Detail Artikel

image-undefined

Behel Gigi

6 Kondisi Gigi yang Perlu Pakai Behel Gigi, Apa Saja?

By fdc Dental Clinic

2496

6 Kondisi Gigi yang Perlu Pakai Behel Gigi, Apa Saja?

Perawatan gigi menggunakan behel atau kawat gigi saat ini sudah menjadi hal yang umum dilakukan. Banyak sekali manfaat & tujuan dari penggunaan behel diantaranya adalah untuk meratakan gigi, untuk memperbaiki susunan gigi atau struktur gigi, untuk mengatasi gigi yang berantakan & menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Namun, tidak semua kasus ketidaknormalan gigitan atau hubungan rahang dapat diatasi dengan behel. Beberapa kasus memerlukan tindakan yang lebih invasif, seperti operasi rahang.

Ada juga kondisi lain yang sebaiknya tidak ditangani dengan behel, seperti gigi berlubang dan peradangan gusi. Penggunaan kawat gigi dalam kasus ini bahkan dapat memperburuk kondisi tersebut.

Lalu, apa saja kondisi gigi yang harus dibehel?

1. Gigi Terlalu Maju 

gigi terlalu maju

Salah satu bentuk masalah gigi yang memerlukan perawatan behel adalah gigi yang terlalu maju atau protrusif. Gigi terlalu maju terjadi ketika gigi tumbuh ke depan lebih dari biasanya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh posisi tulang rahang bawah yang terlalu mundur, sehingga gigi atas tampak lebih maju (retrognathia).

Sebelum behel dipasang, dokter biasanya mencari tahu penyebab utama gigi yang terlalu maju. Dokter akan mengevaluasi apakah ada cukup ruang untuk memundurkan gigi yang terlalu maju tersebut.

Jika memungkinkan, gigi yang terlalu maju akan ditarik ke belakang sebelum behel dipasang. Namun, jika ruangnya tidak mencukupi, mungkin perlu melakukan pengasahan atau pencabutan gigi terlebih dahulu sebelum pemasangan behel.

Gigi yang biasanya dicabut adalah gigi premolar atau gigi yang sudah rusak parah, dan jumlah gigi yang dicabut disesuaikan dengan kebutuhan ruang.

Baca artikel lainnya: Beginilah Proses Pemasangan Behel Gigi

2. Gigi Bercelah

gigi bercelah

Berikut adalah contoh lain dari gigi yang memerlukan perawatan behel, yaitu gigi yang memiliki celah di antaranya, yang biasa disebut sebagai diastema. Selain menyebabkan masalah estetika, celah yang terlalu besar di antara gigi dapat menimbulkan ketidaknyamanan saat makan karena seringkali sisa-sisa makanan dapat terselip di dalamnya. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya penumpukan plak gigi dan penyebaran bakteri yang dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Dalam kasus gigi yang memiliki celah, pemasangan behel tidak memerlukan pengasahan atau pencabutan gigi. Behel digunakan untuk mengoreksi posisi gigi sehingga rapat.

Namun, penyebab dari celah di antara gigi perlu diperhatikan. Jika celah tersebut disebabkan oleh kebiasaan buruk seperti penggunaan tusuk gigi yang berlebihan atau mendorong gigi dengan lidah, maka behel dapat langsung dipasang.

Tetapi, jika celah antara gigi disebabkan oleh perlekatan frenulum yang terlalu tinggi (lipatan kecil membran pada lapisan kulit dalam yang mengikat bibir dan pipi), maka perlekatan frenulum harus dikurangi terlebih dahulu melalui prosedur pembedahan kecil yang disebut frenektomi..

3. Gigi Berjejal

gigi berjejal

Penampilan tidak rapi pada gigi sering disebabkan oleh keadaan di mana gigi tumpang tindih atau berjejal (crowding). Gigi yang berjejal bisa muncul karena kebiasaan buruk yang memengaruhi gigi.

Selain itu, pergantian gigi susu dengan gigi permanen juga dapat menjadi penyebabnya. Ketika gigi permanen mulai tumbuh dan ruang yang tersedia tidak mencukupi, gigi tersebut akan mencari ruang walaupun tidak pada posisi yang ideal, menyebabkan gigi menjadi berjejal.

Penderita gigi berjejal seringkali memerlukan perawatan behel dalam jangka waktu yang lebih lama karena biasanya lebih dari satu gigi yang terpengaruh. Jika rahang kekurangan ruang untuk penataan gigi yang optimal, maka prosedur pengasahan atau pencabutan gigi mungkin diperlukan sebelum pemasangan behel.

Baca artikel lainnya: Mau Pasang Behel? Ketahui Dulu Manfaat Behel Gigi Ini!

4. Gigi Gingsul 

gigi gingsul

Bagi beberapa orang, gigi gingsul (ectopic) dianggap sebagai hal menarik yang menambah pesona pada penampilan. Gigi gingsul terjadi ketika gigi taring dewasa tidak memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh secara normal, sehingga gigi tersebut tumbuh di luar lengkung gigi yang seharusnya.

Namun, meskipun dianggap menarik, gigi gingsul sebenarnya memiliki dampak negatif. Ketika menyikat gigi, sisa makanan sulit untuk dibersihkan karena posisi gigi yang sulit dijangkau.

Oleh karena itu, gigi gingsul masuk dalam kategori gigi yang memerlukan perawatan behel. Behel digunakan untuk mengarahkan gigi yang gingsul kembali ke dalam lengkung gigi yang benar. Namun, seringkali gigi premolar 1 perlu dicabut terlebih dahulu sebelum pemasangan behel.

Baca artikel lainnya: Fakta Menarik Tentang Pemakaian Kawat Gigi Pada Anak

5. Gigitan Terbalik 

gigitan terbalik

Biasanya, posisi gigi atas berada di luar gigi bawah. Namun, jika kamu mengalami crossbite atau gigitan terbalik, situasinya berkebalikan. Crossbite bisa mempengaruhi gigi depan maupun gigi belakang, yang tentunya dapat mengurangi kemampuan kamu dalam mengunyah.

Oleh karena itu, crossbite adalah kondisi gigi yang memerlukan perawatan dengan behel.

6. Gigitan Terbuka 

gigitan terbuka

Gigitan terbuka (openbite) adalah kondisi di mana terjadi celah terbuka antara gigi atas dan bawah, meskipun rahang saling bersentuhan. Hal ini dapat menyulitkan kamu dalam menggigit makanan, sehingga memerlukan perawatan dengan behel.

Baca artikel lainnya: Pasang Behel atau Kawat Gigi Murah Berkualitas

Itulah beberapa kondisi gigi yang harus dibehel. Sebelum pemasangan kawat gigi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter gigi yang memiliki kompetensi mengerjakan perawatan ortodontik. 

Ingat, pemasangan behel harus dilakukan di dokter gigi, bukan di ahli gigi. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi komplikasi yang tidak diinginkan dan justru dapat membuat susunan gigi kamu lebih buruk dari sebelumnya.

Mengenal Fungsi atau Manfaat Behel Gigi

Melindungi gigi

Posisi tidak rata pada gigi dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan gigi Anda, seperti gigi depan yang menonjol, kerusakan gigi, dan masalah gigi lainnya. Dengan menggunakan behel, masalah ini dapat diatasi dengan mudah.

Behel akan bekerja secara efektif untuk melindungi dan merapikan gigi Anda, memastikan kesehatan gigi yang optimal.

Meningkatkan kesehatan gigi.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, susunan gigi yang tidak teratur dapat berdampak buruk pada kesehatan gigi Anda. Anda dapat memperbaiki kesehatan gigi Anda dengan menggunakan behel gigi dan mendapat pengawasan rutin dari dokter gigi.

Dengan penggunaan behel gigi dan pengawasan dokter gigi, Anda dapat mencapai kesehatan gigi yang optimal. Hal ini terjadi karena penggunaan behel gigi akan merapikan susunan gigi Anda.

Memudahkan dalam proses membersihkan gigi

Setelah pemakaian behel gigi yang dilakukan secara benar, maka kamu akan mendapatkan mendapatkan posisi gigi yang rapi. Hal ini akan membuat kamu lebih mudah lagi untuk membersihkan gigi.

Menyikat gigi yang lebih mudah akan membuat kesehatan gigi, dan juga sisa makanan disela gigi akan mudah diangkat saat melakukan sikat gigi

Dapatkan kemudahan buat jadwal dengan dokter gigi melalui aplikasi atau website fdc Dental Clinic.

Promo lainnya yang mungkin anda butuhkan

image-gambar-program-APPS-001

[New User] Behel Metal 1.750K

Rp6.330.000

Rp1.750.000

Cek Sekarang