Informasi
26 Oktober 2024
Gigi Berlubang: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
By drg. Ellora Gavrila
3.057
Gigi berlubang adalah kondisi ketika lapisan luar gigi terkikis sehingga terbentuk cekungan atau lubang pada permukaan gigi. Kemunculan lubang pada gigi sering tidak terdeteksi sehingga lubang terus membesar hingga menimbulkan rasa nyeri yang tajam.
Meskipun terdengar sederhana, lubang pada gigi yang tidak diobati bisa menimbulkan komplikasi seperti munculnya abses gigi hingga infeksi yang menyebar. Oleh sebab itu, sangat penting menjaga kesehatan gigi agar terhindar dari dampak buruk gigi berlubang.
Gejala Gigi Berlubang
Umumnya gigi berlubang tahap awal tidak menimbulkan gejala sehingga banyak yang tidak menyadari bahwa lapisan enamel sudah mulai terkikis dan muncul lubang pada permukaan gigi. Jika tidak segera ditangani, gigi berlubang bisa menimbulkan gejala seperti:
- Nyeri gigi yang tajam atau terus menerus
- Gigi sensitif terhadap makanan atau minuman panas, dingin, manis, atau asam
- Lubang atau cekungan terlihat pada gigi
- Perubahan warna pada permukaan gigi menjadi coklat, hitam, atau putih
- Bau mulut atau rasa tidak sedap di mulut
Penyebab Gigi Berlubang
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya lubang pada gigi, seperti tidak memperhatikan kebersihan gigi, kebiasaan buruk, serta pola makan. Berikut ini hal-hal yang bisa memicu lubang pada gigi.
- Penumpukan Plak
Gigi berlubang umumnya disebabkan oleh terkikisnya lapisan enamel gigi akibat plak yang menempel. Plak yang tidak rutin dibersihkan akan menumpuk dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Bakteri membuat lingkungan mulut menjadi asam sehingga mengikis lapisan enamel gigi.
Lapisan enamel yang terkikis lama kelamaan menimbulkan lubang pada gigi. Jika tidak segera ditangani, lubang akan semakin dalam bahkan mencapai pulpa gigi. Berikut ini beberapa hal lain yang bisa menyebabkan munculnya lubang pada gigi.
- Konsumsi Makanan dan Minuman Tinggi Gula
Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula menjadi salah satu penyebab gigi berlubang. Bakteri sangat menyukai gula dan akan mengubahnya menjadi asam. Semakin banyak gula yang menempel pada gigi, semakin banyak bakteri yang berkembang biak.
Salah satu tanda terdapat banyak bakteri adalah suasana mulut menjadi asam. Asam inilah yang akan mengikis lapisan enamel gigi sehingga membuat lubang kecil tak kasat mata.
- Kurangnya Fluoride
Fluoride dikenal efektif membantu mencegah gigi berlubang. Kandungan fluoride yang terdapat pada sikat gigi dapat memperkuat lapisan enamel sehingga tidak mudah berlubang. Menyikat gigi dengan pasta gigi non fluoride membuat lapisan enamel tidak terlindungi dengan baik.
- Kebiasaan Buruk
Tidak menyikat gigi secara teratur merupakan kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan gigi mudah berlubang. Plak dan sisa makanan yang menumpuk akan menjadi sarang bakteri sehingga mudah berkembang biak dan melemahkan lapisan enamel.
Menyikat gigi dengan cara yang salah juga bisa menjadi penyebab munculnya lubang pada gigi. Menyikat secara horizontal membuat area gigi yang menempel pada gusi lebih mudah terkikis.
Pengobatan Gigi Berlubang
Jenis pengobatan untuk mengatasi gigi berlubang disesuaikan dengan tingkat keparahan yang dialami. Berikut ini beberapa tindakan medis yang bisa dilakukan untuk menangani lubang pada gigi:
- Penambalan Gigi
Penambalan gigi atau filling adalah prosedur yang paling lazim dilakukan untuk mengatasi lubang gigi terutama yang berukuran kecil hingga sedang. Lubang akan ditambal dengan bahan resin komposit, porselen, hingga emas sesuai permintaan pasien.
Tambal gigi hanya bisa dilakukan jika dokter yakin kondisi gigi masih baik dan bisa dipertahankan. Dokter juga akan memeriksa apakah lubang sudah mencapai pulpa sehingga membutuhkan perawatan lebih lanjut.
- Perawatan Saluran Akar
Perawatan saluran akar umumnya dilakukan untuk mengobati gigi berlubang yang sudah mencapai pulpa dan terdapat infeksi parah. Apabila lubang sudah terlalu dalam dan tidak memungkinkan untuk ditambal dengan prosedur biasa, maka dokter akan melakukan perawatan saluran akar sebelum menambal.
Prosedur ini melibatkan pembersihan saluran akar sehingga bersih dari infeksi. Setelah pembersihan berhasil dilakukan, lubang gigi akan ditutup menggunakan bahan porselen, komposit, atau bahan lainnya.
- Crown atau Mahkota Gigi
Pemasangan mahkota gigi atau crown biasanya dilakukan jika kondisi gigi sudah rapuh sehingga tidak memungkinkan untuk ditambal biasa. Crown yang dicetak dengan bahan khusus akan melapisi gigi yang sudah rapuh sehingga tidak perlu dilakukan pencabutan. Agar mahkota melekat dengan sempurna, dokter akan mengikis sedikit lapisan gigi.
- Pencabutan Gigi
Pencabutan merupakan pilihan terakhir untuk mengatasi gigi berlubang. Apabila kondisi gigi sudah sangat parah dan tidak mungkin diperbaiki dengan cara apa pun, maka pencabutan menjadi satu-satunya tindakan yang bisa dilakukan.
Bekas gigi yang dicabut akan diganti dengan gigi implan untuk mempertahankan susunan gigi dan struktur rahang. Pemasangan gigi palsu juga dilakukan agar gusi tidak mengerut setelah beberapa waktu.
Pencegahan Gigi Berlubang
Lubang gigi dapat menimbulkan berbagai masalah mulai dari yang ringan hingga serius. Agar tidak perlu merasakan sakit dan nyeri yang tajam akibat gigi berlubang, lakukan tindak pencegahan berikut ini:
- Rutin sikat gigi pada pagi dan malam hari dengan pasta gigi berfluoride
- Bersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi
- Kurangi makanan atau minuman yang tinggi gula atau asam
- Rutin memeriksakan gigi ke dokter minimal dua kali dalam setahun
Kesimpulan
Gigi berlubang yang dibiarkan begitu saja dapat menimbulkan rasa nyeri yang menyakitkan. Segera rawat gigi yang berlubang untuk menghindari komplikasi dan kondisi yang lebih serius seperti abses gigi hingga penyebaran infeksi.
Apabila menemukan lubang kecil pada gigi, segera konsultasi di FDC Dental Clinic untuk mendapatkan perawatan dini. Semakin cepat lubang gigi terdeteksi, semakin mudah penanganan yang dilakukan.
© 2026 FDC Dental Clinic
