Informasi
19 November 2024
Dislokasi Rahang: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
By drg. Anjasari Evanata
5.816
Dislokasi rahang bukan kondisi yang umum terjadi dan perlu diwaspadai. Dislokasi pada rahang adalah kondisi bawah rahang (bernama mandibula) mengalami pergeseran keluar atau terlepas dari posisi seharusnya. Sementara pada kondisi normal, bagian bawah ini seharusnya menempel pada sendi rahang.
Sendi rahang sendiri (disebut juga temporomandibular joint atau disingkat TMJ) merupakan sendi penghubung antara tulang tengkorang dan tulang rahang. Letak TMJ ada di kedua sisi rahang. Adapun fungsi utamanya adalah untuk menutup dan membuka rahang ketika berbicara, mengunyah, serta makan.
Anatomi Rahang
Rahang manusia adalah kerangka mulut yang terbentuk dari sepasang tulang atas dan bawah. Rahang bagian atas bernama maksila yang memiliki sifat tetap (tidak dapat digerakkan). Sementara rahang bagian bawah bernama mandibula dan bisa digerakkan. Berikut penjelasan lengkapnya:
- Anatomi Rahang Atas
Maksila terdiri dari dua kerangka tulang simetris yang berada di bagian tengah wajah, yang fungsi utamanya adalah membentuk bagian-bagian wajah, seperti dinding hidung, rongga hidung, dan rongga mulut. Maksila juga merupakan tempat bersandar bagi alveolar (bantalan gigi atas).
Namun, maksila bukan merupakan bagian dari viscerocranium (tempurung otak). Adanya rahang atas juga membantu proses berbicara dan mengunyah.
- Anatomi Rahang Bawah (Mandibula)
Mandibula merupakan tulang paling besar di area tengkorak manusia, yang dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu rami dan korpus.
Bentuk dari korpus seperti tapal kuda yang melengkung dan simetris, yang menciptakan garis rahang bagian bawah. Sementara rami terletak di kedua sisi samping dari mandibula. Rami terdiri dari 2 tulang yang memiliki 4 perbatasan dan 2 permukaan.
Nah, di dalam rami terdapat sendi temporomandibular. Sendiri ini bersama dengan beberapa otot membuat mandibula dapat bergerak ke bawah dan atas, ke belakang dan depan, serta ke samping.
Penyebab Dislokasi Rahang
Dislokasi pada rahang dapat terjadi karena adanya pergeseran dari salah satu atau bahkan kedua sendi di bagian rahang. Selain menimbulkan rasa sakit, kondisi ini juga akan membuat penderitanya mengalami kesulitan makan dan berbicara. Beberapa penyebab paling umum adalah:
- Trauma atau Cedera
Dislokasi bisa terjadi secara bertahap dalam jangka panjang (kronis) maupun secara mendadak (akut). Dislokasi akut pada rahang paling banyak disebabkan oleh pukulan langsung pada wajah atau wajah terbentur benda keras saat terjadi kecelakaan.
Cedera saat olahraga juga bisa menjadi salah satu penyebabnya, namun biasanya masuk dalam kategori dislokasi rahang ringan.
- Gerakan Mendadak
Dislokasi akut juga bisa terjadi karena gerakan mendadak seperti membuka mulut terlalu kuat dan lebar seperti saat menguap, atau mungkin juga membuka mulut terlalu lama saat sedang melakukan perawatan gigi.
Kondisi kejang dan muntah secara terus menerus pasalnya juga merupakan penyebab dislokasi rahang. Ada juga kasus dislokasi pada rahang yang disebabkan oleh komplikasi karena pemasangan intubasi endotrakeal (alat bantu napas).
- Kondisi Medis
Masalah pada otot atau ligamen di sekitar sendi rahang juga dapat menyebabkan dislokasi pada rahang. Jika kondisi ini tidak ditangani secara cepat dan tepat, maka bisa menyebabkan dislokasi rahang kronis.
Gejala Dislokasi Rahang
Dislokasi pada rahang bisa terjadi hanya pada satu bagian sendi rahang maupun keduanya, yang biasanya ditandai dengan sejumlah gejala berikut:
- Nyeri: gejala ini biasanya paling awal terjadi, yang bisa berkisar dari area rahang hingga sebagian wajah.
- Keterbatasan gerak: rasa nyeri menyebabkan penderita dislokasi mengalami kesulitan dalam menggerakkan rahang, seperti membuka atau menutupnya.
- Kondisi fisik: jika sebelumnya rahang Anda memiliki posisi yang sejajar atau simetris, kemudian menjadi tidak lagi sejajar, maka bisa menjadi salah satu gejala dari dislokasi (meskipun mungkin tidak disertai rasa nyeri).
- Gejala tambahan: ciri-ciri dislokasi rahang lainnya termasuk memar, pembengkakan, rasa tidak nyaman saat berbicara, kesulitan untuk makan, atau air liur yang terus keluar karena tidak bisa menutup rahang dengan sempurna.
Diagnosis Dislokasi Rahang
- Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik oleh dokter atau bahkan ahli bedah mulut harus segera dilakukan pada orang yang secara tiba-tiba tidak dapat menutup atau membuka mulut secara normal, terutama setelah mengalami kecelakaan atau cedera olahraga.
Sambil menunggu pemeriksaan, disarankan untuk menahan rahang dengan tahan agar posisinya tetap pada tempatnya.
Guna melakukan diagnosa dislokasi pada rahang, biasanya dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, obat-obatan yang dikonsumsi, riwayat cedera, dan sejumlah gejala lainnya. Adapun pemeriksaan fisik biasanya dengan meraba area rahang dan pipi.
- Imaging
Guna memastikan diagnosa atau melihat kondisi sendi rahang secara lebih detail, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti MRI, sinar-X, atau CT scan rahang.
Penanganan Dislokasi Rahang
Jika memang benar terjadi dislokasi pada rahang, maka penanganan yang tepat harus segera dilakukan guna mencegah perubahan posisi sendi permanen atau kerusakan. Berikut beberapa cara menyembuhkan dislokasi rahang:
- Reduksi Manual
Reposisi atau reduksi rahang adalah tindakan medis yang dilakukan oleh dokter ahli untuk mengembalikan posisi rahang yang bergeser agar kembali normal dengan hanya menggunakan tangan (secara manual).
Biasanya, pasien akan terlebih dahulu diberikan bius lokal atau total sebelum metode ini diterapkan. Disertai juga dengan muscle relaxant atau obat pelemas otot. Jenis pengobatan ini umumnya diterapkan pada dislokasi akut.
- Perawatan Medis
Pada kondisi tertentu, dislokasi bisa ditangani dengan hanya memberikan obat pereda nyeri atau muscle relaxant guna mengurangi rasa nyeri dan mengurangi ketegangan pada otot.
- Intervensi Bedah
Operasi atau pembedahan mungkin dilakukan pada kasus dislokasi rahang kronis yang biasanya disertai dengan patah tulang pada rahang. Operasi ini akan membantu memperbaiki posisi rahang yang salah, serta mengencangkan jaringan penyokong (ligamen) yang terletak di antara tulang tengkorak dan sendi.
- Perawatan Lanjutan
Perawatan lanjutan biasanya dibutuhkan untuk dislokasi kronis agar otot-otot disekitar sendi rahang bisa kembali kuat, serta mencegah adanya pergeseran yang berulang.
Kesimpulan
Penting untuk mengenali sejumlah gejala dislokasi rahang agar bisa segera memeriksakan diri ke dokter. Jika memang terjadi dislokasi, maka perawatan medis yang tepat harus dilakukan agar tidak terjadi komplikasi. Pastikan untuk memilih dokter ahli dan berpengalaman seperti FDC Dental Clinic.
© 2026 FDC Dental Clinic
