendangan saat bermain bola, maka besar kemungkinan akan mengalami patah pada gigi.
- Gigi Rapuh
Kondisi gigi yang rapuh membuat gigi menjadi mudah patah. Gigi rapuh dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti tidak rajin menggunakan pasta gigi berfluoride, kekurangan kalsium, atau pertambahan usia.
- Menggigit Benda Keras
Salah satu penyebab gigi patah yang paling umum adalah menggigit benda keras seperti es batu, kacang, atau jenis makanan lain. Risiko patah jauh lebih tinggi pada orang-orang yang mengalami masalah gigi seperti karies atau pernah menambal gigi.
- Kebiasaan Buruk
Kebiasaan buruk menggertakkan gigi saat tidur atau cemas bisa membuat gigi rapuh sehingga mudah patah. Untuk mengurangi kebiasaan ini, konsultasikan dengan dokter gigi.
- Gigi Pernah Ditambal
Gigi yang pernah ditambal cenderung lebih lemah dibandingkan gigi yang masih utuh. Pada banyak kasus gigi patah, sebagian besar disebabkan karena gigi pernah ditambal sebelumnya sehingga menjadi lemah.
Gejala Gigi Patah
Tergantung tingkat keparahan, gigi yang patah dapat menimbulkan gejala. Berikut ini beberapa gejala yang mungkin muncul ketika gigi patah:
- Nyeri tajam atau berdenyut pada gigi yang patah
- Gusi berdarah di sekitar area gigi patah
- Kesulitan mengunyah makanan
- Gigi bengkak di area gigi yang patah
- Sensitivitas terhadap suhu panas dan dingin.
Penanganan Pertama Gigi Patah
Sebelum mengunjungi dokter, ada beberapa langkah awal yang bisa dilakukan untuk menangani gigi yang patah seperti berikut:
- Membilas mulut dengan air hangat
- Apabila terjadi bengkak, kompres menggunakan air dingin untuk meredakan pembengkakan
- Simpan potongan gigi yang patah dalam larutan garam atau air susu
- Hubungi dokter jika membutuhkan perawatan darurat.
Pengobatan Gigi Patah
Pengobatan untuk mengatasi gigi patah tergantung pada tingkat keparahan. Untuk kasus yang ringan, gigi dapat diperbaiki dalam waktu singkat. Jika parah, prosedur yang dilakukan lebih rumit dan mahal. Berikut ini beberapa opsi pengobatan untuk gigi patah.
- Penambalan Gigi
Penambalan dapat dilakukan jika kondisi patah ringan dengan sedikit patahan. Dokter akan menambal gigi menggunakan bahan khusus sehingga menyerupai gigi asli. Prosedur ini cukup mudah dan terjangkau namun risiko lepas juga tergolong tinggi.
Jika memungkinkan, dokter akan menyambung kembali gigi yang telah patah menggunakan lem khusus. Oleh sebab itu, jangan buang gigi yang patah dan simpan di larutan garam atau air susu.
- Crown atau Mahkota Gigi
Crown atau mahkota digunakan untuk melindungi gigi yang patah. Perawatan ortodontik ini lebih rumit dan mahal tapi menawarkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan sekedar menambal. Pemasangan crown dapat dilakukan jika patahan berukuran besar atau gigi sudah rusak.
- Veneer
Gigi patah dapat diperbaiki dengan veneer. Lapisan veneer yang terbuat dari porselen atau resin komposit akan dipasang dan menutupi gigi asli sehingga membuat gigi terlihat utuh kembali. Dokter akan memilih warna veneer yang sesuai dengan gigi asli agar terlihat lebih natural.
- Perawatan Saluran Akar
Apabila kondisi patah cukup parah hingga ke pulpa, maka dokter akan menyarankan untuk menjalani perawatan saluran akar. Tujuannya adalah agar bakteri pada mulut tidak masuk dan menginfeksi bagian pulpa.
- Pencabutan dan Implan Gigi
Pencabutan dan pemasangan implan menjadi opsi terakhir ketika gigi sudah tidak bisa diperbaiki. Kondisi patah yang sangat parah dan tidak memungkinkan untuk perbaikan maka akan dicabut agar tidak menimbulkan infeksi atau risiko yang lebih serius.
Setelah dicabut, dokter akan memasang implan pada lubang gusi. Hal ini bertujuan untuk mencegah gusi mengerut sehingga menyebabkan gigi di sekitarnya goyang atau berubahnya susunan gigi.
Pencegahan Gigi Patah
Gigi patah adalah kondisi yang dapat dicegah dengan merawat kesehatan gigi. Berikut ini beberapa hal lain yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko gigi patah:
- Menggunakan pelindung mulut saat berolahraga untuk meminimalisir cedera
- Hindari menggigit benda atau makanan keras
- Jaga kebersihan mulut agar gigi tidak mudah rapuh
- Lakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter gigi profesional.
Kesimpulan
Gigi patah dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti cedera hingga gigi rapuh. Merawat kesehatan gigi dan mulut adalah langkah penting untuk mencegah terjadinya gigi patah, terutama yang disebabkan oleh kerapuhan gigi.
Apabila mengalami gigi patah, segera lakukan penanganan sesuai tingkat keparahan. Untuk kasus yang ringan, berkumur dengan air hangat bisa meredakan gejala nyeri. Untuk kasus yang parah, segera kunjungi dokter untuk prosedur perawatan lebih lanjut.
FDC Dental Clinic melayani keluhan gigi patah yang disebabkan oleh cedera, kecelakaan, maupun gigi rapuh. Dokter gigi yang terpercaya dan berpengalaman akan memberikan penanganan terbaik demi mencegah terjadi komplikasi dan risiko kesehatan yang lebih serius.
© 2026 FDC Dental Clinic
