Informasi

6 November 2024

Gigi Gigis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah

By drg. Ellora Gavrila

3.629

image-

Gigi gigis merupakan kondisi ketika gigi susu anak mulai rusak dan keropos. Kondisi ini juga sering dikenal sebagai karies botol yang mengacu pada penyebab umum kerusakan gigi, yaitu kebiasaan menyusu melalui botol sambil tidur pada malam hari.

Meskipun gigi susu akan tanggal sebelum digantikan dengan gigi permanen, kerusakan pada gigi tersebut harus segera ditangani agar tidak menimbulkan rasa sakit yang parah. Perawatan rutin juga diperlukan untuk menjaga agar gigi tidak semakin rusak dan menimbulkan gangguan kesehatan.

Penyebab Gigi Gigis

Karies pada gigi susu disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kebiasaan buruk menyusu sambil tidur, tidak memperhatikan kebersihan mulut, hingga pola makan. Berikut ini beberapa faktor umum yang menyebabkan gigi menjadi gigis pada anak.

  • Konsumsi Makanan Manis

Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula menjadi salah satu faktor penyebab utama munculnya karies pada gigi anak. Gula dari makanan dan minuman yang menempel pada gigi akan memicu pertumbuhan bakteri dalam mulut.

Bakteri-bakteri jahat tersebut mengubah gula menjadi asam sehingga mengikis lapisan enamel gigi. Apabila dibiarkan, lubang yang kecil semakin lama akan semakin membesar sehingga membuat gigi menjadi terlihat menghitam atau menguning dan rusak.

  • Kebiasaan Minum Susu Botol

Minum susu dari botol sambil tidur sudah menjadi hal lumrah bagi anak-anak. Sayangnya, kebiasaan ini menjadi pemicu gigi berlubang dan keropos pada anak. Pasalnya, kandungan gula pada susu akan menempel pada gigi dan diubah oleh bakteri menjadi asam yang menyebabkan gigi terkikis.

Ubah kebiasaan tersebut untuk meminimalisir risiko gigis. Biasakan anak minum susu sebelum tidur menggunakan gelas. Selain itu, ajak anak untuk menyikat gigi terlebih dahulu sebelum beranjak tidur agar gigi tetap terlindungi sepanjang malam.

  • Kebersihan Mulut yang Buruk

Kebersihan mulut yang tidak diperhatikan menjadi alasan mengapa banyak anak-anak mengalami gigi gigis. Tidak menyikat gigi secara rutin dan tidak menggunakan benang gigi membuat bakteri jahat semakin mudah berkembang biak sehingga menyebabkan lubang kecil pada gigi.

Gigi pertama pada bayi biasanya mulai tumbuh sejak usia 6 bulan ke atas. Oleh karena itu, kebiasaan membersihkan gigi bisa dimulai dengan menggunakan kassa yang dibasahi air hangat dan dililitkan di jari kelingking untuk membersihkan area gigi, lidah, dan mulut bayi sebelum tidur. Kebiasaan ini sejak dini akan membantu anak terbiasa dengan benda asing seperti sikat gigi yang nantinya akan dipakai rutin sampai remaja dan dewasa.

  • Faktor Genetik

Beberapa anak mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kerusakan gigi karena faktor genetik. Hal ini mungkin disebabkan oleh lapisan enamel yang cenderung tipis atau gigi yang kurang kuat.

Gejala Gigi Gigis

Karies gigi muncul dengan beberapa gejala yang khas, mulai dari bintik kecokelatan atau kehitaman pada gigi hingga munculnya lubang pada permukaan gigi. Pada masa awal, anak-anak dan orang tua mungkin tidak menyadari karies. Namun lama kelamaan, lubang semakin membesar dan terlihat jelas.

Berikut ini beberapa gejala khas gigis pada gigi anak-anak:

  • Perubahan warna gigi menjadi kuning, coklat, atau hitam
  • Lubang atau kerusakan yang terlihat pada permukaan gigi
  • Gigi terasa sakit atau sensitif saat makan atau minum

Cara Mencegah Gigi Gigis

Gigi gigis hitam pada anak dapat dicegah dengan melakukan perawatan rutin serta memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Berikut ini beberapa tips pencegahan gigis yang terbukti efektif:

  • Rutin Menyikat Gigi

Orang tua perlu mengajarkan anak untuk rutin menyikat gigi dua kali sehari agar terhindar dari karies dan lubang. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride karena terbukti ampuh membuat gigi lebih kuat dan tidak mudah berlubang.

Waktu terbaik untuk gosok gigi adalah pagi hari dan malam hari. Gunakan pasta gigi sesuai petunjuk untuk mendapatkan hasil yang optimal.

  • Menghindari Makanan Manis

Membatasi konsumsi makanan dan minuman manis sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan gigi. Hal ini disebabkan kandungan gula pada makanan menjadi pemicu utama bakteri berkembang biak di dalam mulut. Dengan mengurangi konsumsi gula, maka risiko gigi gigis semakin kecil.

Anak-anak mungkin menyukai makanan dan minuman manis. Untuk mengatasinya, ganti dengan buah-buahan yang cenderung lebih aman dan menyehatkan.

  • Menggunakan Benang Gigi

Tidak hanya orang dewasa yang menggunakan benang gigi. Anak-anak juga membutuhkan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi sehingga tidak menjadi sarang bakteri penyebab gigi berlubang.

Ajari anak cara menggunakan benang gigi sejak dini. Edukasi pula manfaat besar yang didapatkan jika menggunakan benang gigi di samping menggosok gigi dengan pasta gigi berfluoride. Dengan edukasi tersebut, diharapkan anak menjadi lebih termotivasi untuk menggunakan benang gigi.

  • Rutin Kontrol ke Dokter Gigi

Melakukan pemeriksaan secara rutin sangat penting untuk mencegah munculnya karies dan gigis pada anak. Dokter gigi akan memeriksa secara fisik kondisi gigi dan melakukan pembersihan secara menyeluruh.

Dengan pemeriksaan tersebut, dokter dapat mendeteksi secara dini masalah gigi yang dialami. Dengan begitu, permasalahan gigi akan lebih mudah diatasi. Kunjungi dokter gigi yang terpercaya, profesional, dan berpengalaman guna mendapatkan penanganan yang terbaik.

Kesimpulan

Gigis pada gigi anak-anak umumnya disebabkan oleh faktor makanan dan rendahnya kesadaran untuk menjaga kebersihan mulut. Meskipun gigi susu akan digantikan oleh gigi permanen, gigis yang tidak ditangani dapat menimbulkan rasa sakit yang parah dan mengganggu.

Beruntung, gigis dapat dicegah dengan melakukan perawatan harian secara rutin seperti menggosok gigi dua kali sehari, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, hingga menggunakan benang gigi untuk menghilangkan kotoran yang menyelip di sela-sela gigi.

Yang tak kalah penting, jangan lupa jadwalkan pemeriksaan ke klinik gigi profesional seperti FDC Dental Clinic. Dokter gigi akan melakukan pembersihan dan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi masalah gigi sejak dini. Apabila ditemukan gejala awal gigi gigis, diharapkan penanganan menjadi lebih mudah.

© 2026 FDC Dental Clinic