Informasi
29 Oktober 2024
Gigi Mati: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi
By drg. Ellora Gavrila
4.597
Ada beragam jenis penyakit gigi, dan terlambat diobati bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Gigi mati misalnya, merupakan salah satu dampak mengerikan untuk penyakit gigi atau gusi yang dibiarkan dalam waktu lama atau tidak segera diobati.
Tak berhenti sampai disini, gigi yang sudah mati dapat memicu berbagai penyakit lainnya. Selain kebersihan mulut dan gigi, ada sejumlah faktor penyebab gigi bisa mati yang penting untuk diketahui agar pencegahan yang tepat bisa dilakukan.
Penyebab Gigi Mati
Secara umum, inilah beberapa penyebab gigi bisa sampai mati:
- Trauma pada Gigi
Kecelakaan, terjatuh, benturan, atau pukulan yang keras pada area rahang dapat menyebabkan kerusakan berat pada saraf gigi dan membuatnya mati. Kematian gigi akibat cedera fisik biasanya terjadi secara tiba-tiba, berbeda dengan kematian akibat sakit gigi yang membutuhkan waktu lama.
Trauma ini menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, sehingga suplai darah ke gigi menjadi terganggu. Akibatnya, jaringan dan saraf di dalam gigi akan mati.
- Kerusakan Gigi yang Parah
Jika dalam dunia medis, saraf gigi mati dikenal dengan istilah "nekrosis pulpa", yang diartikan sebagai kondisi saat pembuluh darah dan jaringan saraf pada gigi telah mengalami kematian. Letak pulpa ada di bagian dalam gigi dan terlindungi oleh lapisan dentin.
Lapisan pelindung ini bisa rusak karena kuman dan bakteri yang dihasilkan dari kebiasaan buruk dalam merawat gigi atau pun karena penyakit gigi.
Awalnya, kerusakan akan mempengaruhi enamel (lapisan terluar pada gigi), yang jika terlambat diobati bisa berkembang ke bagian dalam dan pada akhirnya menjangkau pulpa.
- Infeksi atau Abses
Abses adalah penyakit gigi yang disebabkan oleh infeksi bakteri akibat kurang menjaga kebersihan gigi. Gejalanya termasuk muncul benjolan atau kantung nanah di dalam gigi, terasa sangat nyeri, dan biasanya terletak di ujung akar gigi.
Jika sudah terdapat benjolan di gusi, ini menandakan adanya kematian saraf gigi. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat menyebabkan nanah semakin banyak dan menimbulkan komplikasi lebih lanjut.
Gejala Gigi Mati
- Perubahan Warna Gigi
Gigi mati biasanya memiliki warna berbeda dari gigi lain yang masih sehat. Warnanya bisa berkisar dari kuning hingga abu-abu atau bahkan hitam. Perubahan warna ini disebabkan oleh terhentinya suplai darah ke gigi.
- Rasa Sakit atau Tidak Nyaman
Kerusakan pada saraf gigi tentu akan menimbulkan rasa sakit dengan tingat yang bervariasi. Rasa sakit ini biasanya bersumber dari membran periodontal atau ujung saraf yang ada di bagian luar gigi.
- Pembengkakan dan Nanah
Sisa-sisa saraf dan bakteri yang sudah mati tadi akan berkumpul di dalam pulpa dan menyebabkan rasa sakit. Jika gejala ini disertai infeksi dan tidak segera diobati, maka pembengkakan gusi dan benjolan nanah bisa terbentuk. Pada tahap ini, gejala lain bisa saja muncul, seperti bengkak pada pipi atau wajah, sulit untuk menelan, atau tidak enak badan.
- Bau Mulut
Ciri ciri gigi mati lainnya berbau busuk, yang disebabkan oleh tumpukan bakteri, sisa-sisa saraf yang mati, dan bahkan mungkin kantung nanah. Jadi jika hal ini terjadi, wajib untuk segera memeriksakan diri ke dokter ahli.
Dampak Membiarkan Gigi Mati
Jangan abaikan, berikut sejumlah akibat gigi mati yang tidak segera ditangai:
- Infeksi Menyebar
Satu gigi yang mati dan tidak segera ditangani bisa menyebabkan penyebaran infeksi ke jaringan di sekitar, sehingga ada resiko untuk gigi lain yang masih sehat mengalami masalah.
- Kerusakan Gigi dan Gusi Lainnya
Gusi dan gigi merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan. Gusi merupakan tempat dari tumbuhnya gigi, atau bisa dibilang sebagai penyokong. Jika gigi mengalami kerusakan, maka ada resiko untuk menjalar ke bagian gusi-gusi di sekitar.
- Kehilangan Gigi
Gigi yang sudah mati sebaiknya segera dicabut agar kerusakan saraf tidak menjalar ke sekitar. Jika dibiarkan, maka ada kemungkinan untuk kehilangan gigi-gigi lain akibat infeksi dari gigi yang sudah mati tadi.
Cara Mengatasi Gigi Mati
- Perawatan Saluran Akar (Root Canal)
Jika penyebab dari gigi mati bukan sesuatu yang sangat fatal, dan kondisi gigi masih bisa diselamatkan, biasanya dokter akan menyarankan perawatan saluran akar. Jenis perawatan ini berupa prosedur pembersihan akar gigi dan semua infeksi yang ada di dalamnya, termasuk juga jika ada kantung nanah.
Setelah benar-benar bersih, dokter akan melakukan penambalan pada rongga gigi guna mencegah infeksi lanjutan di kemudian hari. Proses perawatan ini biasanya cukup panjang dan memungkinkan kunjungan dokter setidaknya 2x atau bahkan lebih.
- Pencabutan Gigi
Sementara untuk kondisi gigi yang sudah tidak bisa diobati dan mengalami kerusakan parah, maka prosedur pencabutan perlu dilakukan.
Dibanding perawatan akar, pencabutan gigi termasuk lebih ekonomis, prosesnya sederhana, dan dengan alat modern tidak menimbulkan rasa sakit. Selanjutnya gigi yang dicabut bisa diganti dengan gigi palsu.
- Restorasi Gigi
Pasca perawatan saluran akar, penggunaan mahkota atau veneer bisa dilakukan agar fungsi asli gigi bisa kembali maksimal, dan selain itu juga untuk mendukung penampilan. Mahkota atau veneer akan ditempelkan pada gigi asli agar bentuk, ukuran, dan kekuatan gigi bisa kembali seperti semula.
Kesimpulan
Trauma pada gigi, kerusakan parah akibat telat diobati, dan infeksi atau abses merupakan tiga penyebab utama dari gigi mati. Gejalanya berkisar dari perubahan warna gigi, rasa sakit, hingga bau mulut.
Jika hal ini terjadi, segera jadwalkan kunjungan ke dokter gigi FDC Dental Clinic untuk melakukan perawatan saluran akar atau pencabutan gigi (tergantung kondisi). Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan gigi agar kematian saraf gigi tidak terjadi. Jangan lupa cek kesehatan gigi ke dokter setiap 6 bulan sekali.
© 2026 FDC Dental Clinic
