Informasi
8 November 2024
Gigi Goyang: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi
By drg. Anjasari Evanata
9.417
Gigi goyang adalah kondisi saat gigi mudah bergerak ketika dengan atau tanpa sengaja disentuh oleh lidah, jari, sikat gigi, maupun benda lainnya. Hal ini bisa terjadi karena akar dari gigi yang sudah tidak lagi tertanam dengan kuat pada bagian gusi dan tulang penyokong rahang.
Gigi yang goyang dan copot termasuk wajar saat masa anak-anak, yang menandakan bahwa gigi susu akan terlepas dan terganti dengan gigi permanen. Namun jika gigi yang goyang terjadi pada orang dewasa, maka Anda patut waspada, karena bisa menjadi indikasi dari penyakit gigi yang serius.
Gejala Gigi Goyang
Gejala dari kondisi ini sebenarnya bisa berbeda pada masing-masing penderita, tergantung pada penyebabnya. Namun biasanya, kondisi gigi goyang pada orang dewasa ditandai dengan beberapa hal seperti berikut ini:
- Pergerakan Gigi
Gigi dalam kondisi sehat akan melekat kuat pada gusi dan tulang penyangga. Namun jika Anda merasakan gigi yang mudah bergerak saat sedang menyikat gigi, mengunyah makanan, atau ketika menggerakkan lidah, maka hal ini bisa menjadi tanda bahaya.
Disarankan untuk tidak dengan sengaja menggoyang-goyangkan gigi atau melepas paksa, karena bisa menyebabkan pendarahan. Segera pergi ke dokter gigi untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan professional sesuai prosedur medis yang tepat.
- Nyeri dan Ketidaknyamanan
Gigi yang goyang tidak selalu disertai rasa sakit. Namun pada sebagian orang dengan kondisi tertentu, rasa tidak nyaman atau bahkan nyeri mungkin dirasakan, terutama ketika sedang mengunyah makanan dan menyikat gigi. Hindari mengunyah dengan bagian gigi yang goyang, dan jangan sampai terkena sikat gigi.
- Pembengkakan dan Peradangan
Penyakit gusi seperti periodontitis merupakan salah satu penyebab dari gigi bisa goyang. Adapun penyebab dari penyakit ini adalah infeksi yang terjadi pada jaringan sekitar gigi.
Saat infeksi semakin parah, tulang yang menjadi penyokong gigi bisa hancur dan membuat gigi bergoyang. Tanda-tanda dari penyakit periodontitis sendiri adalah peradangan. Anda bisa melihat gusi yang berwarna merah saat bercermin dan pipi terasa bengkak ketika disentuh.
- Pendarahan Gusi
Gusi berdarah tidak selalu menandakan gigi akan copot, namun gigi goyang bisa ditandai dengan adanya pendarahan pada gusi.
Kondisi ini menunjukkan adanya masalah pada jaringan lunak di sekitar gigi, sehingga gusi menjadi lebih sensitif dengan sentuhan dan bahkan terjadi pendarahan. Biasanya, pendarahan mudah terjadi saat sedang makan atau menyikat gigi.
Penyebab Gigi Goyang
Kondisi gigi yang goyang pada orang dewasa biasanya disebabkan oleh masalah mulut seperti gigi dan gusi. Berikut ini beberapa faktor penyebab yang umum terjadi:
- Penyakit Gusi (Periodontitis)
Sebagian kasus gigi mudah goyang dikarenakan penyakit gusi seperti periodontitis, yaitu infeksi gigi serius yang umumnya disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan mulut dan gigi.
Sisa-sisa makanan dan zat lain yang terjebak di sela-sela gigi dapat berubah menjadi plak yang bisa disertai dengan jutaan bakteri. Plak yang dibiarkan dalam jangka lama akan semakin mengeras dan membentuk karang gigi (tartar), yang biasanya berada di atas dan bawah gusi.
Semakin banyak plak, maka semakin gelap warna tartar. Kondisi inilah yang dapat memicu infeksi gusi dan bahkan dapat mengikis jaringan serta tulang di sekitar gigi. Pada akhirnya, gigi mudah goyang dan bisa copot.
- Trauma atau Cedera
Penyebab gigi goyang lainnya adalah trauma akibat kecelakaan atau pukulan keras yang mengenai area mulut. Bisa juga disebabkan oleh cedera saat olahraga atau ketika melakukan perawatan gigi dengan teknik tidak tepat.
Cedera membuat kerusakan jaringan penyokong gigi dan tulang meskipun dari luar mungkin tampak baik-baik saja. Karena itu, disarankan untuk segera memeriksakan gigi ke dokter jika Anda mengalami cedera pada wajah atau sekitar mulut.
- Karies Gigi
Karies gigi dimulai dari terkikisnya lapisan terluar gigi (email) akibat zat asam yang diproduksi oleh bakteri. Penyebab karies cukup beragam, mulai dari faktor usia, kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman manis, penyakit GERD, serta mulut kering.
Jika karies tidak segera ditangani, maka bisa membuat bau mulut, menimbulkan rasa nyeri dan bahkan pembengkakan, hingga rusaknya jaringan gigi bagian dalam sehingga membuat gigi tidak lagi melekat kuat pada gusi atau goyang.
- Kebiasaan Buruk
Bruxism atau bruxomania adalah istilah medis dalam menyebut sejumlah kebiasaan buruk terkait gigi, seperti menggesekkan, menggeretakkan, atau mengerat gigi. Kebiasaan ini biasanya paling sering terjadi saat dalam kondisi tidak sadar, seperti tidur.
Tanpa disadari, tekanan kuat yang terjadi ketika menggeretakkan gigi dapat menyebabkan gigi retak atau goyang. Kondisi ini juga dapat memicu rasa nyeri pada rahang, membuat gigi lebih sensitif, sakit kepala, kelainan dagu, dan posisi gigi berubah menjadi berantakan.
- Penyakit Sistemik
Kondisi medis tertentu seperti osteoporosis tidak hanya terjadi pada tulang pinggang dan punggung, namun juga berdampak pada kekuatan tulang penyokong gigi. Penderita osteoporosis memiliki resiko 3x lebih tinggi untuk mengalami gigi goyang.
Cara Mengatasi Gigi Goyang
- Menjaga Kebersihan Mulut
Sikat gigi 2x sehari merupakan hal sederhana yang berdampak besar pada kesehatan mulut dan gigi, karena bisa mencegah berbagai penyakit termasuk gigi berlubang dan goyang. Penggunaan benang gigi juga disarankan untuk menjangkau sisa makanan di sela-sela gigi.
- Perawatan Medis
Selain perawatan mandiri, menjaga kebersihan mulut dengan melakukan perawatan medis di FDC Dental Clinic juga penting dilakukan.
Contohnya untuk membersihkan karang gigi (scalling) yang harus menggunakan alat khusus dan dilakukan oleh dokter berpengalaman. Anda juga bisa mengatasi gigi goyang agar kuat kembali dengan root planing atau splinting.
- Obat-Obatan
Mengatasi gigi goyang pada orang dewasa bisa dengan obat antiinflamasi atau antibiotik. Minum secara teratur sesuai aturan untuk mengatasi peradangan dan infeksi.
- Menghindari Makanan Keras
Gigi goyang tapi sakit wajib menghindari makanan bertekstur keras agar tidak memperparah kondisinya. Contohnya keripik, daging, apel salak, pir, dan minuman-minuman panas atau terlalu dingin.
- Penggantian Gigi
Solusi untuk gigi goyang yang sudah tidak bisa lagi diselamatkan adalah dengan mencabutnya, dan jika diperlukan bisa diganti dengan gigi palsu agar fungsi mengunyah bisa kembali optimal.
Kesimpulan
Rajin gosok gigi 2x setiap hari dan lakukan perawatan pembersihan medis seperti scalling untuk membuat kondisi gigi tetap sehat. Gunakan juga benang gigi, hindari makanan keras, dan gunakan obat jika terjadi infeksi, peradangan, atau gigi goyang. Penanganan lebih lanjut bisa konsultasi dengan dokter FDC.
© 2026 FDC Dental Clinic
