Informasi
22 April 2024
9 dari 10 Anak Usia Dini Mengalami Gigi Berlubang. Ini Solusinya!
By fdc Dental Clinic
5.440
9 dari 10 Anak Usia Dini Mengalami Gigi Berlubang. Ini Solusinya!
Gigi berlubang adalah masalah kesehatan yang dialami mayoritas anak-anak di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes RI) tahun 2018 menyatakan bahwa 9 dari 10 anak usia dini sudah mengalami gigi berlubang. Mengingat anak-anak usia dini pada umumnya belum mampu untuk merawat kebersihan gigi sendiri, sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa upaya para orang tua dalam merawat gigi susu pada anak masih sangat minim di Indonesia.
Baca juga: Cegah Karang Gigi Menumpuk Dengan Perawatan Scaling Gigi
Federation Dental International (FDI) dan World Health Organization (WHO) mencamtukan target sekitar 50% anak usia 5 hingga 6 tahun pada setiap negara sudah terbebas dari masalah gigi berlubang. Pencapaian itu tentu harus dimulai dari kesadaran mendasar terhadap penyakit gigi pada anak sejak dini. Sehingga orangtua perlu cermat mengenali gejala gigi anak berlubang, salah satunya yaitu perubahan warna gigi susu menjadi hitam.
Berikut penyebab gigi susu pada anak berubah kehitaman, antara lain :
Umumnya gigi menghitam dianggap hanya disebabkan oleh lubang namun ada beberapa penyebab lain dari gigi berlubang. Kondisi gigi hitam pada anak dapat disebabkan beberapa hal berikut ini :
- Gigi berlubang
Seperti yang sudah diketahui gigi berlubang merupakan penyebab utama dari perubahan warna gigi anak menjadi menghitam. Gigi berlubang tidak muncul secara tiba-tiba namun terjadi akibat:
- Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis
Beragam makanan dan minuman manis seperti kue, roti, jus buah, permen, dan selai selalu ludes disantap si kecil. Selain berisiko menyebabkan kelebihan berat badan, terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis juga bisa berdampak buruk bagi gigi. Bila hobi menyantap hidangan manis tidak diimbangi dengan cara merawat gigi yang benar, maka sisa-sisa makanan yang menempel di mulut akan memicu kemunculan bakteri. Kemudian, bakteri akan melahap sisa makanan dan mengubahnya menjadi asam yang merusak gigi anak hingga jadi hitam dan berlubang.
- Kurang menjaga kebersihan gigi
Merawat gigi anak adalah kebiasaan baik yang harus dilakukan secara telaten. Ibu wajib mengajarkan kepada si kecil tentang betapa pentingnya merawat gigi setiap hari. Salah satu cara merawat gigi paling sederhana adalah menyikat gigi dua kali sehari. Jangan sampai sisa-sisa makanan di mulut membuat gigi si kecil berlubang dan hitam karena kurang menjaga kebersihan gigi.
- Kebiasaan minum susu menggunakan botol
Hal sepele ini rupanya juga bisa jadi penyebab gigi anak hitam. Minum susu dari botol membuat kandungan gula dalam susu lebih mudah menempel pada gigi. Hal tersebut akan memicu kemunculan bakteri penyebab gigi berlubang sehingga gigi jadi hitam, busuk, dan akhirnya berlubang.
- Cedera pada gigi susu
Bukan hanya lubang yang bisa menyebabkan gigi anak hitam, melainkan juga cedera pada gigi. Contohnya, bila anak terjatuh saat bermain hingga giginya terantuk benda keras, maka bagian dalam gigi akan mengalami pendarahan lalu berubah warna jadi hitam.
- Konsumsi obat-obatan tertentu
Beberapa jenis obat yang mengandung zat besi dapat menimbulkan efek samping berupa noda hitam pada gigi anak. Misalnya, antibiotik tetrasiklin yang dikonsumsi Ibu selama hamil atau menyusui berisiko membuat gigi anak hitam.
- Faktor genetik
Belum banyak orang yang tahu kalau faktor genetik juga berpengaruh terhadap gigi anak. Gen tertentu nyatanya dapat membuat gigi tampak kehitaman atau keabuan dibandingkan warna gigi normal pada umumnya. Kondisi ini bisa terjadi pada gigi susu maupun gigi dewasa.
Baca juga: 5 Bahaya Jika Membiarkan Gigi Berlubang Terlalu Lama
Cara Mengatasi Gigi Hitam pada Anak
Jika gigi si kecil berubah menjadi hitam, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Beberapa diantaranya adalah dengan menambal gigi dan modifikasi diet makanan agar gigi yang lain tidak menjadi hitam dan keropos juga.
Ajarkan dan berikan contoh pada si kecil untuk rutin menggosok gigi. Jika si kecil masih merasa enggan untuk menyikat gigi, tunjukkan bahwa menggosok gigi itu tidak sulit dan bisa jadi menyenangkan. Agar si kecil lebih semangat menggosok gigi, ganti pasta gigi biasa dengan Pepsodent Kids Pasta Gigi Anak Sweet Strawberry. Pasta gigi ini diformulasikan khusus untuk gigi susu anak dan disempurnakan dengan fluoride yang bermanfaat untuk menjaga kekuatan gigi si kecil sejak dini, dan rasa buah yang disukai anak.
Artikel dibuat oleh drg. Syifa Muthia Sari
Referensi:
- https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/tooth-decay-caries-or-cavities-in-children
- https://hellosehat.com/gigi-mulut/gigi-anak/penyebab-gigi-anak-hitam/
- https://hellosehat.com/gigi-mulut/gigi/cara-menghilangkan-gigi-hitam/#:~:text=Warna%20hitam%20bisa%20menjadi%20tanda,seluruh%20gigi%20jika%20tidak%20ditangani
- https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3644719/penyebab-gigi-anak-hitam-dan-cara-mengatasinya
- https://www.tanyapepsodent.com
Artikel Lain

Tambal Gigi
24 Februari 2022
5 Bahaya dari Membiarkan Gigi Berlubang Terlalu Lama
Bahaya gigi berlubang – Mungkin banyak dari kalian yang pernah ataupun saat ini sedang mengalami gigi berlubang. Penyakit gigi yang satu ini sangatlah sering dijumpai, mulai dari anak-anak sampai usia dewasa.
Gigi berlubang harus dicegah sejak dini agar tidak timbul lubang yang makin lama akan lebih besar lagi. Jika lubang pada gigi mulai membesar akan terasa nyeri, rasa nyeri akan mengganggu aktifitas kamu sehari-hari pastinya.
Perlu diketehui gigi berlubang merupakan salah satu penyakit gigi yang banyak dijumpai. Gigi berlubang timbul akibat kamu malas menjaga kesehatan gigi, jika kamu malas menjaga kesehatan gigi.
Tidak hanya gigi berlubang yang dapat timbul namun penyakit gigi lainnya juga nanti akan timbul nantinya. Penyakit gigi bisa timbul akibat sisa makanan yang masih tertinggal di gigi.
Untuk mencegah gigi berlubang, kamu bisa melakukan perawatan rutin dirumah dengan menyikat gigi, menyikat atau menggosok gigi secara rutin setiap dua kali sehari akan membuat kamu terhindar dari penyakit gigi.
Selain perawatan rutin dirumah, kamu juga wajib periksa kesehatan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
Perawatan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, bertujuan agar kamu terhindar dari penyakit gigi serta kamu juga dapat mendeteksi penyakit sejak dini. Jangan tunggu sampai sakit baru ke dokter gigi, ini merupakan hal yang salah.
Jika kamu telah merasakan sakit yang hebat baru kedokter gigi, kamu mungkin akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk perawatan dan pengobatannya.
Hal ini dikarenakan penyakit yang kamu derita sudah semakin parah, tidak seperti jika kamu melakukan perawatan rutin setiap 6 bulan sekali.
Bahaya Gigi Berlubang

Mungkin kamu masih menganggap sepele jika gigi kamu berlubang. Namun dibalik itu semua terdapat bahaya gigi berlubang yang dapat menyerang kamu.
Mempengaruhi struktur rahang
Gigi berlubang yang terlalu lama dibiarkan akan membahayakan bagi gigi lainnya yang masih sehat. Selain pada gigi lainnya, gigi berlubang yang terlalu lama juga akan menyebabkan masalah pada gusi. Gigi yang berlubang bisa mengakibatkan gusi kamu infeksi.
Selain mempengaruhi kesehatan gigi lainnya dan juga gusi, gigi berlubang juga berpengaruh pada struktur rahang kamu nantinya. Gigi berlubang yang terlalu lama dibiarkan akan menyebabkan kerusakan pada bagian tulang rahang.
Gigi bisa mati
Gigi mati hanya bisa diketahui oleh dokter gigi, dengan pemeriksaan rutin. Biasanya jika terdapat gigi mati, kamu tidak akan merasakan sakit apapun.
Bagian pulpa pada gigi terdapat pembuluh darah serta saraf jika ini tidak berfungsi maka akan bisa dinyatakan bahwa gigi tersebut adalah gigi mati. Kamu bisa mendeteksi gigi mati dengan cara melihat warna gigi.
Warna gigi yang mati biasanya berwarna kuning hingga yang paling parah adalah berwarna hitam. Jika kamu mengalami kondisi seperti ini kamu harus segera periksa ke dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut.
Gigi patah
Pada area gigi yang berlubang cenderung mudah patah, ini bisa terjadi apabila kamu menggigit makanan yang bertekstur keras diarea gigi yang berlubang. Makanan yang terlalu keras atau alot sangatlah sulit digigit, dan membuat tekanan pada gigi jadi lebih besar.
Gigi yang patah sama dengan gigi mati, kamu tidak akan merasakan sakit jika mengalaminya. Namun kamu harus segera ke dokter gigi untuk memeriksakannya, serta untuk meminimalisir penyakit lainnya.
Penyakit gusi
Jika gusi sudah terserang maka hal yang akan kamu rasakan adalah nyeri. Biasanya gusi akan bengkak disertai warna yang lebih merah serta gusi mudah berdarah saat kamu melakukan sikat gigi.
Terserang stroke
Ini sangat berbahaya dapat menyebabkan kematian, gigi berlubang yang awalnya hanya menyerang gusi lama kelamaan akan menyebabkan stroke.
Penyakit gusi yang tidak kamu segera obati akan membawa banyak kuman penyakit yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Penyumbatan pembuluh darah pada otak akan menyebabkan kamu terserang penyakit stroke.
Jika kamu tidak ingin mengalami penyakit diatas, sebaiknya kamu melakukan perawatan gigi secara rutin.
Ikuti saran dokter untuk mendapatkan kesehatan gigi yang maksimal, jangan malas untuk menyikat gigi setiap 2 kali sehari.
Kamu juga bisa menggunakan obat kumur dan juga benang gigi untuk mendapatkan hasil maksimal.
Itulah tadi bahaya dari gigi berlubang yang dibiarkan terlalu lama. Menjaga kesehatan gigi secara rutin sangatlah menjadi hal yang wajib kamu lakukan setiap hari.
Menggosok gigi secara rutin sangatlah efektif untuk membuat kesehatan gigi tetap terjaga dengan baik.
Nah, ada baiknya kamu menjaga kesehatan gigi sejak dini ya FDCiers. Jangan lupa untuk memeriksakan gigi kamu paling tidak 6 bulan sekali di FDC Dental Clinic.
© 2026 FDC Dental Clinic
