Informasi
3 November 2024
Gigi Berantakan: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
By drg. Ellora Gavrila
8.985
Maloklusi atau gigi berantakan adalah kondisi saat susunan gigi dan/atau tulang rahang tidak sejajar. Jenisnya cukup beragam, seperti bengkong, tumpang tindih, dan overbite. Dampak utamanya adalah membuat tampilan wajah tidak simetris, sehingga menimbulkan rasa kurang percaya diri
Namun lebih dari ini, maloklusi rupanya juga berdampak pada kesehatan, karena dapat menyebabkan kesulitan dalam mengunyah dan menggigit, berbicara, kerusakan gigi karena sulit dibersihkan, rasa nyeri, dan bahkan masalah pada pencernaan. Inilah berbagai cara mengatasinya dan apa saja penyebabnya.
Penyebab Gigi Berantakan
- Faktor Genetik
Menurut sebuah penelitian yang dirilis oleh Dentistry Journal pada tahun 2021 silam, maloklusi masuk dalam kategori gangguan mulut dan gigi yang umum terjadi dengan persentase 39%-93% pada anak-anak dan remaja. Rupanya, penyebab utama dari kondisi ini adalah genetik atau keturunan dari orang tua.
Jadi jika salah satu dari kedua orang tua memiliki bentuk rahang atau gigi tidak sejajar, maka sang anak beresiko untuk mengalami hal yang sama.
- Kebiasaan Buruk
Selain faktor genetik, sejumlah kebiasaan buruk seperti penggunaan dot, menghisap jari, atau menggigit benda keras juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan bentuk rahang. Meski tidak selalu, namun sebagian orang dengan kebiasaan ini telah terbukti mengalami maloklusi.
Inilah salah satu alasan mengapa saat ini penggunaan botol dot dan empeng pada bayi sudah tidak lagi disarankan. Dokter Konselor Laktasi dr. Ameetha Drupadi menyarankan untuk mengganti dot dengan pipet, atau sendok.
- Kehilangan Gigi Dini
Kehilangan gigi permanen karena cidera atau sebab lain dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi lainnya. Misalnya ada satu gigi yang tanggal dan sudah tidak bisa tumbuh lagi, maka ruang kosong ini membuat gigi di sebelahnya tumbuh miring sehingga struktur gigi secara keseluruhan akan berubah tidak rapi.
- Gangguan pada Rahang
Kondisi gigi berantakan juga bisa disebabkan oleh gangguan pada tulang rahang yang abnormal. Misalnya, ukuran rahang terlalu kecil, sementara ukuran giginya besar, atau bisa juga ukuran rahang kanan dan kiri yang tidak sama.
Jenis-jenis Maloklusi
- Overbite: gigi depan bagian atas terlalu maju dan tidak sejajar dengan gigi depan bawah (tonggos). Sebagian orang mengalami sedikit overbite, dan sebagian lainnya parah.
- Underbite: kebalikan dari overbite, underbite adalah kondisi gigi depan bawah yang lebih maju daripada bagian atas. Derajat underbite dapat bervariasi, namun kondisi yang parah dapat membuat kesulitan saat menggigit makanan.
- Crossbite: susunan gigi atas dan bawah tidak berbaris dengan rapi atau biasanya silang, sehingga gigi tidak dapat menyatu dengan baik saat kondisi mulut tertutup. Beberapa gigi atas dapat tumbuh terlalu panjang hingga mengambil ruang pada gigi bawah.
- Crowding: kondisi gigi berjejal atau bertumpuk pada barisan gigi depan, belakang, gigi taring, atau gigi lainnya. Kondisi ini membuat kontak gigi bagian atas dan bawah tidak sempurna sehingga proses mengunyah tidak optimal.
- Spacing: terdapat celah dengan ukuran bervariasi antara satu gigi dan lainnya, yang membuat sisa makanan mudah masuk ke dalam celah dan menyebabkan tumbuhnya bakteri jika tidak dibersihkan dengan benar.
Dampak Gigi Berantakan
- Masalah Kesehatan Mulut
Seseorang dengan kondisi maloklusi lebih cenderung mengalami masalah kesehatan mulut, seperti bau mulut, kerusakan gigi, dan penyakit gusi. Susunan gigi yang tidak rapi membuatnya sulit dijangkau oleh sikat dan dental floss, sehingga sisa makanan yang tidak bersih dapat memicu tumbuhnya bakteri.
Maka, bisa dikatakan bahwa perawatan untuk gigi yang berantakan lebih ekstra dibanding gigi rapi, namun sayangnya tidak semua penderita mengetahui hal ini.
- Kesulitan Mengunyah dan Berbicara
Gigi yang tidak dapat bertemu dengan sempurna dapat membuat proses menggigit dan mengunyah makanan menjadi tidak optimal.
Seseorang dengan kondisi overbite atau underbite yang parah juga dapat mengalami kesulitan dalam hal berbicara dan cara tersenyum. Bahkan, seringkali membuat ucapannya menjadi kurang jelas.
- Masalah Estetika
Gigi berjejal, tonggos, atau tidak rapi akan mempengaruhi rasa percaya diri dan pada akhirnya juga dapat berdampak pada kualitas hidup dan mental. Kondisi gigi yang seperti ini juga mempengaruhi bentuk wajah.
Cara Mengatasi Gigi Berantakan
Berikut sejumlah solusi untuk mengatasi kondisi gigi yang tidak rapi agar rasa percaya diri Anda bisa kembali:
- Kawat Gigi (Braces)
Kawat gigi tradisional atau pun modern (transparan) menjadi solusi paling umum untuk merapikan gigi tidak rapi. Namun, prosesnya terbilang lama hingga bertahun-tahun, membutuhkan biaya yang tidak sedikit, perawatan ekstra, dan harus rutin kontrol ke dokter.
Penggunaan kawat gigi biasnaya juga menimbulkan rasa sakit pada hari pertama hingga 5 atau 7 hari, dan membuat kesulitan untuk makan serta berbicara.
- Retainer
Alat ini umumnya digunakan pasca penggunaan behel. Tujuannya adalah menjaga posisi gigi agar tetap rapi setelah perawatan ortodontik berhasil dilakukan. Tidak seperti kawat gigi yang permanen, retainer bisa dilepas pasang sendiri dan tidak membuat sakit.
- Veneer dan Bonding Gigi
Cara merapikan gigi dengan veneer atau bonding gigi termasuk lebih instan jika dibanding braces. Namun veneer melibatkan pengikisan email gigi yang beresiko merusak kekuatan gigi jika tidak diimbangi dengan kebiasaan yang baik dan perawatan gigi yang optimal.
- Operasi Ortognatik
Braces dapat digunakan untuk kondisi gigi yang berantakan, sedangkan untuk rahang yang parah dibutuhkan operasi ortognatik.
- Aligner Transparan
Aligner gigi merupakan alternatif modern yang lebih nyaman dan estetik dibanding kawat gigi. Aligner akan dicetak sesuai dengan kondisi gigi masing-masing dan berbahan transparan sehingga tidak tampak menonjol.
Kesimpulan, gigi berantakan dapat mengganggu penampilan dan berdampak juga terhadap kesehatan, seperti kesulitan mengunyah, menggigit, dan berbicara, serta ada resiko kerusakan gigi. Solusinya bisa dengan penggunaan kawat gigi, retainer, aligner, veneer, bonding gigi, dan operasi (tergantung kondisi).
Anda bisa membuat janji temu dengan dokter gigi ahli dari FDC Dental Clinic untuk mengecek kondisi gigi dan memilihkan jenis penanganan terbaik. FDC juga melayani perawatan pembersihan gigi professional seperti scaling (pembersihan karang gigi).
© 2026 FDC Dental Clinic
