Informasi
30 Oktober 2024
Cara Rapikan Gigi Tanpa Kawat Gigi
By drg. Ellora Gavrila
3.684
Merapikan gigi adalah teknik untuk membuat gigi terlihat lebih rapi secara estetika, sekaligus memaksimalkan fungsinya. Sebelumnya kawat gigi merupakan merapikan teknik terpopuler. Namun kini, ada juga cara rapikan gigi tanpa kawat gigi yang lebih banyak diminati.
Perawatan ekstra yang merepotkan dan biaya yang tidak sedikit menjadi alasan utama mengapa kawat gigi tradisional banyak dihindari. Selain itu, rasa sakit di awal hingga kesulitan untuk mengunyah makanan turut menjadi faktor mengapa sebagian orang memilih alternatif yang lebih nyaman.
Alternatif untuk Merapikan Gigi Tanpa Kawat Gigi
Selain terlihat estetik, gigi yang rapi juga dapat membuat proses mengunyah menjadi lebih maksimal. Jadi, merapikan gigi tidak hanya dapat menunjang penampilan namun juga bagus untuk kesehatan.
Selain itu, tampilan gigi yang rapi juga bisa meningkatkan rasa percaya diri. Inilah beberapa cara rapikan gigi tanpa behel yang bisa dijadikan pertimbangan:
- Clear Aligners
Clear aligners dibuat dari material plastik tanpa warna (bening) yang sebelumnya berbentuk cair, baru kemudian akan dicetak sesuai kebutuhan. Di FDC Dental Clinic clear aligner yang digunakan yaitu Klar Aligner.
Alat ini lebih nyaman dari behel dan lebih fleksibel karena bisa dilepas pasang sendiri, terutama saat sedang menggosok gigi dan makan. Jika digunakan secara teratur dalam 22-23 jam per hari dan selama 1-24 bulan, clear aligners dapat membuat gigi yang tidak rapi kembali ke posisi yang diharapkan.
Clear aligners cocok untuk mengatasi gigi berjarak / renggang (tapi tidak terlalu parah dan gigi maju tanpa masalah pada rahang. Penggunaan secara tepat juga dapat mencegah impaksi gigi (kondisi gigi yang sebagian tumbuh di dalam gusi).
- Retainer
Retainer adalah alat lanjutan pasca penggunaan behel atau aligner gigi. Fungsi utamanya adalah menjaga agar posisi gigi yang sudah bagus tidak kembali berantakan.
Retainer dapat membantu merapatkan gigi yang renggang, menghentikan kebiasaan buruk seperti gemeretak gigi, dan memperbaiki bentuk / posisi rahang.
Selain itu Retainer juga dapat digunakan untuk merapikan gigi sejak usia dini, mulai dari anak usia 6-7 tahun, berfungsi membantu mengembangkan pertumbuhan rahang agar tidak menyebabkan gigi menjadi berjejal di usia dewasa. Ada beberapa jenis retainer, yaitu permanen dan removable.
- Veneer
Banyak dikenal sebagai pemutih gigi, veneer sebenarnya juga merupakan salah satu cara rapikan gigi tanpa kawat gigi yang banyak jadi pilihan. Namun, ada resiko bahwa gigi menjadi lebih sensitif. Hal ini karena prosedur pemasangannya mengharuskan pengikisan enamel agar lapisan veneer bisa dipasang.
Veneer bisa mengatasi gigi yang patah, retak, berubah warna, berjarak, dan gigi berukuran terlalu kecil. Pengguanaan veneer bisa 10-15 tahun atau pun selamanya, namun dengan perbaikan berkala di dokter ahli. Catatan: veneer tidak disarankan untuk gusi yang bermasalah dan gigi berlubang!
- Bonding Gigi
Bonding gigi bisa memperbaiki gigi bercelah / renggang, memperbaiki ukuran gigi, dan mengatasi gigi berubah warna. Bahannya adalah resin komposit yang warnanya bisa disamakan dengan gigi asli sehingga tampak alami.
- Kontur Gigi (Enamel Shaping)
Ukuran gigi yang tidak sama atau bentuk yang kurang rapi bisa diatasi dengan kontur gigi. Namun mirip seperti veneer, kontur gigi melibatkan pengikisan enamel yang merupakan lapisan terluar pelindung gigi, sehingga menimbulkan sensitivitas.
Manfaat Merapikan Gigi Tanpa Kawat Gigi
- Estetika yang Lebih Baik
Tampilan kawat gigi yang identik menonjol bisa membuat tampilan yang kurang estetik, sehingga sebagian orang memilih alternatif lain yang lebih nyaman dipandang.
- Kenyamanan
Kawat gigi bekerja dengan cara menarik rahang untuk memperbaiki posisi gigi secara alami, dan proses ini tentunya menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan sakit terutama di awal pemasangan.
Tidak sedikit pengguna kawat gigi yang mengeluhkan kesulitan makan dalam 3-7 hari pertama, sehingga hanya bisa mengkonsumsi bubur atau jenis makanan lain yang tidak perlu dikunyah.
Sebagian pengguna juga ada yang mengalami sariawan dan bagian dalam mulut berdarah karena belum terbiasa dengan kawat gigi. Namun, sejumlah alternatif di atas jauh lebih nyaman.
- Perawatan dan Kebersihan
Perawatan dan kebersihan yang tidak tepat pada pengguna kawat gigi dapat meningkatkan risiko dekalsifikasi (karies atau tanda putih di gigi). Dekalsifikasi bisa terjadi karena gigi kekurangan kalsium.
Penyebab kekurangan kalsium adalah zat asam yang dihasilkan dari tumpukan bakteri yang lahir dari sisa-sisa makanan. Adapun sisa makanan bersumber dari kurangnya menjaga kebersihan gigi. Sementara, menyikat gigi saat menggunakan behel sangatlah tidak mudah.
- Durasi Perawatan
Selain perawatan mandiri, pengguna kawat gigi wajib menjadwalkan kunjungan ke dokter ortodontis per 4-8 minggu untuk memeriksa perkembangan atau kondisi gigi.
Pengecekan berkala ini harus dilakukan selama masa penggunaan kawat gigi dengan tujuan mendapat hasil yang efektif. Sayangnya, biaya perawatan dan pengecekan ke dokter spesialis tidaklah murah. Sementara untuk penggunaan kawat gigi biasanya bisa bertahun-tahun.
Pertimbangan Sebelum Memilih Metode
- Kondisi Gigi dan Kebutuhan Individual
Meski tidak ingin menggunakan kawat gigi, namun sebagian kasus mengharuskannya (seperti gigi tonggos), dan yang bisa menentukan hal ini adalah dokter orthodontist, bukan diri sendiri. Jadi, pastikan berkonsultasi dengan dokter FDC sebelum memilih metode yang tepat dalam merapikan gigi.
- Biaya dan Durasi Perawatan
Penggunaan kawat gigi biasanya membutuhkan waktu 1-3 tahun untuk mendapat hasil yang efektif. Sementara pada clear aligners dan retainer lebih sebentar, yaitu 6-12 bulan dan bisa dilepas pasang.
Sementara pada veneer, bonding gigi, dan kontur gigi bisa bersifat permanen namun dengan rutin memeriksakan diri ke dokter. Adapun biaya, kawat gigi sekitar 10 juta dan lebih tergantung jenisnya. Retainer berkisar dari 1.5 -2 juta, clear aligner 1.6 – 5 jutaan, dan veneer biasanya 3-5 juta per gigi.
- Komitmen pada Perawatan
Komitmen menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih metode merapikan gigi. Pastikan bisa disiplin dalam melakukan perawatan, pengecekan ke dokter, dan cukup biaya.
Kesimpulan
Metode cara merapikan gigi tanpa kawat gigi yang terbaik sebenarnya tergantung pada kondisi masing-masing, dan pilihan yang tepat harus dengan konsultasi dokter ahli.
Gigi rapi tanpa kawat gigi tidak hanya lebih estetik, namun juga membuat proses mengunyah menjadi lebih mudah karena posisi gigi yang tepat dapat memaksimalkan fungsinya. Jadi dalam jangka panjang, gigi yang rapi bagus untuk kesehatan.
© 2026 FDC Dental Clinic
