Informasi

24 Oktober 2024

Antibiotik Obat Sakit Gigi: Jenis dan Aturan Penggunaannya

By drg. Ellora Gavrila

7.316

image-

Penggunaan antibiotik cukup efektif untuk mengatasi sakit gigi. Namun, tidak semua kasus sakit gigi dapat diatasi dengan antibiotik. Dokter hanya akan meresepkan antibiotik obat sakit gigi yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang ditandai dengan peradangan dan bengkak.

Antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan. Terdapat risiko yang mengintai apabila antibiotik tidak digunakan secara tepat, misalnya resistensi antibiotik. Ketika bakteri sudah resisten atau kebal, maka akan semakin sulit untuk melemahkan bakteri tersebut di kemudian hari.

Kapan Antibiotik Dibutuhkan

Sakit gigi dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti gigi berlubang, gigi patah, lapisan dentin terbuka, hingga infeksi bakteri. Antibiotik hanya boleh digunakan apabila dokter sudah memastikan sakit gigi disebabkan oleh infeksi bakteri.

Infeksi gigi yang disebabkan oleh bakteri dapat dikenali dari beberapa tanda dan gejala yang ditimbulkan seperti gusi bengkak, peradangan, dan munculnya abses. Abses merupakan kantong nanah yang terdapat di area gusi yang menandakan infeksi bakteri sudah parah.

Beberapa kondisi khusus juga memperbolehkan penggunaan antibiotik untuk obat sakit gigi. Apabila infeksi sudah menyebar dan kekebalan tubuh pasien cenderung lemah akibat usia atau riwayat penyakit tertentu, maka dokter akan memberikan antibiotik untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Jenis-Jenis Antibiotik untuk Sakit Gigi

Ada beberapa jenis antibiotik untuk sakit gigi dan gusi bengkak yang lazim digunakan. Masing-masing jenis mempunyai cara kerja yang berbeda dalam melawan bakteri penyebab sakit gigi. Berikut jenis-jenis antibiotik yang sering digunakan untuk mengobati sakit gigi akibat infeksi bakteri.

  • Penisilin

Penisilin adalah jenis obat antibiotik yang sering diresepkan untuk mengobati infeksi gigi dan jaringan sekitarnya. Bukan tanpa sebab, obat ini sangat efektif melemahkan dan membunuh bakteri namun memiliki efek samping yang rendah.

Penisilin mampu melawan bakteri mulut yang menyebabkan infeksi, terutama dari jenis bakteri gram negatif. Beberapa obat yang mengandung penisilin adalah amoksilin dan co-amoxiclav. Pada kondisi tertentu, penisilin dapat menyebabkan efek samping seperti mual dan iritasi lambung.

  • Metronidazol

Metronidazol adalah salah satu jenis antibiotik obat sakit gigi yang digunakan untuk mengobati infeksi periodontal. Antibiotik ini masuk ke dalam golongan nitromidazol dan biasanya digunakan bersama dengan penisilin.

Agar mendapatkan efek yang optimal, metronidazol harus digunakan secara teratur dengan dosis 500-750mg dengan jeda delapan jam. Obat ini dapat menimbulkan efek mual sehingga dapat dikombinasikan dengan obat pencegah mual.

  • Sefalosporin

Sefalosporin adalah antibiotik dari jenis beta-laktam yang mampu melemahkan bakteri dengan cara merusak dinding sel. Penggunaan obat ini biasanya dikombinasikan dengan metronidazol untuk mengatasi bakteri aerob dan anaerob.

Seperti jenis antibiotik lain, Sefalosporin dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti mual dan muntah. Bahkan pada kasus tertentu, obat ini bisa memicu timbulnya sariawan.

  • Erythromycin

Seseorang yang memiliki alergi terhadap penisilin biasanya akan diresepkan antibiotik jenis erythromycin. Obat ini termasuk ke dalam golongan makrolid dan terbukti efektif menghentikan pertumbuhan bakteri. Antibiotik erythromycin dianjurkan untuk dikonsumsi sebelum makan.

Konsumsi erythromycin dapat menimbulkan rasa mual. Untuk mengatasinya, konsumsi obat sambil makan atau minta obat mual kepada dokter.

  • Tetrasiklin

Tetrasiklin juga ampuh mengatasi sakit gigi akibat infeksi bakteri. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, obat ini harus dikonsumsi sebelum makan atau saat perut dalam keadaan kosong. Hindari menggunakan tetrasiklin tanpa resep dokter. Pastikan juga untuk mematuhi aturan minum antibiotik.

  • Klindamisin

Pasien yang sensitif terhadap obat-obatan dapat menggunakan klindamisin. Jenis antibiotik ini termasuk lincomycin yang juga digunakan untuk mengobati jerawat. Dibandingkan penisilin dan metronidazol, klindamisin mempunyai tingkat efektivitas yang lebih tinggi.

Antibiotik ini tersedia dalam berbagai sediaan seperti losion, sirup, gel, dan kapsul. Apabila penisilin tidak mampu mengatasi infeksi, maka klindamisin bisa diresepkan untuk meredakan infeksi.

  • Azitromisin

Jenis antibiotik obat sakit gigi yang terakhir adalah azitromisin. Obat ini mampu melawan bakteri penyebab infeksi gigi dan menghentikan pertumbuhannya. Pasien yang mempunyai riwayat alergi terhadap penisilin dan klindamisin bisa mendapatkan antibiotik azitromisin.

Patuhi aturan pakai azitromisin untuk menghindari resistensi bakteri. Dosis yang disarankan adalah 500 mg dengan selang waktu 24 jam. Obat ini harus dikonsumsi 3 hari berturut-turut atau sesuai petunjuk dokter.

Aturan Minum Antibiotik

Antibiotik tidak boleh digunakan secara sembarangan. Minum antibiotik sesuai dengan anjuran dan petunjuk dokter agar obat dapat bekerja secara optimal. Perhatikan jeda waktu antara satu dosis dan dosis selanjutnya. Hindari mengurangi atau menambahkan dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Salah satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah selalu habiskan obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Melanjutkan atau menghentikan konsumsi antibiotik sembarangan dapat menimbulkan risiko resistensi antibiotik sehingga dibutuhkan dosis yang lebih besar untuk melawan bakteri.

Untuk menghindari efek samping dan memastikan obat bekerja secara efektif, pastikan untuk mengikuti petunjuk dokter. Jangan ragu untuk berkonsultasi apabila ada hal yang belum dipahami terkait penggunaan antibiotik.

Kesimpulan

Mengunjungi klinik gigi dan berkonsultasi dengan dokter gigi di FDC Dental Clinic adalah langkah paling tepat apabila mengalami infeksi gigi akibat bakteri. Dokter akan memberikan resep antibiotik yang tepat sesuai dengan gejala dan mengedukasi seputar penggunaan yang tepat agar obat bekerja secara maksimal.

Antibiotik obat sakit gigi sangat efektif melawan dan membunuh bakteri penyebab infeksi gigi. Namun, penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko yaitu resistensi antibiotik. Untuk menghindari hal tersebut, selalu patuhi anjuran dokter dalam mengonsumsi obat antibiotik.


 

© 2026 FDC Dental Clinic