Cabut Gigi
26 Oktober 2024
Beberapa Kondisi Tidak Boleh Cabut Gigi yang Wajib Diketahui
By drg. Ellora Gavrila
7.517
Cabut gigi adalah prosedur yang biasa dilakukan untuk mengatasi masalah gigi, terutama jika gigi sudah tidak bisa diselamatkan. Meskipun tergolong prosedur sederhana, terdapat beberapa kondisi tidak boleh cabut gigi karena dapat menimbulkan risiko tinggi.
Mengetahui kondisi medis pasien sebelum melakukan pencabutan sangat penting untuk menghindari risiko serius seperti penyebaran infeksi hingga munculnya reaksi alergi. Oleh sebab itu, biasanya tenaga medis akan melakukan penilaian sebelum mencabut gigi dalam kondisi tertentu.
Kondisi Medis yang Tidak Boleh Cabut Gigi
Ada beberapa kondisi medis yang membuat seseorang tidak diperbolehkan menjalani prosedur cabut gigi seperti menderita diabetes, gangguan pembekuan darah, hingga mempunyai infeksi aktif di dalam rongga mulut. Cabut gigi bisa memperparah kondisi tersebut sehingga berisiko tinggi.
- Diabetes yang Tidak Terkontrol
Secara umum penderita diabetes boleh cabut gigi, dengan catatan kadar gula darah dalam keadaan stabil dan terkontrol. Dokter gigi biasanya akan merujuk ke dokter spesialis penyakit dalam untuk pengecekan kadar gula sebelum melakukan cabut gigi. Apabila stabil, pasien boleh cabut gigi.
Diabetes yang tidak terkontrol bisa menghambat proses pencabutan gigi. Pasalnya, cabut gigi akan menimbulkan luka terbuka pada gusi. Orang dengan kadar gula tinggi biasanya akan mengalami kesulitan dalam proses penyembuhan luka dan lebih rentan terkena infeksi.
- Gangguan Pembekuan Darah
Seseorang dengan gangguan pembekuan darah juga tidak boleh cabut gigi sembarangan. Proses pencabutan gigi biasanya akan mengeluarkan banyak darah sehingga kemampuan pembekuan darah yang cepat sangat dibutuhkan untuk menghentikan perdarahan.
Sedangkan pasien yang memiliki gangguan pembekuan darah seperti hemofilia akan kesulitan untuk menghentikan perdarahan sehingga darah akan terus keluar setelah cabut gigi. Hal ini bisa sangat berbahaya dan mengancam keselamatan pasien.
- Infeksi Aktif pada Mulut
Kondisi tidak boleh cabut gigi yang selanjutnya adalah ketika terjadi infeksi aktif pada mulut. Kondisi ini termasuk apabila seseorang sedang mengalami sakit gigi atau peradangan. Sebelum melakukan pencabutan, dokter biasanya akan memeriksa apakah terjadi peradangan atau tidak.
Memaksa cabut gigi saat terjadi infeksi dan peradangan dapat berakibat fatal karena infeksi bakteri dapat menyebar dan menyebabkan komplikasi. Pada beberapa kasus, hal ini bisa menjadi penyebab seseorang meninggal karena cabut gigi.
- Menderita Hipertensi
Penderita hipertensi juga perlu berhati-hati sebelum melakukan cabut gigi. Tekanan darah yang tidak terkontrol bisa menyebabkan kondisi serius setelah cabut gigi, misalnya darah sulit berhenti sehingga terjadi perdarahan.
Oleh sebab itu, biasanya dokter gigi akan merujuk ke dokter spesialis penyakit dalam untuk memastikan kondisi pasien. Apabila aman dan terkontrol, maka pasien diperbolehkan cabut gigi.
Kondisi Sistemik yang Perlu Dipertimbangkan
Selain beberapa kondisi di atas, ada kondisi sistemik lain yang juga berisiko ketika menjalani proses cabut gigi.
- Kehamilan
Ibu hamil terutama pada trimester pertama dan ketiga dianjurkan tidak melakukan cabut gigi. Pasalnya, perubahan hormon dan kondisi tubuh yang dialami oleh ibu hamil dapat memperburuk kondisi pasca cabut gigi seperti perdarahan yang sulit berhenti.
Untuk mengurangi risiko, ibu hamil perlu menunggu hingga melahirkan untuk mencabut gigi. Bila memungkinkan, periksa gigi sebelum merencanakan kehamilan agar tidak perlu menjalani proses cabut gigi selama hamil.
- Penderita Imunitas Rendah
Penderita imunitas rendah seperti pasien HIV/AIDS dan pasien kemoterapi butuh pertimbangan khusus sebelum cabut gigi. Prosedur ini membutuhkan daya tahan tubuh yang baik untuk pemulihan dan mencegah terjadinya infeksi sehingga pasien dengan imunitas rendah bisa berisiko tinggi apabila menjalani cabut gigi.
Alternatif dan Solusi
Apabila seseorang mengalami kondisi tidak boleh cabut gigi padahal terjadi permasalahan pada gigi, ada beberapa alternatif dan solusi yang dapat dipertimbangkan.
- Penanganan Infeksi
Ketika prosedur cabut gigi terhambat akibat adanya infeksi di rongga mulut, maka solusi yang paling tepat adalah menangani infeksi terlebih dahulu. Dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik untuk meredakan infeksi secara tuntas demi mencegah penyebaran bakteri.
Setelah beberapa hari, dokter akan memeriksa ulang apakah kondisi sudah memungkinkan untuk dilakukan pencabutan. Apabila infeksi benar-benar telah sembuh, maka cabut gigi dapat segera dilakukan.
- Konsultasi dengan Dokter Spesialis
Penderita diabetes dan hipertensi bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam sebelum menjalani cabut gigi. Dokter memberikan penilaian medis terkait kadar gula darah atau tekanan darah sebelum mengizinkan pasien untuk cabut gigi.
Apabila pasien dalam kondisi baik secara keseluruhan, maka cabut gigi dapat segera dijadwalkan. Ada baiknya untuk tidak menunggu terlalu lama agar kondisi tidak berubah secara signifikan.
- Pertimbangkan Perawatan Saluran Akar
Pertimbangkan prosedur alternatif seperti perawatan saluran akar untuk menghindari cabut gigi. Perawatan gigi ini relatif lebih aman karena tidak melibatkan keluarnya darah yang banyak sehingga tidak menimbulkan risiko yang tinggi bagi ibu hamil maupun penderita penyakit sistemik.
Kesimpulan
Pada dasarnya cabut gigi merupakan prosedur yang sederhana dan dapat dilakukan dengan mudah oleh dokter gigi. Namun, ada beberapa kondisi yang patut diwaspadai seperti sedang hamil, terjadi infeksi pada mulut, diabetes tidak terkontrol, menderita hemofilia, atau sedang menjalani kemoterapi.
Beberapa kondisi di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya penyebaran infeksi hingga komplikasi serius yang berakibat fatal. Oleh sebab itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk memberikan penilaian medis.
Cabut gigi harus dilakukan oleh dokter gigi yang terpercaya dan memiliki izin praktik. Kunjungi FDC Dental Clinic untuk berkonsultasi seputar pencabutan gigi dan prosedur yang harus dijalani apabila mengalami kondisi tidak boleh cabut gigi.
© 2026 FDC Dental Clinic
