Tambal Gigi

10 November 2024

7 Efek Samping Tambal Gigi & Cara Mengatasinya

By drg. Anjasari Evanata

22.211

image-

Efek samping tambal gigi yang paling umum adalah rasa ngilu dan sensitif terhadap suhu, baik panas maupun dingin. Tambah gigi sendiri merupakan tindakan medis yang umumnya untuk mengatasi masalah gigi berlubang akibat adanya infeksi bakteri. 

Namun, tambah gigi juga dapat dilakukan untuk kebutuhan estetika, seperti menambal gigi yang retak atau patah. Prosedur ini memiliki sejumlah efek samping yang biasanya akan hilang sendiri dalam 7-14 hari. Namun jika lebih dari ini, maka patut diwaspadai. Cek cara mengatasinya di bawah ini!

Prosedur Tambal Gigi

Gigi patah atau retak bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti pukulan keras di area wajah, cedera saat olahraga, atau kecelakaan. Sedangkan gigi berlubang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri yang membuat suasana mulut menjadi asam. 

Seiring waktu, zat asam ini akan merusak enamel gigi hingga membuatnya berlubang. Prosedur tambal gigi dibagi menjadi dua kategori berikut ini:

Secara Langsung (Direct Filling)

Tambal gigi jenis ini biasanya akan selesai dalam 1x pertemuan dengan tahapan berikut:

  • Diawali dengan bius lokal dalam bentuk semprotan atau cairan yang disuntikkan pada area gigi yang akan ditambal.
  • Lubang gigi dibersihkan, termasuk bagian gigi yang rusak akan disingkirkan dengan bor khusus.
  • Jika lubang gigi hampir mencapai saraf, dokter akan membuat lapisan dari resin komposit atau ionomer kaca untuk melindungi bagian saraf.
  • Setelah lubang benar-benar bersih, gigi akan diolesi perekat khusus, kemudian bahan tambalan akan dipasang. Bahannya bisa amalgam atau komposit.
  • Tambalan akan dibuat keras dengan sinar khusus, kemudian dikikir dan dipoles sedemikian rupa agar terasa nyaman.

Tidak Langsung (Indirect Filling)

Tambalan tidak langsung biasanya diperuntukkan untuk lubang gigi berukuran besar namun struktur gigi tidak memungkinkan untuk menampung tambalan. 

Jenis bahan yang biasanya digunakan adalah porselen atau emas, yang sebelumnya akan terlebih dahulu dicetak sesuai dengan bagian gigi yang akan ditambal. Tambal gigi jenis ini membutuhkan setidaknya 2x pertemuan dengan tahapan berikut:

  • Pertemuan pertama: kondisi gigi akan diperiksa dan dibersihkan, lalu bagian gigi berlubang akan dicetak agar bisa membuat bahan tambalan. Sambil menunggu hasil cetak, biasanya dokter akan mengaplikasikan tambalan sementara.
  • Pertemuan kedua: dokter melepas tambalan sementara untuk diganti dengan tambalan permanen. Tambalan direkatkan dengan lem khusus dan dipoles sedemikian rupa.

Efek Samping Tambal Gigi

Gigi yang telah ditambal tidak langsung sehat seperti sedia kala, namun akan ada beberapa efek samping seperti berikut:

  • Nyeri atau Sensitivitas

Mulut terasa tidak nyaman merupakan efek samping paling umum setelah tambal gigi, yang biasanya tidak berbahaya dan hilang sendiri dalam beberapa hari. Namun terkadang, rasa tidak nyaman disertai dengan nyeri, gigi berdenyut, atau lebih sensitif ketika mengkonsumsi makanan manis, panas, dan dingin.

Tak perlu khawatir, gejala ini akan mereda setelah 1-2 minggu. Namun jika rasa nyerti menjalar hingga gigi bagian lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi. 

Kemudian untuk sensitivitas terhadap suhu, biasanya ditandai dengan rasa ngilu beberapa detik setelah mengkonsumsi makanan pemicu. Jika efek samping ini berlangsung lama, bisa menjadi indikasi dari adanya kerusakan saraf dan harus diperiksa ulang oleh dokter.

  • Infeksi

Prosedur tambal gigi dengan alat dan bahan yang tidak steril atau tambalan tidak menutup lubang dengan rapat bisa menyebabkan infeksi. Gejalanya termasuk rasa nyeri, sensitivitas, hingga pembengkakan.

  • Reaksi Alergi

Efek samping ini cukup jarang terjadi, namun bukan berarti tidak ada. Kondisi kesehatan tertentu mungkin membuat Anda alergi dengan bahan tambalan gigi seperti yang mengandung logam. Alergi ditandai dengan gatal dan ruam sekitar gigi.

  • Kerusakan Gigi Sekitar

Sebagian orang dapat mengalami kerusakan pada gigi di sekitar bekas tambalan jika alat yang digunakan atau prosedur tambal gigi dilakukan dengan tidak hati-hati. Kerusakan ini bisa menyebabkan pembengkakan hingga peradangan gigi dan gusi.

  • Tambalan Lepas atau Retak

Sakit gigi setelah ditambal bisa disebabkan oleh tekanan berlebih seperti mengkonsumsi makanan keras, yang juga dapat membuat tambalan rusak atau bahkan lepas. Hal yang sama dapat terjadi jika prosedur tambal gigi dilakukan secara asal.

  • Perubahan Warna Gigi

Bahan tambalan tertentu dapat membuat perubahan warna pada gigi, terutama jika kurang menjaga kebersihan atau memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bisa meninggalkan jejak noda di gigi. Contohnya kopi, teh, alkohol, dan rokok. 

  • Gigi Mati

Bahan tambalan yang diletakkan terlalu dekat dengan saraf gigi dapat merusak saraf dan bahkan membuatnya mati. Jika hal ini terjadi, maka dibutuhkan perawatan saluran akar.

Cara Mengatasi Efek Samping

  • Pengelolaan nyeri dan sensitivitas: gunakan pasta gigi desensitizing untuk mengatasi sensitivitas setelah gigi ditambal, dan konsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol.
  • Konsultasi dengan dokter gigi: lakukan check-up rutin ke dokter gigi untuk memeriksa dan memastikan hasil tambalan, serta mencegah efek samping yang membahayakan.
  • Menjaga kebersihan mulut: sikat gigi 2x sehari dan gunakan benang gigi 1x sehari untuk menjaga kebersihan mulut. Jika perlu gunakan obat kumur antibakteri.
  • Menghindari makanan keras: hindari makanan lengket dan keras agar hasil tambalan tidak retak atau lepas, seperti apel, ayam goreng, es batu, dan aneka jenis keripik.
  • Pemantauan reaksi alergi: segera pergi ke dokter gigi jika mengalami reaksi alergi, agar bahan tambalan bisa dilepas dan diganti dengan bahan lain.

Kesimpulan

Efek samping tambal gigi termasuk rasa nyeri dan gigi lebih sensitif, infeksi, alergi, kerusakan gigi sekitar, tambalan lepas atau retak, warna gigi berubah, serta gigi mati. 

Atasi dengan obat pereda nyeri, menjaga kebersihan mulut, hindari makanan keras, dan rutin kontrol ke dokter gigi. Jangan lupa untuk rajin menjaga kebersihan gigi dan perawatan pembersihan profesional di FDC Dental Clinic.

© 2026 FDC Dental Clinic